“Pengadilan sementara untuk penundaan eksekusi, Lapas Seoul
Barat”
Seorang tahanan bernama Kim Seok Woo diinpeksi. Petugas
mempertanyakan kenapa kamu melakukan kekerasan terhadap Oh Min Jung. Seok Woo
mengatakan wanita tua itu membuatnya gila. Dia terus mengunjungiku dan
membisikkan hal ke telingaku bahwa dia akan mencabut nyawaku jika tidak
menurutinya. Petugas mempertanyakan berarti wanita tua itu menyuruhmu menyerang
Oh Min Jung. Seok Woo mengatakan tidak, untuk membunuhnya. Dia menyuruhku
membunuhnya, namun ia sangat mencintai Min Jung dan hanya berlagak memukulnya.
Jika tidak dia akan mencabut nyawaku. Jadi ia hanya berlagak memukulnya. Ia
kesal karena tidak ada yang percaya kepadanya.
Seorang pria mengatakan seperti yang kalian lihat, sulit
mengendalikan rasa marah, berkhayal, dan delirium yang disebabkan oleh
kekerasan ibu tunggal yang dimulai pada masa kecilnya. Sepertinya dia tidak
perlu dipenjara. Ui Sik mengatakan jadi kamu menginginkan penundaan eksekusi.
Menurut petugas seperti yang ia tulis dalam laporannya. Ui Sik meminta pendapat
So Geum.
So Geum memberikan hasil penilaian Gejala Forensik Militer
miliknya. Makin besar hasilnya kemungkinan subjek berbohong. Dia mendapat 16
poin, nilai batas. So Geum memberikan hasil tes untuk psikopati. Dari total 40
poin, dia mendapat 25 poin. Seorang pria mengatakan artinya dia juga mendapat
nilai batas psikopati.
So Geum mengatakan Lee Young Hak si “Ayah Molar” mendapat 25
poin. Ui Sik itu artinya psikopat itu mempermainkan kita selama ini. So Geum
mengatakan dia tahu betul soal halusinasi pendengarannya. Dia tidak merasa
bersalah dalam menyakiti orang lain. Selain itu jika melihat riwayat medisnya,
kita tidak bisa menyimpulkan kasusnya hanya delusi. Anda bisa melakukan
pemindaian otak untuk melihat apakah lobus frontalnya berfungsi penuh guna
memastikan dia psikopat atau bukan. Anda dapat menjadikan itu sebagai
referensi. Ia menyarankan Anda melukan MRI. Ui Sik setuju, lakukan itu dan
serahkan hasilnya.
Ui Sik berterima kasih kepada So Geum yang membantunya.
Karena berkat bantuannya kami tidak perlu memberi penundaan eksekusi. Hari ini
jaksa lain akan mengirim pria kaya mengerikan yang kamu benci, uruslah dia
juga. So Geum mengatakan ia melakukan tugasnya bukan untuk menyenangkan jaksa
dan memastikan tahanan tetap dipenjara di sini. Ia kemari untuk membebaskan
orang yang butuh dibebaskan dari hukuman penjara. Ui Sik mengatakan ia tahu,
namun jangan membebaskan Jae Hwan.
Seok Woo keluar sambil didampingi petugas, ia melihat So
Geum dan merasa kesal. Lalu ia menyerang Seo Geum, namun Seo Geum berhasil
melumpuhkannya.
Tiba-tiba terdengar suara alarm di penjara dan petugas
berhamburan bersiap. So Geum mempertanyakan apa yang terjadi kepada Hye Soo.
Hye Soo mengatakan bus yang menuju ke lapas ini terbalik.
Bus terbalik, Jae Hwan bersusah payah mencoba keluar bus,
terlihat ia terluka lumayan parah. Tiba-tiba Yi Je datang, ternyata dia
membantu Jae Hwan memotong borgol. Ia memeriksa Jae Hwan, ia menduga ketegangan
pneumotoraks (kurangnya sirkulasi darah karena pneumotoraks). Rusuknya yang
patah menusuk salah satu paru-parunya. Yi Je mengatakan syukurlah kamu akan
mati 10 menit lagi. Jae Hwan tertawa ia mengatakan kamu pikir aku akan
tergeletak di sini dalam sepuluh menit. Terlihat potongan kaca menancap di
perutnya.
