Saturday, 21 March 2015

Sinopsis Blood Episode 10

Episode sebelumnya diakhiri dengan Ji Sang melihat Jae Wook juga dalam foto artikel tersebut. Beralih ke kyung In yang gelisah menunggu, lalu mencari informasi searching di komputer  tentang pengobatan baru di RS Taemin tetapi tidak ada data, lalu mengambil hp dan menghubungi seseorang tapi nomor sibuk lalu meningggalkan pesan dan ternyata yang dihubungi seorang Editor.


Tiba-tiba Seok Joo datang dan memarahi Kyung In tentang artikel rahasia. Awalnya Kyung in memberotak  tapi akhirnya luluh juga dan minta maaf pada Seok Joo dan Seok Joo mengatakan ini peringatan terakhir.




Seok Joo keluar ruangan dan diluar bertemu dengan Ri Ta. Lalu Ri Ta mengatakan tentang menghilangkan pertemuan rapat antar dokter (Sistem pertemuan), Seok Joo beralasan untuk meminimalkan pemborosan. 

Ri Ta berkata, "apa ini karena direktur?" 

Seok Joo berkata agar Ri Ta diam dan fokus pada pekerjaannya, "kau sama saja dengan wakil direktur !" Sahut Ri Ta. 

Ri Ta maelihat tangan Seok Joo gemetar, Lalu Ri Ta bertanya, "apa baik-baik saja?" Seok Joo pun pergi sambil menggenggam tangannya yang gemetar. 

Ri Ta sudah diruangan Kyung In, Lalu Kyung In berkata, "Apa itu benar?" 

Ri Ta menjawab, "iya, aku belum pernah melihatnya seperti itu." Flashback Ri Ta melihat tangan pamannya gemetar. 

Kyung in berkata kalau ia tidak tahu, dan akan memastikan paman Ri Ta mendapatkan pemeriksaan jangan khawatir. Dan Ri Ta meminta maaf pada bibinya karenanya jadi mendapat masalah dengan paman. Bibinya berkata tidak, lalu Ri Ta berkata bibinya tidak melakukan sesuatu yang salah, pamannya lah yang selalu marah pada bibi sedangkan ibu (mama Ri Ta) selau berkata bahwa bibi cantik, jujur dan cerdas. Lalu  Kyung In berkata bahwa dia juga merindukannya karena baik dan memperlakukannya seperti adik kandungnya.

Dengan wajah marah dan kesal  sambil melepaskan plaster di pipinya Ji Sang menuju ke sebuah ruangan, setelah membuka ruangan tersebut ternyata Jae Wook sedang bersama Seok Jon. Akhirnya Ji Sang pun minta Maaf dan mengatakan akan menemui Jae Wook lain Waktu dan pergi. 

Seok Jon bertanya, "apakah Ji Sang kemari karena masalah sistem pertemuan?" Jae Wook mengatakan bahwa ia tidak yakin dan akan membicarakan lain waktu. Ternyata yang memanggil Seok Joo ke RS ada Jae Wook, lalu Jae Wook mengajak ketua untuk melihat hasil yang lebih menakjubkan reaksi dari percobaannya.  

Hyun woo di telpon memberi tahu Ji Sang agar tenang, ia mengibaratkan tali yang disimpul jika melepaskan dengan buru-buru tali akan rusak jadi hati-hati dan melepaskan perlahan. 

Ji Sang bertanya bagaimana caranya Hyun Woo menjawab, "jangan memberi tahu foto yang ada Jae Wook karena kemungkinan Ji Tae belum mengetahuinya." Hyun woo juga mengatakan kalau tanyakan saja pada Ji Tae tentang hubungan orang tuamu dan ayahnya, dan pada direktur harus hati-hati sampai kita tahu segalanya tentannya karena yang dia katakan tidak masuk akal. 

Hyun Woo bertanya, "apa ia tahu wajah ayahnya?" 

Hyun Wook menjelaskan bahwa diartikel disebutkan mereka menikah tapi Hyun Woo mengatakan saat ia melihat wajah itu pertama kali ia tau bahwa itu ayah Ji Sang karena sangat mirip dengan Ji Sang. Ji Sang pun melepas hpnya dan menatap gambar itu.



Soo Eun terus menggoda Ri Ta yang berduaan dengan Ji Sang dikamar saat Ri Ta sakit, sambil digoda Soo Eun Ri Ta pun hanya memalingkan sambil membatah. Uhuk-uhuk hemmm.  Lalu Soo Eun berkata, "siapa yang datang," ternyata Ji Sang. 

Soo Eun memberi  hormat Ji Sang menoleh dan membalas, Soo Eun melihat pipi Ji Sang dan terkejut lalu bertanya pada Ri Ta pipi Ji Sang terlihat bersih seperti tidak ada ada luka jahitan lalu Ri Ta menjawab bahwa jahitan apa, luka itu hanya goresan dan cepat sembuh Soo Eun tak percaya karna yang dia lihat lukanya di jahit.

 Ri Ta pergi sambil berkata, "apa yang kau bicarakan?" 

 Soo Eun pun memanggil,  "ya Ri Ta." Hehehhehehe lucu banget Ri Ta. 





Ji Sang menemui Ji Tae mereka membicaran tentang foto artikel dan tentunya tanpa memberitahu foto yang ada gambar Jae Wook. Ji Te ternyata mengetahui nama orang tua Ji Sang tanpa Ji Sang memberitahu, ia tahu dari jurnal ayahnya. Ji sang ingin mengetahui penelitian itu.


Gerrard yang sedang minum kaget, Il Nam mengatakan suasana hatinya kemarin dikantin sedang baik, karena dipromosikan jabatan, bagaimana itu bisa terjadi ketika dia pulang (mereka lagi ngobrol Gerrad, Il Nam , Ho Yong). 

Ri Ta  dan Soo Eun lewat lalu bertanya, "apa yang terjadi?" 

Lalu Il Nam menjelaskan tentang dr Lee. Ho Yong melanjutkan yang menjelaskan tentang kecelakaan di parkiran terjadi ketika dr Lee mabuk, Ri Ta terlihat kaget mendengarnya. 

Ji Tae berkata bahwa penelitiaan itu warisan turun menurun, "jadi berikan aku waktu berfikir."

Ji Sang berkata ia kan memberikan waktu untuk Ji Tae berfikir. Soo Eun berlari ke ruangan Ji Tae dan mengatakan tentang dr Lee.


Jae Wook dan Seok Joo ternyata sudah di ruang physiotherapy melihat pasien yang gejala penyakitnya seperti ketua yang sedang di terapi, Jae Wook memperlihatkan keadaan pasien sebelum menerima obat dari penelitiannya dan setelah diberi obat tersebut kemajuan pasien sangat pesat, Seok Joo berkata, "apa ia bisa menjadi subyek tesnya sekarang?" Jae Wook mengatakan agar ketua menunggu. 

Ji Tae diruangannya berfikir lalu berkata pa soo Eun untuk mempersiapkan kotak pengambilan darah, ternyata mereka akan mengambil contoh darah pasien bangsal 21A Soo Eun awalnya kaget tapi ia mengikuti seniornya juga, lalu mereka pun mengambil darah pasien.



