Wednesday, 13 September 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 8




Seorang guru menjemput anak-anak yang akan pergi ke sekolah. Sampai di sekolah ternyata para dokter sudah menunggu. Ternyata guru itu mengenal Kwak Hyun, hal ini karena ia mengenal ayah Kwak Hyun. Guru tersebut menjitak gemas kepala Kwak Hyun karena Kwak Hyun tidak mengunjunginya. Ia mempertanyakan bagaimana ayah Kwak Hyun apa masih di kampung halaman. Kwak Hyun mengiyakan, guru tersebut mengatakan kalau diusia ayah Kwak Hyun harus melakukan yang terbaik. Seperinya ia tagu keadaan ayah Kwak Hyun sebenarnya. Para murid mulai diperiksa satu-satu oleh para dokter. 

Di rs kapal ternyata Jae Gul sendirian, Go Eun berkomentar kalau Jae Gul pasti kesepian. Hihihihih. Jae Gul mendapat telpon dari seseorang. Ternyata itu Nyonya Park. Ia menolak mengobati karena ia tidak bisa menyembuhkan penyakit pengerasan hati. Ketika Jae Gul akan pergi Nyoya Park mempertanyakan siapa yang mengikuti Jae Gul, orang tersebut memiliki luka di dahinya. Jae Gul kaget bagaimana Nyonya Park tahu kalau kakaknya punya luka di dahi. 


Mereka sampai di rs kapal, ketika mendengar kalau Jae Gul pergi menemui Nyonya Park Eun Jae dan Kwak Hyun segera pergi. Jae Gul mengobati Nyonya Park. Eun Jae meminta Jae Gul menjauhi pasiennya. Jae Gul menagatakan ia hanya meringankan mualnya dengan akupuntur. Jae Gul dan Eun Jae berdebat, mereka menayakan pendapat Kwak Hyun. Kawk Hyun mengatakan kalau ia hanaya berharap pasien cepat sembuh. Nyoya Park meminta mereka semua pergi. Mereka bertiga pergi dari rumah Nyonya Park. Ketika Jae Gul menceritakan aklau anak permuan Nyonya Park akan menikah Eun Jae balik menemui Nyonya Park.

Eun Jae mengatakan apa anak perempuan akan bahagia jika Nyonya Park memberikan semuanya. Ia menambahakan kalau anak perempuan itu tidak akan berterima kasih. Hal itu membuat Nyonya Park kesal. Eun Jae mengatakan agar membiarkan puteri Nyonya Park berterima kasih kepada ibunya. Eun Jae mengatakan agar Nyonya Park melakukan operasi. Tetai Nyonya Park meminta Eun Jae pergi. Kwak Hyun melihat mereka dari kejauhan. Eun Jae masih memikirkan sesuatu di kamranya. Ia hanya menatap kotak pemberian bibinya.


Kwak Hyun menyalip Eun Jae yang sedang lari, ia mengatakan kalau ia punya solusi untuk menyelamatkan Nyoya Park. Pagi itu Joon Young dan A Rim pergi ke tempat Nyonya Park. Namun sayang tempatnya masih tutup. Mereka meninggunya di luar. 


Kwak Hyun dan Eun Jae menemui guru sd tersebut. Akhirnya mereka mendapatkan info tentang sahabat dekat puteri Nyonya Park. Karena puteri Nyonya Park sudah pergi 10 tahun yang lalu. Joon Young dan A Rim akhirnya ke tempat tinggal Nyonya Park. Mereka menemukan Nyonya Park sudah tergeletak tidak sadarkan diri. Eun Jae berhasil menemui anak Nyonya Park. Ia mengatakan kalau ia kehilangan kesempatan tetapi Putri Nyonya Park masih ada harapan untuk ibunya. Kwak Hyun yang di mobil menunggu Eun Jae mendapat telpon dari Joon Young.


Akhirnya Eun Jae mengoperasi Nyonya Park dengan mengambil hati dari puteri Nyonya Park. Eun Jae ke ICU untuk melihat kondisi Nyonya Park. Nyonya Park sadar, Nyonya Park mempertanyakan kepada Eun Jae sampai kapan Eun Jae mengabaikannya. Ibu Eun Jae mengatakan kepadanya kalau ia sedih melihat Eun Jae. Akhirnya puteri Nyonya Park diantar Kwak Hyun menemui ibunya. Anak Nyonya Park memeluk ibunya dan minta maaf.


