Thursday, 1 November 2018

Sinopsis Heart Surgeons Episode 20



Tate Soo yang sedang mempelajari rekam medis pasien untuk operasi besok teringat Seok Han yang meminta agar ia menjalankan operasi ini dan kembali ke Taesan. Seok Han masuk, lalu mereka bicara berdua. Tae Soo mengatakan kalau ada ring di semua area yang tersedia. Entah apa aku bisa menghubungkan pembuluh darahnya. Seok Han mempertanyakan apa Tae Soo bisa melakukannya. Tae Soo mengatakan kalau ia harus mencobanya. Kondisi arteri koroner kirinya buruk. Kita tidak mungkin menunda operasinya lagi. Andai dia dioperasi lebih dini, kondisinya tidak akan separah ini.


Flashback, Tae Soo dan Seok Han mempelajari rekam medis pasien yang akan dioperasi. Seok Han mengatakan kalau dia dioperasi lebih dini, kondisinya tidak akan separah ini. Tae Soo mengatakan bahkan pascaoperasi, pasien akan kesulitan dalam masa penyembuhan. Ia mempertanyakan apa ini akan berhasil. Seok Han mengatakan kalau ia harus mencobanya. Ia tidak boleh kehilangan dia. Tae Soo meminta izin agar bisa membantu Seok Han. Seok Han mengatakan tentu saja, ayo lakukan bersama-sama. 

Tae Soo hanya tersenyum mengingatnya. Seok Han mempertanyakan apa Tae Soo marah kepadanya karena memberi pasien semacam itu. Tae Soo mengatakan tidak. Seok Han mengatakan agar mengatakan sekarang jika tidak bisa. Tidak ada yang akan mengkritikmu meski kamu tidak menerimanya. Seok Han mempertanyakan apa Tae Soo ingat saat wawancara apa yang Tae Soo katakan. Ia meminta Tae Soo mejadi dokter yang Tae Soo inginkan. Ia akan menjadi dokter yang ia inginkan. Sebelum Seok Han pergi, Tae Soo mempertanyakan Anda ingin menjadi dokter macam apa. Seok Han mengatakan bukankah kamu kembali karena penasaran. 

Tae Soo masih diruangan itu, ia teringat dengan apa yang dilakukan Seok Han kepadanya. Ia bergumam dalam hati kalau Seok Han melakukan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan dokter. Anda telah mati-matian selama ini. Anda ingin menjadi dokter macam apa. 


Tae Soo ke ICU, ia menghampiri Mi Ran dan Sun Young. Mi Ran mengatakan kalau ia bertugas kemarin, jadi tidak bisa ikut bergabung. Tae Soo mengatakan kalau Mi Ran bisa ikut makan malam dengannya lain waktu. Sun Young mengatakan kalau setelah Tae Soo pergi, dr. Moon yang menerima semua panggilan, selalu disalahkan dan melakukan pekerjaan pemagang. Dia menjadi zombi. Tae Soo mengatakan kalau dia pasti belajar untuk lisensinya. Sun Young membenarkan. Ia lega karena sekarang Tae Soo kembali. Tae Soo melihat pasien yang akan di operasi besok. 


Soo Yeon menemui pasien anak perempuan remaja. Ternyata pasiennya akan pulang hari ini. Soo Yeon mengatakan kalau dia akan pulih dengan cepat jika Anda merawatnya dengan baik. Ketika akan pergi ia teringat perkataan Seok Han yang mempertanyakan sebaik apa kamu mengenal kehidupan pasien. Soo Yeon lalu memberikan nomornya kepada wali pasien tersebut. 


Eun Sook menghampiri Tae Soo. Tae Soo mengatakan ia datang lebih awal karena ini operasi perdananya. Namun Eun Sook mengatakan kalau kepala ingin menunda operasinya satu hari karena ada operasi darurat. CABG satu pembuluh darah, “Operasi yang menghubungkan pembuluh darah dengan arteri koroner.” Tae Soo mengatakan kalau dia hanya perlu menghubungkan satu pembuluh darah, apa kondisinya buruk. Eun Sook mengatakan kalau ia tidak yakin. Tae Soo mengatakan kalau pasiennya tidak mungkin lebih darurat daripada pasienku. 