Di ruang tiam keamanan terlihat kejadian tersebut langsung tim kemanan menuju bangsal 21A. 
 
Ri Ta dan Ji Sang sambil berjalan membicarakan tentang kematian dr Lee yang aneh karena setelah beberapa waktu lalu berpihak pada direktur dan dr Lee memang suka mabuk dan hafal jalan parkiran jadi bisa jalan dengan mata tertutup. Ji Sang malah berkomentar, "apa kau CSI (penyelidik kasus kematian)." Hahaha. 

Ji Sang dan Ri Ta melihat team kemanan berlari menuju bangsal 21A, tanpa banyak berkata Ji Sang ikut lari, lalu Ri Ta bergumam kenapa dia langsung lari seharusnya mengatakan sesuatu dulu. Hahahaah :D. Lalu Ri Ta pun mengikutinya. 

Soo Eun dan Ji Tae telah selesai mau keluar dari bangsal tapi dihadang oleh tim keamanan. Team kemanan meminta darah tersebut tapi Ji Tae tetap mempertahankannya. Team keamanan akan menyerang untung ada Ji Sang yang melawannya. Ji Sang masih sabar tidak memakai kekuatan penuh, "tapi kalau tetap tidak boleh." Eeehhh Ri Ta malah ikut-ikutan malah berkata untuk lanjutkan dan pergi, "kami akan mengurusnya." ( Ri Ta ma Ji Sang gitu hahahhahahhaahah).



Akhirnya ketua, direktur dan Hye Ri datang. Dan akhirnya Ji Tae pun nyerah dan menyerahkan contoh darahnya dan membicarakannya baik-baik. Hye Ri berjalan Menuju Soo Eun ternyata Hye Ri mengambil contoh darah di saku Soo Eun.

 
Mereka pun ngoborol di ruangan ketua menyayangkan kenapa dokter terhormat seperti Ji Tae melakukan itu, Ji Tae mengatakan bahwa ia ini karena kenapa pengembangan obat harus dirahasiakan, lalu Jae Wook mengatakan bahwa ini salahnya lalu ketua berkata, "Jae Wook harus bertanggung jawab." Ji Sang berkata bahwa kenapa tidak membuka pengembangan obat baru bagi kita. 



Kyung In mengatakan kalau itu insiden besar terima kasih sudah meberitahuku ternyata sedang berbicara dengan seorang suster. Kyung In bertanya, "apa mungkin suster mengambil darah,? suster itu menjawab, "mungkin tapi dikamar terdapat cctv dan setiap keluar bangsal harus melewati team keamanan."


Di ruangan Ji Sang berkumpul Ri Ta mengatakan kenapa tidak menyembunyikan di saku belakang atau bra saja yang lebih aman ahahhahaha, lalu Soo Eoun berkata, "klo disembunyikan di bra kan jatuh." Sambil memperagakan.

Ji Tae menghetikan Soo Eun. Mereka pun membahas, lalu Ji Tae berkata, "yang memegang kontrol adalah Direktur." 

Soo Eun kedinginan dan Ji Tae berkata pokonya kantormu dingin padahal masih musim semi kenapa AC dinyalakan. Ehh malah Ri Ta berkata kalau dia sangat marah pada ketua jadi ia menghidupkan AC untuk mendinginkannya karena terasa panas, Ji Sang pun tersenyum. Kkkkk.

Direktur berpapasan dengan Ji Sang tapi Ji Sang tidak menoleh lalu direktur menyapanya. Direktur bertanya kenapa Ji Sang ke kantornya apa tentang  bangsal 21A atau sistem pertemuan? Ji Sang mengingat kata-kata Hyun Wook yang berkata tentang hati2 terhadap direktur. Lalu Ji Sang menjawab, "tentang keduanya." 

Jae Wook berkarta eharusnya ia menjelaskannya, Ji Sang mengatakan sudah terjadi lalu pergi. Jae Wook melihat tatapan Ji Sang yang aneh sambil berfikir.


Pasien Ja Bok kejang Hye Ri memberikan suntikan kejangpun berhenti, Jae Wook menghampirinya dan mengatakan bahwa pasien tidak dapat bertahan 2-3 hari. 

Jae wook berkata, "pasien akan mengalami kehidupan baru." 

Ji sang memeriksa pasien lalu menyuruh Ga Yeon memberikan obat setiap 4 jam. Pasien tersebut berterima kasih karena Ji Sang mau meemberikan perawatan kepadanya. Anak dari pasien tersebut berkedip Ga Yeon mengangguk, Ji Sang memperhatikannya.


Lalu Ji Sang dan Ga Yeon ngobrol baru mau mulai Ri Ta datang Ga Yeon pun berhenti berbicara. Lalu Ri Ta berkata apa ia tidak boleh tau permasalahannya, lalu pergi tapi akhirnya Ga Yeon menceritakannya.


Mereka pun diskusi Ga Yeon pun menceritakan keinginan anak dari pasien untuk mengantarnya ke altar. Ji Sang mengatakan harus menkonsultasikan ke dep umum, Ri Ta menjawab, "kita lakukan besok." 

Ri Ta bertanya, "kenapa JI Sang menatapnya begitu?" 

Ri Ta berkata, "dep Umum mereka murah hati."



Ri Ta dan Ji Sang berjalan bersama Ri Ta bertanya alasan kenpa Ji Sang berubah pada pasiennya, Ji Sang berkata ia tidak tahu, Ri Ta menjawab, "apa kau menyesal?" 

Ji Sang menjawab ia tidak tau lalu Ri Ta berkata, "pikirkanlah." Ri Ta pun pergi lalu berbalik tersenyum dannn Ji Sang pun tersenyum. 

Di ruangannya Jae Wook berfikir tentang perubahan sikap Ji Sang serta saat dirinya melihat hasil rekaman cctv kebersamaan Ji Sang dan Ri Ta lalu bergumam dalam hati agar Ri Ta tidak mengetahui banyak.


Il Nam sedang memeriksa pasien berkata apa ada yang tidak nyaman, pasien berkata lehernya kaku, lalu Il Nam memeriksa leher pasien dan sedikit terkejut.



Ji Sang keluar dari kantor setelah jalan beberapa saat lalu berbalik lagi melangkah dan berhenti dan mengeluarkan uang koin untuk menentukan keputusannya dan ternyata hasil lemparan koin membuat Ji Sang agak kesal gimana gitu hahhaaha lalu kembali dan menuju sebuah ruangan ternyata ke ruangan Ri Ta dan bertanya, "apa sudah makan?" 

Ri Ta bilang dia baru selesai operasi 10 menit yang lalu Ji Sang mengajak Ri Ta makan malam. Ri Ta menjawab, "apa karena merasa bersalah karena melakukan tugas operasimu?" 

Ji Sang berkata, "bukan itu tapi ini makan makan malam team."

 Ri Ta menjawab, "makan apa,? lalu Ji Sang mengatakan, "apapun yang kamu mau makan." hahhahahha 

Ri Ta menjawab, "seharusnya kamu membuat tiga pilihan." kkkkkkkkk. Akhirnya Ji Sang mengatakan, "ayo kita makan disana."