Eun Jae akhirnya membuka kotak itu ada stempel milik ibunya, ia membaca catatan ibunya. Ibunya meninggalkan resep masakan untuk puterinya dan dalam buku juga tertulis kata-kata yang menyayat hati. Putriku yang sibuk yang selalu memtong pembicaraan. Ibu Eun Jae sering dimarahi, tetapi ia baik-baik saja. Ibunya mengatakan kalau Eun Jae bisa melakukan itu kepadanya. Eun Jae mulai menangis. Ibunya mengatakan kalau Eun Jae bisa memotong pembicaraanya serta memarahinya. Ibu Eun Jae menagtakan agar Eun Jae saat menikah nanti bisa mengerti anak-anaknya serta menfengarkan curahan mereka. Akan lebih baik ketika mendengarkan sambil melihat matanya. Tangis Eun Jae semakin pecah......ia minta maaf sambil memeluk buku itu. 

Epilog:

A Rim dan Joon Kyung diramal asmaranya oleh Nyonya Park, tapi Nyoya Park tidak bisa melakukannya lagi. Mungkin efek dari operasi. Jae Gil juga mempertanyakan kepada Nyonya Park apa yang dikatakan kakaknya yang telah meninggal. Nyonya Park mengatakan ia tidak bisa mendengarnya.

Komentar:

Aaa Episode ini makin pecahhhhh nangis....Ibu Love You.......

Sinopsis Hospital Ship Episode 7


Kwak Hyun berhasil membujuk Nyonya Park dan akhirnya melepaskan Eun Jae. Kwak Hyun mengatakan kepada Nyonya Park kalau Eun Jae benar dan meminta nenek memeriksa menyeluruh. Nyonya Park tiba-tiba muntah darah. Ketika Kwak Hyun akan melakukan intubasi ia gemetar. A Rim memanggil Eun Jae. Eun Jae segera melakukan intubasi, ia meminta segera memanggil bantuan. Mereka membawa Nyonya Park tersebut ke rs.


Kwak Hyun berlatih intubasi dengan boneka, ia kesal karena ia dengan mudah bisa melakukannya. Kwak Hyun mendapat telpon saudara perempuannya. Ia segera menemui ayahnya, ibunya mengatakan kalau ayahnya kabur, dan staff membawanya kembali. Saudara perempuannya ternyata berbohong kepada keluarga calonnya kalau ayahnya pergi ke Luar Negeri. Ia melakukan itu karena malu. Lalu ia punya ide apa ia harus mengatakan kalau ayahnya sudah meninggal. Hal itu membuat Kwak Hyun dan ibunya kesal. Ibunya mengatakan kalau anaknya tidak bisa mengatakan itu walau membencinya. Lalu anak perempuannya mengomentari ibunya yang berkencan pada usianya. Hal itu membuat mereka bertengkar, Kwak Hyun meminta mereka untuk berhenti. Mereka akhirnya pergi meninggalkan Kwak Hyun dan ayahnya.


Kwak Hyun melepaskan ikatan ayahnya, ayahnya sudah sadar. Ayahnya ternyata tidak mengenali Kwak Hyun. Kwak Hyun mengajak ayahnya jalan-jalan. Kwak Hyun mengatakan kepada ayahnya kalau mereka ada di kampung halaman ayahnya. Ia menambahakan kalau ayahnya merawat orang di di sini kurang lebih 10 tahun. Kwak Hyun mengatakan kepada ayahnya kalau ayahnya sangat bekerja keras. Ayahnya menyelamatkan banyak nyawa anak-anak dan menyembuhkan orang cacat. Ia menambahkan kalau bahkan beberapa orang menjadi dokter karena ayahnya. Ia mempertanyaakan apa ayahnya ingat siapa yang menjadi dokter. Ayahnya hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya.


Malam itu Eun Jae memeriksa hasil CT Nyonya Park, ayah Jae Gul menghampirinya. Eun Jae mengatakan kalau ia sudah mengurusnya. Ia menambahkan kalau satu-satunya cara hanya transplantasi hati. Nyoya Park sudah sadar, ia meminta agar segera keluar dari rs. Eun Jae tidak punya pilihan memberikan surat pernyataan. Nyonya Park pergi dari rs tersebut.