Dong Joon dan Prof Koo bersiap untuk wawancacara. Yoo Ri mengatakan seperti dokter ahli, bukankah itu tujuan acaranya. Mereka membicarakan Prof Koo. Eun Sook mengatakan kalau pasien itu setuju untuk masuk tv bersamanya. Dengan begitu kita bisa mengatakan bahwa dia mumpuni. Lalu dr. Moon pergi karena ada panggilan. Mereka membicarakan kalau Prof Koo hanya menangani operasi yang mudah. 


Ketika akan melakukan wawancara Tae Soo masuk. Prof Koo memeluk Tae Soo dan berbisik kalau Tae Soo sudah cukup dewasa. 


Hyun Il mempertanyakan kalau Prof Koo ada syuting hari ini. Ia meminta kepada Joong Do agar membatu dia sebisa mungkin agar rs kita tampak baik. Joong Do mengatakan itu sebabnya dia akan menjalankan operasi yang tidak rumit. Ia mempertanyakan apa perlu ia atur agar mereka bisa memberikan tayangan spesial untuk Departemen Kardiologi. Hyun Il mengatakan tidak usah.  



Soo Yeon datang ke ruangan Hyun Il. Hyun Il mengatakan kalau peringatan kematian Hyun Mok sebentar lagi. Ia mempertanyakan kenapa kecelakaan seperti itu dapat terjadi. Soo Yeon mengatakan kecelakaan, belum ada bukti. Ia menambahkan kalau ia tidak bisa melupakan kejadian itu. Hyun Il mengatakan kalau detektif itu kemungkinan Hyun Mok ketiduran selagi mengemudi. Dia tidak minum alkohol di hari itu. Ia mempertanyakan apa Soo Yeon punya pendapat lain. Soo Yeon menggeleng dan mengatakan tidak. Hyun Il mengajak Soo Yeon ke kuil bersama akhir pekan ini. 


Soo Yeon teringat. Flashback, saat itu ia ke lokasi kejadian. Detektif menjelaskan kalau saat itu ada perbaikan jalan. Kamu menduga itu bukan kecelakaan. Kami menyelidiki namun karena daerah pinggiran kami tidak bisa mengecek CCTV dan kamera desbornya hancur. Serta tidak ada saksi. Ia merasa lebih baik menyimpulkan kalau Hyun Mok ketiduran. 

Tae Soo memberitahu wali pasien kalau operasi ayahnya ditunda. Ia memastikan akan dilakukan besok. Sedangkan di tempat lain Prof Koo dan Dong Joon diwawancara. Seok Han dan Tae Soo bicara berdua. Seok Han mempertanyakan operasinya ditunda. Pasien itu bertemu dengan dokter yang salah. Hidup pasien tergantung pada dokter yang mereka temui. Pasien itu bertemu denganmu. Andai dia pasienku, aku akan mengoperasinya sebaik mungkin. Tae Soo mempertanyakan kenapa Seok Han tidak mengoperasinya. Seok Han mengatakan tidak ada pasien yang membuatnya menjadi dokter yang ia inginkan. Adakah pasien yang membuatmu menjadi dokter yang kamu inginkan. Tae Soo mengatakan ia selalu memperjuangkan pasiennya. Seok Han mengatakan kalau yang ada hanyalah tanggung jawab begitu kita memegang pisau bedah. Tae Soo mengatakan jika takut itu, ia tidak mungkin berada di Departemen Torakoplastik. 


Ji Na memeriksa pasien. Ia mengatakan kepada Tae Soo kalau ia berharap Tae Soo hidup bahagia saat pergi. Namun melihat Tae Soo kembali membuatnya penasaran apakah wanita sehebat dirimu akan punya tempat lebih baik. Ji Na menjelaskan kalau fungsi jantungnya buruk. Kamu akan mengoperasinya besok. Tae Soo mengatakan kalau ia sedang mencari cara untuk mengoperasinya hari ini. 


Soo Yeon menemui Seok Han. ia mengatakan kalau ia pernah bertanya katup mana yang lebih baik untuk dia.  Ia akan mengoperasi sesuai dengan apa yang ia ajukan. Apa Seok Han tidak penasaran dengan pilihannya dan tidak mengikuti saran Seok Han. Seok Han mengatakan kalau Soo Yeon memilih opsi yang terbaik untuk pasienya. Ia meminta Soo Yeon tidak menyesal pilihannya. Soo Yeon mempertanyakan pernahkah Seok Han menyesali pilihannya. Seok Han mengatakan saat pertama bertemu Soo Yeon, saat itu Soo Yeon masih SMA. Pilihan yang ia buat di hari itu adalah yang paling ia sesali. Ia berharap Soo Yeon tidak melakukan kesalahan yang sama. Soo Yeon mempertanyakan kenapa Seok Han menyelamatkannya setahun lalu. Ia menambahkan kalau Tae Soo pernah mengatakan kalau dia selalu melakukan operasi dengan ketulusan. Ia mempertanyakan bagaimana dengan Seok Han. Seok Han mengatakan kalau ia juga begitu. Ketulusan ingin menyelamatkanmu, alih-alih ibu Tae Soo. Mungkin Soo Yeon orang terakhir yang merasakan ketulusan itu. 