Akhirnya mereka makan malam bersama, mereka pun mulai pembicaraan dengan Ri Ta meminta bantuan Ji Sang dan mengatakan mulai hari ini ada 100 pertanyaan dan 100 jawaban tentang vampir waduh hehehhehe,  tentu aja Ji Sang gak mau menjawabnnya tapi Ri Ta mulai dechhh dan mulai sekarang pertanyaan akan diacak tergantung situasi. Ji Sang tidak mau tapi tetep Ri Ta mengatakan pertanyaan pertama, "apa vampir benar-benar minum darah?" 

Ji Sang mengatakan bahwa semua orang tahu jawabannya. Ri Ta mengatakan, "kamu juga?"

Ji Sang menjawab, "tidak." 

Ri Ta bertanya, "apa yang kamu makan?" 

Ji Sang menjawab, "Susu, sayuran dan sedikit karbohidrat." Ji Sang juga mengatakan bahwa ia tidak memiliki indra perasa. Pertanyaan aneh Ri Ta, "apa kamu ke kamar mandi?" 

Ji Sang menjawab, "tentu apabila kita makan harus mengeluarkannya." kkkkkkkkk lucu banget adegan ini.


Hidangan pun datang Ri Ta menyuruh Ji Sang makan, lalu Ji Sang menjawab, "tidak," akhirnya sama Ri Ta disuapin. hahhahhah. 

Ji Sang makan sambil berbicara, sedikit kesal. Ri Ta malah menggodanya terus akhirnya mereka tersenyum.


Ri Ta di parkiran seperti ada yang mngikuti lalu berjalan cepat( yang mengikuti Ri Ta anak buah Jae Wook) lau menuju lift dan segera menutupnya.




Di Rumah Ji Sang dan Hyun Woo membahas tentang ayah Ji Tae  dan Ji Tae sendiri (luuvy lewat sedang bersih2). Ji Sang menceritakan bahwa ia sedang meminta bergabung kepada Ji Tae, sedangkan pada Jae Wook dia diam.

Hyun woo mengatakan, "itu bagus." Ji Sang juga memikirkan tentang pembicaraannya dengan Jae Wook bagaimana dia terinfeksi. Lalu berkata pada Hyun Woo bahwa Jae Wook seolah-olah berkata bahwa ia satu-satunya. Hyun woo menduga pasti ada sesuatu dia berbohong untuk tujuan tertentu. Hyun Woo menduga yang menciptakan virus VBT-01 adalah ayah Ji Tae. 

Ji Tae diruangannya sambil melihat gambar arikel yang diberikan Ji Sang dan memikirkan kata-kata Ji Sang yang menyuruhnya menghentikan penelitian ini. Ji Tae bergumam dalam hati, "Ji Sang pasti mengetahui sesuatu melebihi dirinya."



Ji Sang menatap Layar gambar akhirnya bisa melihat wajah ayahnya. Ibunya tidak pernah memperlihatkan agar Ji Sang kuat menatap masa depan. Ji Sang memutar kembali vidio ibunya kata2 ibunya “mereka ingin menggunakan virus untuk tujuan buruk, ayah dan ibu tidak setuju”.




Ri Ta dirumahnya sambil mengetik daftar pertanyaan dan tentu saja sambil senyum2, salah satu pertanyaan, apakah vampir akan berubah saat berciuman?

Tetapi pertanyaan itu dihapus, lalu Ri Ta teringat sesuatu, sebuah kotak berisi gaun cantik.



Ji Sang dan Hyun Woo sedang sarapan, Hyun Woo kaget Ji Sang mengungkapkan identitasnya lalu Ji Sang berkata kalau itu gadis jeju, wawawawa Luuvy bilang menakjubkan apalagi pas bilang gadis itu Ri Ta Luuvy dan Hyun Woo terkejut. Lalu Ji Sang pun pergi.


Jae Wook sedang berbicara dengan juniornya Ji Sang menatapnya, setelah selesai Jae Wook memberi salam pada Ji Sang, Ji Sang membalasnya lalu pergi (Jae Wook curiga tatapan Ji Sang. 

Na Jung diberi suntikan, tapi ia mengeluh, suster berkata Na Jung juga membuang obatnya. Ri Ta berkata, "kalau tertangkap melakukan itu aku akan melakukan suntikan yang lebih sakit." 

Ji Sang datang, Ri Ta menakuti Na Jung, Na Jung berubah saat Ji Sang menasehatinya. Na Jung berubah menjadi lembut.

Ri Ta berkata apa alasannya, Na Jung berkata, "Ji Sang tampan." 

Il Nam datang dan bertanya, "ada keributan apa?"

Na Jung dengan nada kasar berkata, "Kau Siapa!" 

Il Nam terkejut dan berkata pada Ri Ta, "dia kenapa?" Ri Ta hanya menggeleng. Ri Ta melihat jam dan berkata pada Ji Sang, "ini waktunya," lalu mereka pergi.



Ternyata kotak berisi gaun tersebut ia berikan kepada anak pasien Ji Sang sebagai hadiah. Gaun tersebut diberikan ibu R Ta pada saat ia berulang tahun. Acarapun dimulai karena belum ada pengantin pria jadi kurang lengkap, akhirnya Ji Sang dipaksa Ri Ta awalnya menolak tapi akhirnya maju. Akhirnya impian pasien Ji Sang terwujud mengantar putrinya ke altar diiringi piano yang dimainkan oleh Ga Yeon dan upacara dipimpin Suster, lalu ditengah perjalanan berhenti dan anak itu berkata ia tidak akan melupakan tangan ayahnya. Tiba-tiba kondisi pasien Ji Sang memburuk.

Ri Ta berkata ini sudah waktunya, Ji Sang mengatakan ia tidak dapat melakukan apa-apa. Ji Sang, Ri Ta dan Ga Yeon terlihat sedih.

 
Ji Sang dan Ga Yeon memeriksa suster, lalu Ji Sang berkata ia melihat artikel tentang suster yang telah banyak membantu anak-anak yang membutuhkan (jumlahnya yang dibantu banyak bangetttt). Suster pun tertawa, "dimana Ji Sang membaca?" tanya suster tersebut. 

Ji Sang berkata, "apabila suster kembali dikehidupan baru apakah akan menolong anak-anak." Suster menjawab, "itu menyenangkan, tetapi yang diatas tidak akan mengijinkannya." 

Ji Sang berkata, "seandainya bagaimana?" suster hanya tertawa.

Ji Tae dikantor Kyung In, mereka membahan tentang team pengembangan obat. Kyung In mengatakan bagaimana klo ia mendapatkan darah dan meminta Ji Tae mempercayainya.

Jae wook diruangannya berfikir dan tersenyum. Hye Ri menemui istri pasien Ji Sang. Kyung In menatap dokter-dokter yang keluar dari bangsal 21A diperiksa ketat team keamanan. Kyung in menemui suster dan mengatakan pengambilan darah walaupun sedikit lakukan tanpa perhatian serta menyuruh suster tersebut tidak khawatir.