Kwak Hyun membersihkan ayahnya, ibunya datang. Ibunya meminta Kwak Hyun pergi karena ia yang akan mengurus suaminya. Ibunya mengatakan ia tidak ingin kejadian ketika Kwak Hyun merawat ayahnya dan begadang padahal besoknya bekerja. Pada saat itu Kwak Hyun mendapat masalah karena itu. Kwak Hyun tidak bergeming sampai akhirnya ibu marah. Ternyata waktu itu ayahnya kabur dan Kwak Hyun mencarinya semalaman. Kwak Hyun akhirnya pergi, Ibunya tahu sepertinya ada masalah. Tetapi Kwak Hyun hanya terdiam lalu pergi.

Kwak Hyun menelpo UGD rs dan mempertayaakn Nyonya Park, ia akhirnya tahu kalau Nyonya Park sudah pulang. Kwak Hyun menemui Eun Jae. Eun Jae mengatakan kalau Nyonya Park sudah menandatangani surat pernyataan. Nyonya Park naik pergi naik Bus. Kwak Hyun meninggalkan cacatan kepada Eun Jae meminta menyiapkan obat untuk Nyonya Park.


Nyonya Park melihat dari kejauhan seorang wanita yang sedang melayani pembeli. Wanita itu melihatnya ia menghampiri Nyonya Park. Ternyata wanita itu anak Nyonya Park. Anak Nyonya Park tidak mengakui ibunya yang hanya seorang peramal yang membuatnya malu. Nyoya Park memberikan uangnya dalam tabungan serta stempel kepada anaknya yang akan segera menikah. Akhirnya Nyoya Park pergi meninggalkan anaknya. Anaknya hanya bisa menagis dan memegang erat tabungan dan stempel Nyonya Park. Kwak Hyun diluar ternyata ia menunggu Eun Jae, mereka pergi bersama.


Sampai di asrama Eun Jae dan Kwak Hyun bertemu bibi Eun Jae. Bibi Eun Jae kesal karena ia bisa mendengar kabar Eun Jae dari media. Bahkan Eun Jae tidak menemui bibinya, ternyata Eun Jae juga tidak tahu dimana ibunya dimakamkan. Bibi Eun Jae memberika kotak barang ibunya. Kwak Hyun melihatnya dari kejauhan. Eun Jae di kamarnya menatap kotak itu, ia hanya terdiam.

Monday, 11 September 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 6



Pasien meninggal tidak dapat diselamatkan. Ibu dan anak dari pasien itu menangis, Eun Jae membetulkan oksigen anak dari pasien tersebut. Eun Jae menemui atasannya. Ia meminta atasannya minta maaf. Atasanya mengatakan ia bisa memahami Eun Jae yang sedang berduka. Ia meminta Eun Jae menutup matanya. Atasannya mengatkana kalau Eun Jae akan menggantikan posisinya.



Eun Jae menemui ibu dan anak pasien itu. Ibu pasien itu mengatakan kalau cucunya memiliki paru-paru yang lemah sejak lahir. Walaupun begitu anaknya mengetahui umur anaknya hanya sampai 10 tahun anaknya tidak pernah menangis. Suami anaknya meninggalkan mereka karena tidak tahan memiliki anak yang sakit. Anaknya sangat bertekad akan melindungi puterinya. Ia mempertanyakan kenapa ini terjadi kepada anaknya. Eun Jae mengatakan kalau ia ingin menyampaikan sesuatu. Eun Jae ditampar oleh atasannya. Atasannya meminta Eun Jae pergi. 

Won Gong mengatakan kalau keluarga pasien berkat Eun Jae mendapat kompensasi. Tetapi Eun Jae dikeluarkan karena hal itu dianggap merugikan rekannya. Eun Jae mengatakan kepada media kalau tidak alasan khusus. Ia mengatakan kalau ia harus kembali ke asalnya.