Yi Je mengatakan ia kemari untuk memenjarakanmu. Yi Je
menusukkan jarum ke dada Jae Hwan. Jae Hwan bernapas lebih lega.
Dalam perjalanan, di mobil Min Sik mempertanyakan kepada
Cheol Min bukankah itu ambulans rs
Taekang. Cheol Min membenarkan. Min Sik merasa ada yang aneh. Ia melihat
ambulans lagi dan mempertanyakan kenapa ada banyak.
Yi Je berhasil menyelamatkan Jae Hwan. Seorang tahanan pria
dan rekannya menghampirinya. Yi Je mengatakan rusuknya yang patah menusuk
paru-parunya. Rekan tahanan itu mengatakan dia bernapas. Yi Je mengatakan dia
hanya nyaris tidak bisa bernapas. Ia akan mengurusnya yang lainnya, ia meminta
agar membantunya memindahkan ke mobilnya. Yi Je bersiap memberi pertolongan pertama
kepada yang lainnya. Jae Hwan menatap tahanan pria itu dan mempertanyakan siapa
kamu. Kalian mengenalnya, kenapa kamu bersamanya. Namun pria itu hanya
tersenyum kecut.
Semua sudah sampai di TKP, sedangkan 2 pria tahanan beserta
Yi Je dan Jae Hwan pergi duluan meninggalkan lokasi. Di mobil Pria itu
mempertanyakan kepada Yi Je kalau rs besar adalah rs Yeongsung haruskah kita ke
sana. Yi Je mengatakan tidak, Taekang pasti sudah menguasai mereka. Yi Je
mengatakan mari ke rs Haeun.
Min Sik dan Cheol Min sampai di TKP. Min Sik mempertanyakan
kepada Man Cheol kenapa polisi menjaga TKP. Man Cheol mengatakan karena ini
terjadi di luar penjara, kita tidak punya kendali. Min Sik mengatakan itu
berlaku saat kita tiba. Mereka seharusnya dibawa ke lapas kita, rebut otoritas
kita. Man Cheol mengatakan baiklah, ia pergi meninggakan mereka.
Min Sik mempertanyakan di mana Jae Hwan. Gil Seon mengatakan
kalau dia menghilang. di antara daftar tahanan, tiga orang menghilang salah
satunya Jae Hwan. Dua orang lainnya Kim Sang Chun dan Tae
Chun Ho yang kabur. Cheol Min mempertanyakan Jae Hwan menghilang bersama
geng Sang Chun. Gil Seon mengatakan menurut penjaga penjara, ada orang luar di
antara mereka. Dia pasti Yi Je yang kemarin kita wawancarai.
Flashback, Min Sik menelepon atasan Yi Je saat di rs Taekang dulu.
Atasan Yi Je mengatakan hidupnya hancur karena Jae Hwan. Surat izinnya pernah
di cabut. Karena masuk daftar hitam direktur, dia tidak bisa mendapatkan
pekerjaan yang layak. Sepertinya dia juga bekerja secara ilegal. Mungkin dia
ingin Jae Hwan mati. Min Sik mempertanyakan kamu yakin. Cheol Min
mengatakan menurut paramedis, di lihat dari cara mengobati dia pasti bekerja di
pusat darurat.
Di telepon bawahan Jae Joon mempertanyakan kepada Min Sik
dokter macam apa yang menculik seseorang saat siang bolong hanya karena
dendamnya. Min Sik mengatakan ada banyak psikopat yang juga melakukan itu
karena alasan sepele. Alasannya kuat untuk melakukan itu. Bawahan Jae Joon
mengatakan ia tidak peduli dia psikopat atau sosiopat. Segera cari dan
kembalikan dia ke tempatnya. Selain itu kamu yang berjanji bahwa Jae Hwan tidak
akan keluar dari penjara hingga rapat dewan Taekang usai.