Ji Sang berpapasan dengan Jae Wook mereka ngobrol. Jae wook bertanya pada Ji Sang sepertinya banyak yang ingin disampaikan tapi Ji Sang menyimpannya

Ji Sang menjawab, "tidak ada yang ingin ia bicarakan." 

Jae Wook berkata, "tentang pasien Ji Sang.? Jae Wook berkata bahwa Ji Sang pasti sedih tidak dapat memberikan harapan untuk sembuh, suatu hari kita tidak akan merasa seperti itu lagi. Ga Yeon melihat tempat tidur pasien Ji Sang sudah dibersihkan, lalu Ga Yeon bertanya, "dimana pasien?" suster berkata, "kau Tidak tahu?" Ji Sang dan Ga Yeon berjalan cepat. 

 
Hye Ri sedang menyuntikkan obat ternyata kepada pasien Ji Sang. Ji Sang dan Ga Yeon di bangsal 21A.

Ji Sang berbicara kepada istri Pasien, Ji Sang pun marah kenapa istri pasien melakukan ini. Lalu istri tersebut menceritakan. Flasback, Hye Ri yang membujuk istri tersebut dan membebaskan biaya RS. Ji Sang mengatakan ia akan merawatnya kembalilah sambil memohon. Tapi istri berkata ini harapannya, dan meminta Ji Sang pergi. Ji Sang pun pergi dengan kemarahan dan teringat pertemuan terakhirnya dengan Jae Wook.




Ji Sang berpapasan dengan Ri Ta, Ri Ta menghentikannya Ji Sang berkata, "lepaskan." 

Ri Ta  melihat wajah Ji Sang melepaskan lengan Ji Sang, Ri Ta takut dan Kaget. Jae Wook keluar dari mobil diparkiran ternyata sudah ditunggu Ji Sang. Merekapun berkelahi

Komentar :
Episode ini Ri Ta perhatian pada Ji Sang bahkan sebaliknya dan bikin senyum-senyum. Semoga ketua cepet sadar ya ini bukan yang terbaik. Semoga Ji Tae dan Ji Sang dapat saling membantu. Makin penasaran drama ini ;). Penasaran sama bibi Ri Ta jadinya hemmm.


Friday, 20 March 2015

Sinopsis Blood Episode 4



Ji Sang ditembak suntikkan oleh seseorang terkena lehernya, Ji Sang terjatuh kukunya mulai memanjang dan mencoba mencabut suntikkan tersebut. Ji Sang pun berdiri, anak buah Jae Wook dan Ji Sang beradu lagi tapi ternyata Ji Sang lebih unggul. Anak buah Jae Wook yang membawa suntikkan tadi membantu dan akhirnya Ji Sang terjatuh. Ji Sang dengan sempyongan menahan sakit mencoba keluar dari lorong tersebut.

Jae Wook mendapat telpon dia menjawab, "baiklah kerja bagus."

Ri Ta merawat pasien dan menanyakan pada wali, "apakah pasien sebelumnya mengkonsumsi aspirin?"

Dan walipun mengiyakan karena sering sakit kepala sebelah. Ri Ta pun memarahi wali pasien karena seharusnya bilang kalau dia mengkonsumsi obat tersebut. Karena aspirin darah tidak dapat menggumpal, itu yang menyebabkan pendarahan. Wali minta maaf dan bagaimana keadaannya, Ri Ta menjawab, "tidak apa-apa kami bisa mengatasinya karena belum terlalu parah."

Ri Ta bertanya siapa yang memeriksa bagian obat yang dikonsumsi pasien ini, dokter magang menjawab Ga yeon. Ga Yeon berlari ke kamar pasien tersebut. Akhirnya Ri Ta pun mengomeli Ga Yeon. Sambil menuju mobilnya Ri Ta bergumam pada saat interview ia sudah mengira ini akan terjadi  karena kemampuannya minim.


 
Ri Ta melihat Ji Sang berjalan sempoyongan dan berkata, "ada apa dengannya?"

Ji Sang terjatuh, Ri Ta menghampirinya. Saat memeriksa nadi di leher Ri Ta merasa aneh karena ini terasa dingin sekali. Ri Ta pun meminta bantuan untuk membawanya ke dalam Rs.

Ga Yeon dan suster menghampiri, tapi Ri Ta mereka lanjutkan pekerjaan karena dia akan mengurusnya. Ri Ta melihat monitor dan aneh melihat hasilnya, juga saat mengukur suhu hanya 27,10C. Ri Ta membuka suntikkan, Ji Sang mengigau, "ibu tidak, ibu harus tetap hidup."

Saat Ri Ta bersiap mengambil darah Ji Sang sadar ehhh malah marahin Ri Ta. Ri Ta pun Kesal. Lalu Ji Sang pun. Ri Ta mengikutinya, ternyata Ga Yeon menunggu diluar ruangan ER melihat Ri Ta yang mengikuti Ji Sang.

Ri Ta meminta penjelasan Ji Sang apa yang terjadi tapi Ji Sang menolak malah marah-marah ke Ri Ta. Ri Ta meminta Ji Sang memberitahu apa yang disembunyikan ia akan merahasiakan tapi Ji Sang menolak dan pergi.


Anak buah Jae Wook mengatakan apa yang akan dilakukan terhadap Ji Sang. Jae Wook menjawab, "Ji Sang melupakan siapa dirinya sebenarnya."

Dan Jae Wook akan menunjukkanya kebebasan seharusnya. Dan menunjukkan dia  kebenarannya bahwa ia unggul. Anak buah bertanya apa akan menjadikkannya bawahan, ia berbahaya.

Jae Wook berkata, "dia tidak akan tahu apa-apa. Kita harus tahu seberapa jauh Ji Sang kehidupan seperti manusia karena orangtuanya pun sama melakukan hal tersebut." (sambil memperlihatkan foto).


Luuvy memeriksa tanda vital Ji Sang dan menyuruh menurunkan suhu tubuhnya. Hyun woo kesal kenapa harus ditembak. Ji Sang kesal ehh Luuvy malah memberikan musik tambah kesal Ji Sang. Luuvy mengganti lagu, Ji Sang kesal dan akan menyerang Luuvy tapi dicegah Hyu Woo. Luuvy berkata, "serangan terditeksi," sambil mundur. 

Lalu Ji Sang menyuruh Hyun Woo menganalisa cairan suntikan tersebut. Hyun Woo mengerti perkiraan Ji Sang, lalu mengajak Luuvy keluar agar Ji Sang istirahat.



Ri Ta mencari tahu tentang abnormal hypothermia. Pagi hari Hyun Woo dan Ji Sang membahas tentang kejadian kemarin. Hyun Woo menduga itu metode lama yang sama digunakan membunuh ibumu. Ji Sang berkata, "tetapi orang-orangnya berbeda."

Hyun Woo berkata, "itu orang baru karena virus teersebut mudah ditularkan."

Hyun Woo terpesona pada Ri Ta, tapi Ji Sang berkata, "kau memiliki penglihatan dia cantik?" Hyun Woo mengangguk.

Luuvy malah menayangkan tubuh Ri Ta, Ji Sang melihatnnya, Hyun Woo komentar, "wow," malah dilempar sayuran. Luuvy mengingatkan itu Sayuran bukan untuk mainan, ee luuvy juga mendapat serangan dan berkata, "serangan terditeksi." Hyun Woo memberikan hadiah pada Ji Sang.