Dong Joon dan Prof Koo sedang bersiap untuk melakukan operasi. Di ICU tiba-tiba kondisi pasien menurun. Tae Soo mengatakan kalau ia akan menggunakan ruang operasi yang digunakan Prof Koo.
Tae Soo membawa pasiennya ke ruang operasi. Soo Yeon datang dan mengatakan kalau ia akan membantu. Saat pasien Prof Koo akan dibius, Tae Soo dan lainnya datang. Karena sedang ada kamera yang merekam Prof Koo mengatakan kalau mereka akan mendahulukan pasien darurat. Prof Koo meminta Dong Joon mengikutinya. Namun Dong Joon mengatakan pada ayahnya kalau ia akan ikut dalam operasi ini. 


Tae Soo, Dong Joon dan Soo Yeon membahas kondisi pasien sebelum operasi. Tae Soo mengatakan kalau kondisi aortanya sangat buruk, memompanya akan terlalu beresiko. Soo Yeon mengatakan bagaimana jika kita memasangkan ECMO dan lakukan operasi CABG. Tae Soo meminta menyiapkan ECMO dan mengoperasi dia selagi jantungnya berdetak. Ia akan menyelesaikannya secepat mungkin. Dong Joon mengatakan dia datang dari ICU dengan kondisi serangan jantung, bagaimana jika jantungnya berhenti selagi operasi. Tae Soo mengatakan kalau kita harus menyelamatkan jantungnya dan melindungi otaknya. Jika kita melepaskan arteri mamaria secepat mungkin dan menghubungkan ke LAD, mungkin masih ada harapan. Soo Yeon mengatakan harus melakukannya, ini cara satu-satunya. Dong Joon mengatakan kamu tangani arteri mamaria, ia akan menangani pembuluh darah. 


Operasi dimulai, operasi itu direkam. Dalam proses tiba-tiba kondisi pasien menurun. Tae Soo meminta agar diambilkan defibrilator. Kondisi pasien menurun, Tae Soo memijat jantungnya. Seok Han menatap dari atas. Tae Soo bergumam dalam hati kalau ia selalu memperjuangkan pasiennya. Seok Han bergumam dalam hati kalau kenyataan memaksa kita merelakan pasien di depan kita. Ia akan mengubah kenyataannya....

Komentar:

Aduhh drama ini makin puyeng aku hahahha tapi kece...

Sinopsis Heart Surgeons Episode 19



Mereka bicara berdua, Seok Han mengatakan kalau ia berusaha menghubungi Tae Soo namun gagal. Kamu seharusnya menghubungi kami dulu. Tae Soo mengatakan kalau ia ingin hidup tenang. Seok Han mempertanyakan kenapa Tae Soo kemari tanpa mengabarinya. Tae Soo mengatakan kalau ia melihat operasi langsung yang dilakukan Seok Han. Seok Han merasa kalau Tae Soo kemari bukan soal itu. Tae Soo mengatakan kalau ia menerima pasien darurat. Seok Han mempertanyakan kamu menagani operasi itu. Ia menerima pasien itu, namun sedang mengoperasi. Tae Soo mengatakan kalau dia meninggal di ambulance saat perjalanan ke rs. dia bisa hidup jika Anda menerima pasien darurat itu. Seok Han mempertanyakan apa Tae Soo menyalahkannya. Tae Soo mengatakan sedikit. Seok Han mengatakan jangan menyalahkan dokter karena tidak bisa mengoperasi. Apa kamu menyalahkan aku untuk semua pasien meninggal karena daftar tunggunya terlalu panjang. 