Jae Joon melihat berita kecelakaan itu, bawahannya
menghampirinya. Jae Joon mendengarkan berita itu kalau Jae Hwan ada di bus itu.
Min Sik memerintahkan agar mengirim pelat nomor mobil Yi Je ke kantor polisi
dan cari dia. Kerahkan lebih banyak petugas patroli dan cari daerah ini. Gil
Sun mengerti lalu pergi. Min Sik akan pergi bersiap pergi dengan Cheol Min. Tiba-tiba
dr.Kim dari rs Haeun menelepon Min Sik. Min Sik mengatakan ia sedang sibuk,
mari bicara nanti. Namun dr.Kim mengatakan ini mendesak, ada pasien darurat.
Min Sik mengatakan beri tahu mereka tidak ada dokter. Lalu dr.Kim mengatakan
dokter itu juga datang. Min Sik kesal dan mempertanyakan siapa dokternya.
Tiba-tiba Yi Je berada di samping dr.Kim dan mengatakan ini aku Yi Je.
Jae Joon masih mendengarkan berita kecelakaan itu. Ia
mempertanyakan kepada bawahannya di mana Ktua Direktur Mau Yi Ra. Bawahannya
mengatakan menurut pelacakan ponsel kami, dia berada di dekat TKP. Jae Joon
berkomentar kamu berencana mengambilnya sebelum dia tiba di lapas. Ia
mempertanyakan siapa yang kamu bilang mengambil Jae Hwan.
Di telepon Yi Je mengatakan kami harus memeriksa hasil
pindai CT-nya, namun sepertinya ini intercostal artery bleeding. Dia harus
segera di operasi, ia harus bagaimana. Min Sik mengatakan kamu tidak hanya
sengaja memindahkan tahanan yang sedang dipindahkan, tapi juga akan melakukan
operasi tanpa persetujuan dari perwakilan hukum. Kamu tahu seberat apa
kejahatan itu. Yi Je mengatakan kejahatan, berarti ia harus mengabaikan pasien
ini.
Min Sik mengatakan kapan ia berkata begitu, tugasmu sudah
selesai dengan memindahkannya ke rs. Biarkan mereka menaganinya dan keluar dari
sana. Ia mempertanyakan dr. Kim apa pengerasnya aktif. Lalu dr. Kim mengatakan
ia mendengarkan. Min Sik mempertanyakan bagaimana keadaan pasien. dr.Kim
mengatakan berkat pengobatan langsung tanda vitalnya normal dan dia bisa
bernapas dengan lancar. Min Sik meminta agar dr.Kim menanganinya. Yi Je
mempertanyakan siapa yang akan mengoperasi, ia ragu Min Sik akan melakukannya
dr.Kim seorang ahli bedah saraf. Min Sik mengatakan itu tidak berkaitan
denganmu, ia akan tutup teleponnya.
Yi Je mengatakan jika kamu tutup, tamatlah riwayatmu. Yi Je
mematikan pengeras suara. Yi Je mengatakan dengarkan ucapanku. Lihatlah di
sekitarmu, siapa yang kamu lihat. Jae Hwan yang akan dipindahkan mengalami
kecelakaan besar dan harus dioperasi. Pengajuan penundaan eksekusi bergantung
pada hasil operasi. dokter yang bisa mengoperasi sekarang hanya dokter dari rs
Taekang tempat ibunya menjabat sebagai pimpinan. Benarkah menurutmu ini
kebetulan. Min Sik mengatakan kalau begitu, maksudmu kecelakaan ini sudah
direncanakan. Yi Je mengatakan kita akan tahu kecelakaan itu direncanakan atau
tidak tergantung pada pengoperasinya. Tentukan pilihanmu, ia atau dokter dari
rs Taekang. Min Sik mengatakan ia paham maksud perkataan Yi Je. Namun ia tidak
mempercayai orang yang mau bersepakat memakai nyawa pasien. Ia meminta agar
memberikan ponsel itu ke dr.Kim. Yi Je memberikan hp itu kepada dr.Kim. Min Sik
mengatakan kepada dr.Kim agar mengusir Yi Je.