Ketua menemui direktur dan membahas tentang bangsal 21A. Jae wook berkata, "bangsal akan dibuka besok, dan berharap keraguan ketua menjadi keyakinan."

Ji Sang ke ruang keamanan, team keamanan menanyakan kenapa Ji Sang sering kesini. Lalu Ji Sang pun menjawab kalau dia phobia terhadap kamera.

Soo Eun dan Ri Ta membicarakkan tentang kejadian Ri Ta kemarin. Soo Eun berkata, "suhu 270C mayat."

Soo Eun bertanya, "apa kita punya pasien seperti itu?" 

Ri Ta menjawab, "tidak itu hanya imajinasiku." Ri Ta pun terlihat kesal.


Ji Sang sedang berjalan tiba2 Ri Ta mengikutinya Ji Sang pun berbalik. Tapi Ri Ta berpura-pura menelpon tapi ternyata hpnya berdering (ketahuan dech hahha). Lalu Ji Sang pun pergi, Ri Ta mengangkat telpon ternyata dari pengirim paket hehehe. Team keamanan melaporkan kejadian semalam pada Jae Wook. 

Ri Ta menanyakan alat yang digunakan kemarin apakah berfungsi dengan baik. Suster menjawab, "iya berfungsi dengan baik semua alatnya."

Ri ta melihat juniornya sedang bermain-main dan memarahi mereka untuk kembali bekerja.



Ri ta ke ruangan Ji Sang dan mencoba mendekatkan tangannya ke lehernya tapi ternyata Ji Sang terbangun dan Ri Ta berpura-pura berkata, "apakah dapat melakukan gerakan ini." Ji Sang pun menirunya lalu Ri Ta pun pergi.



Ehh diluar Ri Ta berpapasan dengan Ji Sang mendekati Ri Ta dan Ji Sang menyenderkan tangannya ke tembok dan meminta Ri Ta menjaga jarak dengannya lalu JI Sang pun pergi.

 
Seorang Pasien meminta soju tetapi suster mencegahnya. Para suster bergumam pada dokter magang pasien disini meminta makan terus dan keluar masuk sesukanya. Team pengembang obat baru menemui suster. Dan Hye Ri memperkenalkan diri. Kyung In menatap mereka dari kejahuan. 

Kyung In mengobrol dengan Ji Tae. Kyung In meminta Ji Tae untuk mengawasi team pengembang obat baru. Tapi sayangnya Ji Tae tidak tertarik. Tapi Kyung In akan memberikan dukungan terhadap proposal yang diajukan Ji Tae. Lalu Ji Tae berkata ia akan mempertimbangkannya lalu pergi.
Ji tae melewati ruangan team pengembangan obat baru Hye Ri memberi salam Ji Tae tersenyum.

 
Pertemuan para dokter. Jae wook berkata, "besok pembukaan bangsal 21A dan mengharapkan dukungan para dokter." Pasien Ji Sang berdoa dengan suster, Ji Sang melihatnya ada Ri Ta juga disana. Seperti biasa Ji Sang bersikap dingin pada pasiennya.

 
Setelah meninggalkan ruangan Ri Ta mengikutinya. Ri Ta dan Ji Sang pun bersitegang lagi. Anak ayah pasien berlari dan menghampiri mereka dan berbicara pada Ji Sang agar merawat ayahnya.

Ri Ta menjawabnya dengan lembut tapi Ji Sang dengan dingin berkata, "akan melakukan terbaik, tapi tidak berjanji dapat membuat ayahnya bertahan lebih lama." Ji Sang pergi lalu Ri Ta yang menenangkan anak itu.

Seorang pasien datang bersama anak-laki-laki, ternyata Ga yeon sedang dimarahai seniornya karena memanggil Jae Wook. Jae Wook datang dan berkata tidak apa-apa dia juga dokter bedah. Pasien sudah terdaftar dalam daftar penunggu donor hati. 

Seseorang dari koordinator penerima organ. Jae wook meminta agar pasien diurutan pertama dalam daftar penerima organ. Rapat pasien tersebut dimulai dan Jae Wook meminta Ji Sang melakukannya, Ji Sang pun mengiyakan.


Gerrard, Il Nam, dan Ho Yong diluar ruangan sambil berjalan membicarakan operasi tersebut. Ji Sang dan Ri Ta masih diruangan, lalu Ri Ta mengatakan, "kenapa kau mudah sekali mengiyakan." sambil kesal.

Ji Sang mengangkat kakikanya ke atas meja dan Ri Ta pun terus mengomel. Ji Sang berdiri berkata, "apa kau mengkhawatirkan ku?" Ri Ta mengelak itu pendapat bukan karena khawatir.

JI sang pun mengajak Ri Ta bekerja sama. Tiba-tiba Jae Wook datang meminta selalu memantau kondisi pasien. Lalu Jae Wook bertanya tentang kejadian waktu Ji Sang dibawa ke ER. Ri Ta meminta Ji Sang Jujur, Ji Sang Pun kesal tapi Ri Ta berkata, "itu bukan apa-apa hanya mabuk dan kondisi vitalnya normal." Lalu jae Wook pun pergi.



Setelah itu Ri Ta berkata, "berbohong bukan keahlian ku." Eee Ji Sang malah ngajak ngecek pasien kkk ;D. Ji Sang melihat anak laki-laki itu sedang menunggu ibunya, Ri Ta menyusul  di belakang Ji Sang.

Ri ta berkata, "kalau ada mendesak hubungi dia karena dia dokter cadangan."

Lalu laki-laki berkata seperti yang dikatakan Ji Sang pada ibunya, Ji Sang yang tadinya akan pergi berbalik. 

Lalu Ji Sang dan anak itu ngobrol. Anak tersebut berkata setelah ayahnya meninggal, ibunya yang membantu belajar dan dia harus melihatku kuliah. Dia sedih tidak dapat melakukan apaun untuk ibunya. Ji Sang bekata sekalipun kau punya segalanya tetapi tidak semua keinginan dapat dilakukan. Ji sang pun menepuk bahu anak itu, Jae Wook melihatnya.

Ji Sang dan Jae Wook ngobrol, Jae Wook berkata, "Ji Sang bersikap hangat terhadap keluarga pasien."

Keadaan pasien memburuk, ternyata donor telah datang. Lalu merekapun bersiap.  Ji sang menyuruh Ri Ta juga ikut dengan Ga yeon, awalnya Ri Ta menolak tapi akhirnya ikut juga. Ji sang pun pamit pada Jae Wook. Jae Wook memikirkan Ji Sang yang hangat terhadap pasien. Ri Ta dan Ga Yeon berlari. 

Jae Wook memanggil Ji Sang. Ketika pintu ambulance akan ditutup Ji Sang berkata ia akan ikut, Ri Ta bertanya, "siapa yang mempersiapakan?"

Ji Sang menjawab, "Ho Yong  yang akan mempersiapkannya." Lalu merekapun pergi.