Tae Soo mempertanyakan apa Seok Han tidak menerima operasi darurat lagi sekarang. Seok Han mengiyakan kalau ia tidak melakukan itu lagi. Kamu tahu apa yang kudapat setelah melakukan itu selama lima tahun, tidak ada. namun keadaan berubah setelah menyelamatkan Soo Yeon. Tae Soo mempertanyakan kapan Seok Han berhenti berjuang untuk perubahan ini. Seok Han berkata, “aku akan tahu saat itu datang padaku. Aku akan lihat sejauh apa perubahan ini.” Tae Soo mengatakan kalau ia ingin kembali ke Taesan. Ia mengatakan kalau Seok Han benar, ia tidak bisa apa-apa begitu meninggalkan Taesan. Ia menyadari di sinilah tempatnya. Ia meminta agar Seok Han menerimanya.


Joong Do memarahi Ji Na. Setelah menutup telpon Soo Yeon mempertanyakan siapa. Ji Na mengatakan siapa lagi yang akan membuat keributan tengah malam begini. Soo Yeon menebak Joong Do. Ji Na mengatakan dia mungkin tidak senang setelah Seok Han  sukses dengan operasi langsungnya. Ia mempertanyakan bagaimana perasaan Soo Yeon. Kamu masih menentang operasi ini. Soo Yeon mengatakan kalau itu tidak akan berubah karena berhasil. Seok Han tidak melakukannya untuk pasien. Ji Na mempertanyakan apa ada dokter yang mengoperasi untuk pasien mereka. Semua dokter bilang mereka mengoperasi untuk pasien, namun hanya beberapa dari mereka yang bersungguh-sungguh. Namun Soo Yeon mengatakan banyak yang melakukan itu. 


Lalu dr. Moon dan Dong Joon masuk. Ji Na mempertanyakan kepada mereka apa dokter mengoperasi demi pasien. Soo Yeon meminta pendapat dr. Moon. dr. Moon mengatakan  tentu saja harus demi pasien. Dong Joon mengatakan kalau dokter hanya akan sukses jika pasiennya hidup. Mereka bilang melakukannya demi pasien, tapi menolak operasi yang akan menjatuhkan status mereka. Lalu dr. Moon mengatakan kalau ia merasa Tae Soo datang saat operasi langsung. Dong Joon mengatakan kalau dr. Moon mungkin salah lihat. 


Tae Soo kembali ke rumah, ia menghampiri Woo Jin. Woo Jin mempertanyakan apa Tae Soo menemui Seok Han. Tae Soo hanya mengangguk. Woo Jin mengatakan seharusnya Tae Soo mencengkeram  lehernya dan menanyakan kenapa melakukan itu. Tae Soo mengatakan kalau ia bilang ke Seok Han ia ingin kembali ke Taesan. Woo Jin mengatakan kenapa melakukan itu setelah tahu Seok Han melakukan itu kepada Tae Soo. Tae Soo mengatakan lalu apa yang akan berubah jika kucengkeram kerahnya dan berteriak kepadanya. Woo Jin mengatakan tetap saja, kamu sudah tahu yang sebenarnya.Tae Soo mengatakan kamu bilang akan ke Taesan juga. Woo Jin mengatakan saat itu ia tidak tahu yang sebenarnya. Tae Soo mengatakan kalau ia harus kembali setelah tahu yang sebenarnya. Woo Jin mempertanyakan apa yang akan dilakukan Tae Soo. Tae Soo mengatakan kalau ia ingin tahu kenapa dia melakukannya. Ia ingin tahu kenapa Seok Han membiusnya untuk melakukan itu. Dia bilang akan memikirkannya untuk menerimanya kembali ke Taesan. Woo Jin berkomentar kalau siapa yang mengirim itu setelah setahun berlalu. Tae Soo meminta Woo Jin pura-pura tidak tahu. Ia ingin tahu perubahan Seok Han. 


Di rs Taesan Soo Yeon menjelaskan pasien seorang pria mitralnya gagal berfungsi dan darah memasuki atrium kiri dari ventrikel kirinya. Ini menyebabkan dispnea dan sesak di dada. Kami berencana mengganti ventrikel kirinya dahulu. Prof Koo mempertanyakan akan mengoperasi dengan apa, jaringan atau katup mekanis. Soo Yeon mengatakan karena masih muda, ia akan menggunakan katup mekanis. Seok Han mempertanyakan apa menurut Soo Yeon itu pilihan terbaik untuk pasien. sebaik apa kamu mengenal pasien ini. Ia mempertanyakan tentang sebaik apa kamu mengenal kehidupan pasien. Soo Yeon mengatakan kalau dia mencemaskan kemungkinan operasi tambahan. Karena itu ia menyarankan katup. Seok Han mempertanyakan kenapa dia mencemaskan itu. Soo Yeon mengatakan kalau dia mencemaskan operasi jantung apa pun. Dia lebih memilih minum obat untuk seumur hidup dan berharap satu operasi saja cukup. 