Kakek yang cucunya dioperasi oleh Eun Jae karena usus buntu datang, kakek membawakan ikan untuk mereka. Mereka bingung apa yang harus dilakukan dengan ikan ini. Eun Jae datang ia menyelesaikannya. Mereka mengadakan pesta malam itu semua sudah mabuk berat kecuali Eun Jae dan Kwak Hyun. 


Kwak Hyun menghampri Eun Jae. Mereka minum berdua, Kwak Hun mempertanyakan kenapa Eun Jae tidak cerita. Ia menambahkan kalau Won Gong sudah menceritakan semuanya. Kwak Hyun mengatakan kalau mereka memecat Eun Jae tidak adil. Eun Jae yakin karena ia tidak perlu mengekspos kelemahan orang lain. Ia yakin mereka akan menerimanya karena keahliannya. Dengan itu bisa mengembalikan reputasinya. Eun Jae pergi meninggalkan Kwak Hyun.

Di rs kapal para pasien datang hanya datang untuk periksa dengan Eun Jae, sehingga dokter lain tidak kedatangan pasien. Hihihihi. Tetapi setelah diperiksa Eun Jae kebanyakan pasien kesal karena sikap Eun Jae yang tegas dan langsung ke intinya dalam memberikan penjelasan.


Ada seorang pasien bernama Nyonya Park seorang peramal. Nyonya Park kesal karena Eun Jae tidak menatapnya saat berbicara. Nyonya Park mengatakan ia bisa membaca keberuntungan Eun Jae. Bahkan Nyonya Park tahu kalau Eun Jae kehilangan ibunya.ia mempertanyakan kenapa Eun Jae tidak menangis. Eun Jae tidak peduli, ia meminta agar Nyonya Park di tes darah. Nyonya Park menolak, Eun Jae mengatakan kalau tidak diperiksa Nyonya Park bisa meninggal. Itu membuat Nyonya Park kesal dan menjambak Eun Jae.

Komentar:

Makin kesini, sepertinya makin seru. Untuk jalan ceritanya aku suka SW nya kerennn.....

Sinopsis Hospital Ship Episode 5



Karena Eun Jae tidak bisa merasakan denyut nadi Jung Ho, ia memotong tangan Jung Ho dengan kapak. Kwak Hyun menjelaskan kepada awak kapal yang kesal kepada Eun Jo kalau nanti tangan tersebut akan disambung kembali. Kwak Hyun segera mennyimpan tangan tersebut, ia menjelaskan kalau Eun Jae memotong untuk menyelamatkannya. Karena mereka tidak bisa menyambung kembali jaringan yang mulai membusuk. 


 Jung Ho menanyakan kepada Eun Jae apa ia akan cacat. Eun Jae mengatakan kalau itu mungkin saja. Go Eun mengatakan kalau E\Jung Ho tidak akan cacat karena mereka akan mengambil tindakan darurat. Eun Jae mengatakan kalau Jung Ho akan mendapatkan tangannya kembali jika di operasi tepat pada waktunya. Eun Jae mengatakan kalau batas waktunya 6 jam.

Sung Woo mengatakan kalau penjaga pantai tidak bisa mendekat karena ombak. Sung Woo mencoba menjalankan kapal, tetapi tidak bisa. Won Gong mengatakan kalau terus berjalan kapal bisa terbalik. Won Gong mengatakan tidak akan membiarkan tangan Jung Ho cacat, mereka bisa melakukan operasi di sini. 


Won Gong meminta Eun Jae melakukan operasi di sini. Eun Jae mengatakan kalau ortopedi bukan bidangnya. Ia belum pernah melihat operasi ortopedi sejak magang. Dan operasi penyambungan itu sulit, hanya ahli bedah yang pengalaman dan ortopedi yang bisa. Won Gong meminta Eun Jae meminta bantuan kenalannya. Won Gong mengarakan kalau direktur rs Geoje adalah ahli bedah ortopedi. Eun Jae tahu kalau ayah Jae Gul juga ahli dalam operasi penyambungan. Won Gong mempertanyakan kenapa mengulur-ulur waktu, apa karena gensi Eun Jae tidak mau menhubunginya.
Eun Jae keluar, ia berpapasan dengan Jung Ho. Jung Ho mempertanyakan apa Eun Jae tidak bisa melakukannya. Jung Ho mengatakan kalau ia tulang punggung dan segera akan memiliki anak. Ia berharap bisa menggendong anaknya walaupun hanya sekali. Eun Jae hanya minta maaf lalu pergi.