 
Seorang mahasiswa yang jatuh saat mendaki, pendonor hati tersebut. Jae Wook diruangannya berfikir tentang kata-katanya tadi pada Ji Sang yang menyuruhnya ikut pergi lalu Jae Wook menelpon seseorang. Hyun woo sedang menganalisis kandungan suntikan.

Ji sang menerima sms isinya selamat, kau yang pertama selamat dari itu. Merekapun tiba di Rs yang memberikan donor, sebelum pengambilan donor mereka berdoa, lalu mulai diambil organnya.

Di RS Taemin persiapan operasi pun dimulai bersamaan dengan pengambilan organ. Pengambilan organ selesai merekapun berlari. Jae wook menelpon berkata, "pasti dia sudah menerima pesan selamat."

Hyun woo memprint hasil cairan suntikan. Hyun woo kaget melihat hasilnya, luuvy menggodanya.

Hyun wook menelpon Ji  Sang dan meneritahukan hasilnya benar-benar sama seperti suntikkan yang ditusuk kepada ibunya. Ri Ta berteriak Ji Sang tidak memperdulikannya.

Ji Sang melihat anak buah Jae Wook lalu membuka jas dan melemparkan ke Ri Ta menyuruh meninggalkannya ia akan menyusul. Ambulance pergi, Ji Sang mengejar orang tersebut.

Jae wook duduk manis baca sambil minum. Organ sampai di Rs, pengangkatan hati telah selesai. Ri Ta menelpon Jae Wook tapi gak diangkat. Kondisi pasien makin buruk, tidak banyak waktu. Hp Ji Sang bunyi, itu dari Ga Yeon. 

Jae Wook mendapat telpon lagi. Ia pun menaruh bukunya dan pergi. Ji Sang berkelahi dengan anak buah Jae Wook. Kondisi pasien terus menurun Ri Ta awalnya akan memimpin operasi tapi seseorang berkata Jae Wook akan datang dalam 30 menit.

 
Anak buah Jae wook mengeluarkan senter sinar UV, tapi Ji Sang tidak apa-apa karena diberi hadiah oleh Hyun Woo softlens anti UV. Salah satu anak buah Jae Wok ditanya, "siapa dia yang membunuh ibuku?" tanya Ji Sang. Anak buah Jae Wook hanya tertawa. Polisi datang anak buah Jae Wook melawan tapi Ji Sang menyerah mengangkat tangan.

 
Jae Wook tiba di RS ia berganti pakaian. Dan pintu terbuka yang pertama datang Ji Sang disusul Jae Wook.






Sunday, 18 August 2013

Sinopsis Obstetrics and gynecologi doctors episode 8


Pagi hari diawali seorang ibu yang kesakitan (sepertinya akan melahirkan) dr.anh yang sedang menunggunya tertidur lalu tersebangun karena ibu tersebut memanggilnya. 

Lalu dr anh menyakan, "kenapa?" Ibu tersebut menjawab bahwa sepertinya bayi akan segera keluar lalu dr.anh mengeceknya dan dengan panik dr.anh berkata benar sudah mau keluar tolong jangan gunakan tenaga dan menyuruh bertahan 15 menit (lahh orang mau melahirkan malah suruh tunggu sebentar).

Dr.anh menelpon dr.jung  eh dr.jung  malah bilang kenapa baru sekarang dihubungi  terlalu mendadak dan menyuruh dr.anh menunggu dr.jung  jangan sampe lahir dulu. Lalu dr.anh mengecek lagi dan menyuruh ibu jangan menggunakan tenaga dan jika lahir matilah saya, saya hampir gila dengan ini. Sang ibu udah berteriak2 gak kuat tapi dr.anh malah suruh terus menahannya.


Dr.seo yang masih mengenakan baju pasien dengan dinfus melihat lalu berkata, "dia pasien dr.jung?" dr.seo menyuruh mempersiapan untuk persalian. Persiapan dilakukan ibu berkata kalau dia sudah tidak tahan tapi tetap dr.anh menyuruh bertahan, dr.seo mengambil alih dan membantu persalin, akhirnya bayi pun lahir (dr.anh wajahnya gimana gitu) sambil berkata matilah saya. 

Dr.lee mengambil koran dan susu di depan rmh dr.seo, ibu dr.seo menghampiri dan menyakan pada dr.lee apakah dia tau diamana putrinya. Dr lee menjawab, "mungkin ada di rumah sakit." lalu ibu dr.seo berkata, "dia lembur tapi kenapa ada mobil di depan rumah?" 

Dr.lee menjawab, "mungkin naik mobil lain lalu pamit pergi." (hahahhahaha dr.lee juga bingung mau jawab apa ya).

Dr.jung sedang bicara di telpon dan ternyata pemberitahuan kalau ada  rapat. Dr seo menunjukan hasil pemeriksaan bayi yang tadi pagi lahir. Dr.seo pun memarahi dr.anh dalam rapat tersebut dan dihukum selama seminggu. Dr seo dan dr.jung bersitegang dengan argumen masing-masing lalu dr.seo pun pergi.

Suster soo berkata, "bukannya dr.seo lagi sakit?" Young mi juga berkata, "ya demam." (pokoknya yang namanya suster soo kocak dan selalu membicarakan keadaan sekitar). 

Dr wang mengejar dr.seo dan menyuruh melakukan usg, telpon dr seo berdering ternyata dari ibunya (gak diangkat) lalu dr wang bertanya, "masih demam?" Dr seo berkata, "saya bisa menahannya lalu pergi."

Lalu dr seo ke resepsionis dan berkata baru aja mau bicara, ehh ada seseorang (bapak2)  yang meminta memberi materi pada anak sma.

Lalu seseorang tersebut menyakan apa keperluannya dr.seo brkata, "apabila ada yang menelpon menyakan saya kerja atau belum."

Lalu ada telpon dan menyakan dr seo (bener ya pasti ibunya) lalu dr.seo memberi petunjuk menyilangkan tangan lalu seseorang mengatakan kalau dr.seo sedang pergi ke sekolah mengajar, penelopn bertanya kunci rumah dr.seo memberi kode lagi untuk berkata tidak (hahhaha beneran takut banget sama ibunya).  

Seo jin melihat dr.seo yang sedang berbincang dengan cief oh (akan pergi ke sekolah). Lalu seo jn diberitahu cief oh klo dr.seo baru keluar dari rs padahal belum pulih benar. Dr.anh berkata, "kenapa saya harus?" kepada dr wang, lalu dr.awang berkata, "dia belum pulih benar, saya sedikit khawatir." awalnya dr.anh menolak tapi dengan ancaman dr wang akhirnya pergi juga.

Ada seorang anak dan neneknya dr.lee mengenai anak tersebut lalu mengantarnya ke kamar. Di kamar nenek dan dr.lee ngobrol dalam obrolan ternyata nenek tersebut kesulitan biaya. Dr seo dan dr.anh sampai di sekolahan.


Dr seo menabrak seorang murid dengan sikut tangan (wajah dr seo memikirkan sesuatu) mereka berdebat lalu dr.anh mengajak pergi.