Seok Han mempertanyakan jika dia memilih, kamu akan mengikuti saja kehendak pasien. pernah memikirkan sebaik apa pasien mengetahui kondisi mereka. Bukankah mempertimbangkan sebaik apa pasien bisa mengurus diri sendiri setelah operasi juga merupakan tugas dokter. Kamu sudah lihat berapa banyak pasien yang kembali setelah operasi mereka. Soo Yeon mengatakan kalau ia akan menjelaskan dengan rinci cara menjaga kesehatannya pascaoperasi. Seok Han mengatakan jika memasang katup mekanis, dia akan butuh tes darah berkala dan mengurus pengencer darahnya. Apa pasien bisa mengikuti penjelasanmu tadi. Soo Yeon mempertanyakan kenapa menurut Seok Han itu mustahil. Seok Han mengatakan kalau pasien itu tidak punya wali, juga pecandu alkohol. Jika dia berhenti minum atau terlalu sering meminum obatnya, itu akan mengancam jiwanya. Untuk menghindari operasi sekunder, dia tidak akan bertahan 10 tahun. Lalu apa bagusnya memilih mekanis yang bertahan seumur hidup, kapan operasinya. Soo Yeon mengatakan pekan depan. Seok Han mengatakan mungkin akan lebih baik dengan katup bioprostetik dan aspirin. Ia meminta Soo Yeon mempertimbangkan lagi.

Ketika Prof Koo mengatakan cukup hari ini, dr. Moon menjelaskan kalau Departemen Kardiologi memohon konsultasi untuk operasi. Prof Koo membenarkan, ia lupa soal itu. Ia mendengarnya dari Joong Do pagi ini. Lalu dr. Moon membuka rekam medis pasien. Ia menjelaskan kalau pasien ini datang ke Departemen Kardiologi tiga hari lalu. Dia mengeluh kesulitan bernapas. Menurut hasil rontgennya, tampaknya ini hipertrofi jantung. Dia kesulitan bernapas terutama saat berolahraga. Dia menerima angiografi kemarin. Karena angina tidak stabil dia dipasang ring selama lima tahun terakhir. Hingga kini dia mengonsumsi aspirin. 

Dong Joon mempertanyakan apa menurutmu ada penyumbatan dalam ringnya, berapa banyak yang dia miliki. Setelah melihat rekam medisnya Dong Joon berkomentar kalau Joong Do ahli bedah berbakat. Seharusnya beberapa bagian dibiarkan agar pembuluh bisa disambung. Soo Yeon mempertanyakan bagaimana EFnya. Lalu dr. Moon menjelaskan 15 persen untuk sementara. Prof Koo mengatakan kalau ia ingin menerimanya namun jadwalnya padat. Seok Han mengatakan kalau Tae Soo akan melakukannya. Mereka semua kaget mendengarnya. Ia menambahakan kalau direktur sudah menyetujuinya. 


Soo Yeon mempertanyakan kepada Seok Han kenapa tiba-tiba membahas Tae Soo. Seok Han mengatakan kalau Tae Soo menemuinya dan mengatakan ingin kembaii. Apa dia tidak memberitahumu soal itu. kalian bertemu pekan lalu. Soo Yeon mempertanyakan apa Seok Han tahu Tae Soo ada di rs Haemin. Seok Han mengatakan apa itu penting. Soo Yeon mengatakan kalau Anda mengirim pasien darurat kepada Tae Soo. Anda tahu dia akan menerima pasien itu. Seok Han mengatakan kalau dia tidak mengirim pasien kepadanya. Ia menambahkan kalau Tae Soo memutuskan menerima pasien itu. Soo Yeon mempertanyakan apa Tae Soo tahu. Seok Han mengatakan kalau Tae Soo akan melakukannya. 

Soo Yeon mempertanyakan apa Anda akan mengubah Tae Soo menjadi seperti Anda. Pasien yang tidak ditolak Taesan, Anda mengoperasi mereka semua. Saat aku masih menjadi residen. Seok Han mengatakan kalau Tae Soo akan memutuskannya, seperti yang pernah kulakukan. 