Eun Jae memikirkan kata-Won Gong, ia mengalahkan egonya dan menelpon ayah Jae Gul untuk meminta bantuan. Akhirnya Jung Ho di operasi dengan bimbingan ayah Jae Gil. Jae Gul melihat operasi tersbut di ruangannya. Ia memikirkan sesuatu, Flashback, saat naik gunung kaki Jae Gul terluka, Jae Min melakukan pertolongan pertama dengan bimbingan ayah mereka. Ketika mereka sampai bawah, ayah Ja Gul memeriksa dan memuji Jae Min. Jae Gul hanya tersenyum melihatnya sambil dipapah petugas penyelamat.  Dan operasi tersebut berhasil Jung Ho dapat menggerakan tangannya kembali. Bahkan operasi tersebut menjadi viral di internet.


Setelah selesai operasi Kwak Hyun membawakan Eun Jae minuman. Mereka minum sambil menikmati matahari pagi. Jung Ho diperiksa di rs, dan operasi tersebut benar-benar berhasil. Ayah Jae Gul memuji Eun Jae. Di luar ayah Jae Gul meminta Eun Jae bekerja di rs ini. Eun Jae mengatakan ia akan melakukan yang terbaik. 


Media sudah menunggu di luar rs. Mereka mempertanyakan kenapa Eun Jae yang sehebat ini bekerja di rs kapal. Media mempertanyakan kenapa Eun Jae keluar dari rs terbaik di Seoul. Sedangkan rekan-rekan di rs kapal yang melihat di tv juga penasaran apa masalahnya. Mereka menatap ke arah A Rim, karena A Rim yang mulai meyebarkan rumor. 

Won Gong datang dan mengatakan itu bukan malpraktek. Mereka mendesak Won Gong mengatakannya. Flashback, saat itu Eun Jae datang bekerja setelah satu hari pemakaman ibunya. Bahkan perawat mengatakan kalau Eun Jae masih ada waktu cuti. Eun Jae mendapat telpon, ia memeriksa seorang pasien yang kondisinya menurun setelah operasi, ia berhasil menyelamatkan pasien itu. Dan ternyata pasien itu di operasi oleh atasan Eun Jae. 

Ia melihat hasil CT, dan ternyata ada kesalahan yang dilakukan oleh atasan Eun Jae. Eun Jae meminta agar disiapkan ruang operasi, ia menelpon atasannya dan memberitahu keadaannya.atasan Eun Jae datang, mereka mengoperasi pasien itu. Namun saat dilakukan operasi keadaaan pasien menurun.

Friday, 1 September 2017

Sinopsis Hospital Ship Episode 4




Eun Jae membawa pasien itu ke rs tersekat, karena tidak ada ahli bedah karena semua sedang operasi ia yang melakukan operasi. Kwak Hyun berjalan-jalan di pantai. Ia duduk dan teringat kejadian tadi ketika ia tidak bisa melakukan intubasi. Ia hanya bisa menghela nafas. 


Direktur rs melihat saat Eun Jae melakukan operasi dan kagum melihatnya. Setelah selesai operasi ia mengajak Eun Jae ke ruangannya. Ia menawarkan Eun Jae untuk kerja On Call di rsnya. Eun Jae megatakan ia setuju asalkan tidak menggangu kerjanya di rs kapal. 


Eun Jae keluar rs itu, Kwak Hyun datang dan membawakan pakaian ganti untuk Eun Jae karena baju Eun Jae berlumuran darah. Eun Jae memuji diagnosa Kwak Hyun, ia mempertanyakan apa kejadian ini yang pertama saat melakukan intubasi. Kwak Hyun mengatakan kalu itu baru pertama kalinya terjadi. Eun Jae meminta Kwak Hyun memperbaikinya. Hal ini karena Kwak Hyun satu-satunya di rs kapal yang bisa ia ajak bekerjasama.