Di kelas guru menjelaskan dan memperkenalkan dr.seo lalu mempersilahkan dr.seo memulai. Semua terlihat diam dan tidak semangat mendengarkan lalu dr.seo berkata, "secara khusus saya membawa dr.anh.." 

Lalu dr seo pun memanggil dr.anh baru aja sedikit kepala dr.anh terlihat murid2 histeris (emang ya ganteng banget sich) lalu dr.anh pun masuk.


Lalu dr.seo berkata, "apa kalian suka?" para muridpun mengiyakan. Jadi disini mereka belajar mencegah kehamilan. Dr.Seo pun menjelaskan ada cara menghindarai kehamilan , kondom dan pil. 

Kondom dapat mencegah kehamilan sampai diatas 98% menghindari kehamilan. Tapi sebenarnya hanya 85% jadi belajar baik menggunakan yang benar. 

Lalu dr seo mengeluarkan alat dan berkata, "mari kita panggil yang berpengalaman untuk membuat contoh lalu mempersilahkan dr.anh," 

"Kok saya?" lalu dr.seo berkata, "apa harus saya?"

Lalu dr anh pun memperaktekan (gugup banget) eh malah masangnya kebalik dr.seo yang memperingatkannya.

Akhirnya dr.seo yang menjelaskan dr.anh yang memperaktekan (ngakak abizz). Selanjutnya menjelaskan tentang aids dr anh pun mengeluarkan obat-obat dari tasnya, dr seo menjelaskan lalu  dr.anh yang menjelaskan tentang obatnya. 

Lalu dr seo menjelaskan tentang pil kb dr anh yang menunjukan pilnya.  

Dr seo berkata, "jika hamil harus segera memberitahu orang tua." (disini cewek yang ditabrak dr seo wajahnya gimana gitu. 

Guru menghampiri dr seo dan berkata, "mereka masih terlalu kecil." 

Lalu dr seo berkata kalau ada yang mau ditanyakan boleh ke rumah sakit dan menemui saya. Lalu dr seo dan dr.anh pun pamit.

Dr lee mengantar tes anak nenek yang sakit tadi (ternyata nenek anaknya belum dioperasi karena biaya). Dr seo memarahi dr anh karna gak biasa masang kondom dengan benar (hahhahahh J). Lalu para murid menyerbu dr seo dan dr anh malah yang cowok minta kalau ada kondom sisa buat latihan (ngakak). Di rumah sakit dr.lee ngobrol bagian administrasi tentang nenek tersebut (ada jaminan mobil juga). Dr lee di depn komputer mencari informasi. Lalu dr lee nenek dan polisi membicarakan tentang mobil (hehemmhemm).

Dr lee melawati tempat kamar dr.seo dirawat tapi sudah kosong, lalu bertanya sama suster kemana dr.seo, suster menjawab dr.seo kalau sudah keluar tapi belum kembali. 

Dr wang lewat lalu dr lee bertanya apa dr.seo sudah pulang dr wang mengiyakan.

Dr lee berkata, "kamu tidak khawatir?" lalu dr wang menjawab kalau dia sudah sembuh. Lalu dr lee tanya young mi dimana dr seo young mi menjawab, "ada kegiatan di luar." (disini dr lee berfikir klo dr seo mengugurkan kandungan).

Lalu Dr Lee berkata pada dr wang, "tidak khawatir?" 

Lalu dr wang berkata, "jangan khawatir dia adalah dokter."

Young mi berkata kalau dr seo sudah keluar dari rs, tanpa sengaja ibu dr seo mendengar lalu ibu dr seo mempertanyakan pada dr lee dan Dr Lee mengiyakan. 

Hp dr.lee bunyi ibu dr seo menyuruh dr.lee mengakat telponnya (ibu dr seo melihat kartu identitas di baju dr.lee. setelah selesai telp ibu dr seo mempersilahkan dr lee pergi kalau sibuk lalu dr lee pun pergi. 

Dr wang mau menghindar pergi tapi dipanggil akhirnya diintrogasi sama ibu dr.seo. young mi dan dr wang jawabnya gak kompak hahahaha :D suster soo datang dan menyuruh dr wang dan young mi melanjutkan tugas lalu suster soo yang menjelaskan pada ibu dr.seo (dan suster soo bilang kalau yang nganter dr lee).

Di komputer terlihat nama-nama dokter rumah sakit ternyata ibu dr seo yang sedang mencari info tentang dr lee dan mencatat di notesnya. 

Young mi mendapat telpon yang ternyata janjian kencan  (wajah dr.anh gimana gitu) dan dr anh juga sama dapat telpon dari ibunya (mau kencan juga). 

Dr seo kembali ke rumah sakit lalu dicegat seseorang (bapak2) dan berkata, "kamu membuat masalah kenapa mengajarkan memakai kondom." ( dr lee mendengarkan dari belakang tertawa). 

Lalu dr lee mengejar dr seo sambil geli menertawainya lalu dr seo pun berjalan cepat. 

Dr wang menghampiri dr seo dan berkata, "benar kamu mengajarkan memakai kondom?" (hahahha ngakakkkkkkk episode ini) dan berkata, "ibumu datang!" sambil mengerakan tangan ke leher.

Dr lee mengejar dr seo dan bertanya, "sudah minum obat?sudah usg?" Dan menyuruh dr seo periksa darah (ibu dr seo liat lhooo hahhha,,,,, kayaknya.......) lalu dr lee pun pergi. 

Ibu dr seo menghampiri anaknya dan mereka pun ngobrol. Young mi dan dr anh sama2 mau pergi. Dr lee mengurus mobil nenek itu lhoo.


Dr lee mengendarai mobil lalu lampu merah dan berhenti, setelah jalan terlihat mobil polisi mengejar mobil dr lee, dan mobil polisi mendekat ke mobil dr.lee dan menyuruh memberhentikan mobilnya.


Di restaurant dr,anh sedang berkencan, dan ternyata young mi juga ke tempat restoran yang sama dengan dr.anh, young mi dan dr.anh pun bertatapan lalu memalingkan muka (hhahhahahh malu keduanya dr.anh aja minum sampe tersedak).


Teman kencan young mi menyuruh young mi berhenti kerja setelah menikah dan tentu young mi menolak karena mau tetap bekerja setelah menikah.  

Young mi selesai kencan, teman kencan menawarkan tebengan tapi young mi menolak lalu pergi. Ternyata dr.anh menunggu young mi di luar restoran, dr anh berkata, "kalau ke rs bareng aja," tapi young mi berkata, "saya pulang naik bus." young mi pergi dr.anh hanya menghela nafas panjang. 

Dr seo di rs hpnya berdering diangkat dan ternyata young mi yang menelpon dengan suara gemetar,  baju young mi berdarah lalu young mi berkata, "apa yang harus saya lakukan?" bayi yang ditinggalkan di toilet (so sad), lalu dr seo menyuruh young mi menjaga kehangatan bayi dan dr.seo akan menghubungi  NICU.


Young mi dikerubungi orang-orang lalu berkata, "apa ada handuk atau kain untuk menghangatkan bayi?" lalu orang-orang memberikan syal atau kain untuk menghangatkan bayi (episode yang sedih banget ). 