dr.Kim menghampiri Yi Je, ia minta maaf dan meminta Yi Je
pergi. Lalu dr.Kim pergi meninggalkan mereka. Jae Hwan tertawa dan mengatakan
sudah jelas ia katakan pecundang sepertimu tidak mungkin bisa menyentuhku. Yi
Je membenarkan, kamu tahu ia tidak akan menyentuhmu hingga kamu memohon agar
aku mengobatimu. Kamu tahu hasil pindai CT-mu menunjukkan bahwa kamu pasti akan
mati sebelum Min Sik tiba. Bukankah kamu harusnya menanyakan alasannya dulu. Ia
beritahu alasannya, ia mengobatimu agar kamu bisa dipindahkan kemari. Tapi
sepertinya pecahan kaca itu akan membuat ususmu pecah. Jae Hwan kesal dan
mengatakan memangnya kamu dokter yang begitu cakap. Dokter apa yang mampu
memberi pertolongan pertama dengan memikirkan hasil seperti itu.
Yi Je mengatakan ia juga penasaran seberapa berbakatnya ia
menjadi seorang dokter. Yi Je pergi, ia menundukkan kepala kepada dr.Kim.
Tiba-tiba kondisi Jae Hwan menurun, dr.Kim langsung menaganinya.
Ibu Jae Hwan datang ke TKP. Ia melihat ada Min Sik di sana.
Min Sik dalam hati mengatakan Mo Yi Ra pimpinan rs Taekang. Yi Ra menghampiri
Min Sik, ia mempertanyakan kamu ingat aku bukan. Min Sik mengiyakan. Yi Ra
mempertanyakan di mana Jae Hwan. Min Sik minta maaf, tapi kami menangani
pengobatan tahanan kami siapa pun orangnya. Ia pamit pergi. Yi Ra mengatakan
kamu tahu siapa pemilik rs Taekang, Jae Joon bukan satu-satunya pilihanmu.
Entah apa yang dia janjikan, namun ia juga mampu memberikannya padamu.
Di mobil Yi Ra bersama Min Sik. Min Sik mendapat telepon
dari Pak Choi yang merupakan bawahan Jae Joon. Pak Choi mengatakan kepada Jae
Joon kalau Min Sik tidak menjawab. Jae Joon mempertanyakan di mana Yi Ra. Pak
Choi mengatakan dia menuju rs Haeun. Sepertinya Min Sik sedang bersamanya. Jae
Joon mendapat telepon dari nomor tidak dikenal, namun ia tidak mengangkatnya.
Orang yang menelepon itu mengirim pesan kalau dia adalah Yi Je.
dr.Kim menagani Jae Hwan, namun kondisinya terus menurun.
Akhirnya dr.Kim menemui Yi Je yang sedang telpon dengan seseorang. Di telepon
Yi Je mengatakan bagaimanapun itu permintaanku, tentukan tindakan yang ingin
kamu ambil. Ia akan menunggu teleponmu. Yi Je menutup teleponnya.
Yi Je mempertanyakan bagaimana tanda vitalnya. Lalu dr.Kim
mengatakan denyut nadinya terus menurun. Sebelum masuk Yi Je memberikan
stetoskop kepada pria tahanan itu.
Mereka mulai bersiap untuk mengoperasi Jae Hwan. Yi Je
mengatakan kepada Jae Hwan kamu bisa mendengarku bukan, bagaimana perasaanmu.
Kamu pasti takut, wanita hamil itu meninggal karena kamu. Bisakah kamu
membayangkan perasaannya saat itu. Memohonlah agar ia menyelamatkanmu. Kenapa
kamu tidak mau, Jae Hwan menangis. Tiba-tiba kondisinya menurun. Yi Je
mengatakan ia berubah pikiran, kamu harus mati.
No comments:
Post a Comment