Direktur rs pedesaan menelpon tempat Eun Jae bekerja dulu. Ia tahu Eun Jae membuat masalah di rs Seoul. Ia segera menelpon Eun Jae dan meminta ke kantornya. Eun Jae datang ke rs pedesaan, direktur mengatakan kalau mereka sudah menemukan dokter lain dan minta maaf tidak bisa menerima Eun Jae. Eun Jae sadar, ketika ia akan menjelaskan, direktur mengatakan kalau itu masalah besar. Jae Gul melihat Eun Jae keluar dari rs itu. Jae Gul mempertanyakan kepada sekertaris direktur apa yang terjadi kepada Eun Jae. Sekertaris menjelaskan kalau Eun Jae dipecat, karena terkena masalah serius di tempat bekerja sebelumnya.


Jae Gul menemui direktur, direktur sepertinya tidak senang. Ternyata direktur ayah Jae Gul. Jae Gul berkomentar apa pengobatan oriental tidak masuk kriteria ayahnya. Ayahnya mempertanyakan kenapa disini. ibu Jae Gul datang dan mengatakan ia yang menyuruhnya. Ia menjelaskan untuk makan bersama memperingati Jae Min. Ayah Jae Gul mempertanyakan salah siapa Jae Min meninggal. Jae Min akan pergi, ibunya memcoba menhan Jae Gul. Namun Jae Gul tetap pergi. 

Eun Jae minum-minum sendiri, ia teringat saat itu. Flashback, saat itu Prof mengatakan kepada Eun Jae turut berduka cita atas kematian ibu Eun Jae. Prof mengajak Eun Jae kembali bekerjasama. Eun Jae kembali ke rs kapal, ia termenung di ruang operasi. Flashback, ia tidak berhasil menyelamatkan pasien. Prof menampar Eun Jae, Prof mengatakan agar Eun Jae keluar karena a tidak membutuhkan orang sombong.

Pagi itu ruang rs banyak barang baru yang dibutuhkan untuk operasi. Won Gong hanya bisa menghela nafas. Rumor tentang Eun Jae di pecat dari rs terdahulu mulai menyebar di rs kapal. 


Sung Woo menghampiri Eun Jae dan mempertanyakan tentang alat-alat keperluan operasi. Ia meminta Eun Jae pergi, Eun Jae dipecat. Eun Jae mengatakan kalau Sung Woo tidak berhak melakukan ini. Ia menambahakan tidak akan pergi dari rs kapal. 


Malam itu cuaca di laut tidak bagus. Salah satu staff bernama Jung Ho mengalami kecelakaan tangannya ketika memindahkan barang. Eun Jae datang lalu ia memeriksa tangan Jung Ho dan mengatakan ia tidak bisa merasakan denyut nadi di tangan Jung Ho. Eun Jae mengambil kapak dan memotong tangan Jung Ho. 

Komentar:

Entah kenapa masih banyak tanda tanya ketiga dokter di rs kapal.....Makin kesini makin penasaran. Oke sich aku suka jalan ceritanya.

Sinopsis Hospital Ship Episode 3


Eun Jae segera memeriksa anak kecil tersebut. Won Gong berkomentar kalau Eun Jae seharusnya masuk kerja tiga hari lagi. Eun Jae mengatakan kalau ia memutuskan untuk memulai lebih awal. Eun Jae mempertanyakan dimana ruang operasi. Won Gong menunjukkan ruang operasi. Dan ternyata ruangan tersebut tidak layak sama sekali. Bahkan lampu ruangan itu mati. Bahkan alat-alat yang diperlukan untuk operasi tidak lengkap. Won Gong mengatakan setidaknya mereka memiliki alat untuk mensterilkan alat-alat di ruang dokter gigi.


Eun Jae membawa anak kecil itu ke ruang dokter gigi. Kwak Hyun mempertanyakan apa yang dilakukan Eun Jae apa ini benar. Ia mengajak Eun Jae bicara berdua. Eun Jae mengatakan kalau mereka membiarkannya bisa menyebabkan terkena sepsis. Kwak Hyun mengatakan kalau penjaga pantai akan tiba 30 menit lagi. Eun Jae mengatakan kalau butuh 2,5 jam untuk ke rs terdekat, anak itu tidak akan dapat bertahan. Go Eun menghampiri mereka dan mengatakan kalau tekanan darah pasien menurun. Kwak Hyun mengatakan kalau mereka hanya memiliki 1 obat anastesi hanya bertahan 30 menit. Eun Jae mengatakan kalau operasi hanya benar-benar dilakukan manual. Akhirnya Kwak Hyun setuju untuk membantu Eun Jae.