Ambulance pun datang dan young mi pergi keluar. Kembali dr.lee yang sedang diintrogasi polisi karena dituduh mengendarai mobil larangan. 

Dr lee mendapat telpon dan meminta ijin polisi untuk menjawabnya. Ternyata dr seo yang  menelpon dan menjelaskan tentang bayi yang dibawa young mi dan menyuruhnya segera ke rs, lalu dr seo bertanya, "dimana sekarang??"

Dr lee menjawab, "kantor polisi," lalu dr seo menyakan, "kenapa?" dr lee menjawab kalau diceritakan panjang. 

Lalu dr seo menyuruh menceritakan dengan singkat dr.lee pun menjelaskan. 

Dr seo bertanya di NICU ada siapa, dr lee menjawab, "dr praktek." (magang kali ya).sambil mengendarai mobil,  

Dr wang menjawab telpon dan berkata, "ke kantor polisi, ahh kenapa saya, saya benci kantor polisi," lalu dr wang menuju kantor polisi (kayaknya dr seo yang telp ;D).


Young mi di ambulance sambil menggendong bayi dengan wajah khawatir dan gemetar. Dr lee dikantor polisi dintrogasi sambil berdebat, lalu muncul dr wang yang memastikan dr lee tidak melakuan itu. Kantor polisi mendapat telpon tentang kejadian bayi yang dibuang. Akhirnya nenek tersebut datang dan dr.lee dan dr wang segera pergi menuju RS. 

Ambulance tiba di RS,  Dr anh dan dr seo langsung menangani bayi tersebut. Young mi menjelaskan ketika mau masuk terdengar suara tangis ibu, tapi sudah pergi ternyata ibu tersebut. Dan ternyata kejadiannya di toilet tempat sma dr seo dan dr anh memberikan penyuluhan. Dr wang dan dr lee dimobil, lalu dr.lee berkata maaf telah merepotkan. 

Bayi tersebut ternyata dimasukkan dalam kresek hitam besar dalam keadaan telanjang (aaa so sad), young mi sambil terbata-bata menjelaskan. Dr lee sampai RS berlari sambil meninggalkan dr wang.

Dr lee memeriksa bayi keadaan bayi tidak baik. Dr lee mnjelaskan pada polisi bahwa jika ibu hamil menderita ITP (idiopathic trombocytopenic purpura)  mungkin akan merusak kekebalan tubuh bayi, sehingga hanya dengan menemukan ibu bayi mungkin dapat menolong bayi tersebut. 

Young mi terlihat lesu dr wang, dr seo, perawat soo mengerubungi young mi, sedangkan dr anh berdiri di dekat pintu. Lalu dr anh mendekati young mi dan memberikan minuman.

Dr anh menyarankan young mi beristirahat dan dinfus (vitamin kayaknya) yang lain juga menyarankan hal yang sama akhirnya youn mi pun pergi. 

Perawat soo berkata, "tidak heran dia kaget melihat kantong kresek bergerak-gerak." Young mi berbaring sambil diinfus dan sambil memikirkan sesuatu, dr anh melihat young mi dari kejauhan (kayaknya mereka berdua cocok dech ;D). 

Dr lee memperhatikan bayi, dr magang memberikan hasil tes darah lalu dr lee berkata, "belum ada perubahan."

Di ruangan diintrogasi beberapa murid yang ke toilet. Dr magang masuk dan berkata, "kondisi bayi memburuk," dr lee pun menjelaskan keadaan bayi tersebut kepada murid-murid.

Lalu dr seo bertanya pada dr lee apa gol darah bayi, dr lee menjawab O lalu berkata, "memisahkan murid yang gol A dan B."

Lalu seorang murid berkata, "bisakah kita bicara berdua." pada dr seo (yang waktu di sma tabrakan ma dr seo). 

Murid berkata pada dr seo, "anda mencurigai saya kan?" Dr seo mengiyakan. Murid berkata, "bukan saya, tau kenapa karena bayi saya belum lahir." (ooo) (young mi mendengarkan dari jendela). Dan berkata, "bukan mereka juga." (teman2nya), lalu berkata, "saya melihat wanita mengambil kantong kresek hitam," dr seo berkata benarkah, lalu dia menceritakan wanita tersebut telpon dan berkata akan pergi dengan kereta terakhir lalu wanita itu keluar.

Dr seo berkata, "kenapa tidak lapor polisi?" ia berkata bahwa ia takut. Young mi di dekat jendela sambil membayangkan kejadian tersebut. Dr magang memberikan cpr pada bayi tersebut dan menyuruh perawat memanggil dr lee. 

Lalu dr lee datang dan menyuruh menghentikan sementara. Dan bayi itupun tidak ada harapan dan meninggal. Murid yang berbicara dengan dr seo berpamitan. Dr lee dan dr seo saling berpandangan.


Young mi tertunduk lesu dan duduk di lantai dr anh menghampiri  disusul dr wang, dan dr seo dan dr lee pun menghampiri young mi, young mi berkata, "kenapa harus dibuang seperti itu, walau beban dan tak ingin melihat," dr wang menyuruh bangun.

Young mi berteriak, "kenapa tempat sampah, seharusnya tidak seperti itu." 

Dr anh berkata, "mereka menderita, beban." 

Young mi berkata, "bisakah dibuang di depan RS, sehingga tidak mendapatkan luka seperti ini." Dr lee menyuruh young mi berdiri, dr anh membantu young mi berdiri.

Di depan rumah dr lee ibu dr seo mengambil tempat sampah lalu ada foto yang disobek ibu dr seo menyatukan foto dan berkata lebih cantik putriku, lalu melihat struk2 dan trnyata bahan makanan dan plastik2 bekas makanan, ada celana yang dibuang juga hahahha ini menandakan ada 2 laki2 berbeda kepribadian hidup bersama  lalu yang mana hahahha :D. 

Di RS murid yang kemaren bicara dr seo ke tempat kerja dr seo untuk periksa, dan ternyata murid tersebut belum pernah periksa sebelumnya. Lalu ia berkata bahwa ia akan mencari orang tua pengasuh untuk anaknya.

Dr seo masuk ruangan dan dia menyiapkan usg untuk memeriksa (dr seo memeriksa sendiri kandungannya) dan menghadapkan ke arahnya lalu ia berbaring dan memandang monitor sambil teringat waktu usg ma dr lee yang mengatakan denyut jantung dan waktu dr lee berkata apa kamu tidak penasaran bagaimana janin? (sambil memandang layar monitor usg).


Dr lee melihat dr seo dari ruang usg lalu bertanya melihat usg? (dr wang dari kejauhan melihat dr seo dan dr lee berkata, "penyakit radang dan panas belum turun), bagaimana baik-baik saja?" 

Dr seo berkata, "tidak." lalu berkata, "saya seperti pasien anak ?  Makan obat tidak, melihat usg tidak, keguguran tidak, anggap saja kamu tidak tahu." 

Lalu dr lee berkata, "saya keluarga kamu, saya keluarga pasien dr seo." (wkwkwkwk), "saya yang menandatangani, pasien keluar tanpa ijin saya khawatir , tolong jangan membuat aku khawatir,"  lalu dr lee pun pergi.

-to be continue-