Prof Koo memberitahu Joong Do kalau Tae Soo akan kembali. Joong Do berkomentar kalau begini ia tidak bisa menjadi kepala. Ia merasa Hyun Il menyukai Seok Han karena pekerjaannya. Prof Koo mengatakan kalau dia masih muda. Joong Do mengatakan kalau Hyun Il mengatakan kalau usia tidak penting. 

Seok Han ke ruang operasi, dalam perjalanan ia ingat kalau ia mengatakan kepada Tae Soo kalau ia butuh Tae Soo untuk operasi ini. ia meminta Tae Soo kembali ke Taesan. Tae Soo sampai di lobi rs Taesan. 


Malam itu mereka minum bersama, namun tidak terlihat Soo Yeon, Seok Han dan dokter anastesi. Mereka merasa senang karena Tae Soo kembali ke rs Taesan. dr. Moon mempertanyakan apa Tae Soo datang saat operasi langsung Seok Han. Tae Soo mempertanyakan bagaimana dengan Seok Han. dr. Moon mengatakan kalau Seok Han bertugas jaga malam. Eun Sook mengatakan kepada Tae Soo kalau Seok Han juga kesultan saat membuat keputusan, jangan terlalu membenci dia. Dokter anastesi datang dan bergabung dengan mereka dan mengatakan bencilah dia. Tae Soo hanya bisa tersenyum. Ia mempertanyakan dimana Soo Yeon. Dr. Moon mengatakan kalau dia harus merawat pasien di ICU sehingga sedikit terlambat. 


Tae Soo keluar, Soo Yeon datang. Ia mengatakan kalau ia kaget saat mendengar Tae Soo kembali, apa yang mengubah pikiranmu. Tae Soo mengatakan setelah mampir menemui Profesor ia menyadari merindukan mereka. Tae Soo menatap dari luar melihat rekan-rekannya bersenang-senang. Ia menambahkan kalau ia selalu memikirkan mereka. Soo Yeon mengatakan kalau Tae Soo tidak pandai berbohong. Tae Soo mengatakan kalau itu bukan kebohongan. Ia tidak menyadarinya saat bekerja di sini. Rasanya itu seperti perjuanganku seorang diri. Perjuangan mengoperasi dan ibuku. Namun ia merasa sudah tahu banyak orang yang selalu menjagaku. Ia meminta Soo Yeon jangan menyesalinya lagi.

Soo Yeon mempertanyakan apa Tae Soo akan mengoperasi besok. Tae Soo mengiyakan, ia mempertanyakan apa Soo Yeon khawatir. Soo Yeon mengatakan kalau semua berpikir itu akan sulit. Tae Soo mengatakan kamu bilang kenekatanku terkadang benar. Ia merasa bukan kenekatannya, itu ketulusannya. Ia ingin mengembalikan ketulusan. Itu alasannya kenapa ia kembali ke rs Taesan.
Seok Han di ruang ICU. Sun Young mengatakan kalau pasien itu dari Departemen Kardiologi. Mi Ran mempertanyakan siapa yang mengirim. Sun Young mengatakan Joong Do. Mi Ran berkata, “Lagi-lagi. Apakah itu ayah.” Mi Ran mengangguk mengiyakan. Seok Han menghampiri mereka dan meminta mengawasinya karena operasinya besok. Kita akan menyuntikkan heparin karena arterinya tersumbat. 

Sun Young mengatakan kalau Tae Soo yang mengambil alih operasi Seok Han. Mi Ran mempertanayakan apa benar-benar ingin kembali ke rs tempat ibunya meninggal, dia akan memikirkannya terus. Sun Young mengatakan kalau ia memikirkan soal itu juga. Mata ibunya tampak sangat sedih. Mi Ran mengatakan kalau tatapan mata seseorang akan paling lama kita kenang. Sun Young mengatakan karena itu ia tidak bisa lagi menatap mata pasien. 


Mereka kembali ke rs. Terlihat dr. Moon menggendong Dong Joon. Tae Soo masuk dan bergabung dengan mereka. Tae Soo hanya duduk di kursi. Dr. Moon meminta agar Tae Soo tidak meninggalkan mereka lagi. Woo Jin masuk dan mempertanyakan apa ada tempat kosong. Ia mengatakan kalau UGD sibuk begitu ia kembali. Woo Jin bergabung dan istirahat di ruangan itu. dr. Moon berkomentar kalau ini seperti di masa lalu. Dong Joon yang mabuk minta maaf kepada Tae Soo karena tidak ada tempat karenanya.