Operasi berjalan lancar, dan anak itu dapat di selamatkan. Setelah selesai operasi Kwak Hyun berterima kasih dan minta maaf. Eun Jae mengatakan kalau operasi benar beresiko. Ketiga dokter pria mengajak Eun Jae ke asrama, tetapi Eun Jae menghiraukan mereka. Ia ke ruang operasi yang tidak layak tadi.


Di mobil Joon Young mengatakan kalau ia penasaran kenapa dokter bedah wanita datang ke rs kapal. Jae Gul membenarkan, padahal ia dan Joon Young ke rs kapal karena mereka dinas militer dan tidak memiliki pilihan lain. Tiba-tiba Kwak Hyun muncul dan berkomentar apa karenanya Eun Jae ke rs kapal. Karena sepertinya mereka saling kenal. Wkwkwkkw. 

Eun Jae mengatakan kepada Won Gong kalau ia ingin berhenti. Won Gong mengatakan kalau Eun Jae tidak ada pilihan lain. Eun Jae mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan apa-apa disini karena keterbatasan alat-alat operasi. Won Gong mengatakan ia akan berusaha mencari dana untuk membeli alat-alat yang dibutuhkan.


Eun Jae di ruang operasi tadi melihat rekam medis pasien rs kapal. Ia menemukan rekam medis ibunya. Ia melhat hasi EKG ibunya. Eun Jae terlihat sangat terpukul. 


Pagi itu Kwak Hyun datang dan mneghampiri Eun Jae, ia berkomentar kalau ruangannya sekarang terlihat berbeda. Kwak Hyun mempertanyakan apa mereka pernah bertemu. Eun Jae mengatakan kalau ia tidak pernah mengel Kwak Hyun. Hahahhaha.


Kwak Hyun di ruangannya, ia masih memikirkan yakin pernah melihatnya. Lalu ia melihat sebuah foto dan benar saja itu Eun Jae. Go Eun menghampiri Won Gong dan mempertanyakan bagaimana bisa mendapatkan ahli bedah terkenal seperti Eun Jae. Ketika akan bicara Won Gong teringat Eun Jae pernah bicara kepadanya agar merahasiakan yang terjadi kenapa ia pindah ke rs kapal. Won Gang mengatakan kepada Go Eun kalau itu rahasia. Hihihihi. 

Kwak Hyun mempertanyaakn foto ini kepada Eun Jae, Eun Jae mengatakan aklau itu fotonya 7 tahun yang lalu. Ia mempertanayakn bagaimana Kwak Hyun mendapatkan fotonya. Kwak Hyun mengatakan kalau ibu Eun Jae yang memberikannya, ia mempertanyakan bagimana kabar ibu Eun Jae. Won Gong menarik Kwak Hyun dan memberitahu kalau ibu Eun Jae sudah meninggal.
Kwak Hyun menghampiri Eun Jae yang sedang mengganti lampu ruang operasi. Kwak Hyun mengatakan kalau ia. Eun Jae mengatakan tidak perlu karena itu faktanya. 


Kepala desa yang memberitahu pemberitahuan kepada warganya karena akan ada dokter dari rs kapal tiba-tiba terjatuh. Eun Jae dan Kwak Hyun segera berlari menghampirinya. Eun Jae meminta Kwak Hyun melakukan intubasi, tetapi tangan Kwak Hyun gemetar. Flashback, Kwak Hyun berlalri dan melihat keadaaan pasiennya drop dan dilakukan CPR. Namun nyawa pasiennya tidak tertolong. Ia ditonjok oleh seorang dokter pria, dan dokter itu mengatakan kalau Kwak Hyun tidak pantas menjadi dokter. Eun Jae mengambil alih dan melkaukan intubasi. 


Kwak Hyun memeriksa dan mengatakan kepada Eun Jae kalau mungkin ini Aneurisma perut. Eun Jae mengatakan ia harus membedahnya sekarang. Heli penjaga pantai sudah tiba. Eun Jae membedah perut pasien tersebut.