Monday, 26 November 2018

Sinopsis Priest Episode 1-1



= Tahun 1999, Musim Panas =

Seorang wanita meronta-ronta dipegangi beberapa orang, di antaranya ada dokter. Seorang anak laki-laki masuk ia mempertanyakan apa ibunya baik-baik saja. Terlihat bola mata ibunya berubah merah. 


Ayahnya mengajak anaknya keluar. Anak itu mengatakan ibunya tidak sakit, percuma menelepon dokter. Ia melihat sesuatu di dalam tubuh ibunya. Ayahnya meminta jangan bicara sembarangan. Anak itu mengatakan kalau ia tidak bohong. Ayah tersebut lalu memukul anaknya. Ia meminta anaknya masuk kamar. 


Anak itu lalu ke gereja. Ia sampai gereja dengan basah kuyup karena hujan deras. Ia memanggil pendeta. Pendeta itu mengatakan, “Soo Min.” Mereka bergegas pergi. lalau mereka sampai di depan rumah Soo Min. 



Pendeta itu memperkenalkan diri kepada ayah Soo Min. Pendeta itu bernama Moon Ki Sun. Ayah Soo Min berterima karena mengantar anaknya. Ki Sun mengatakan kalau Anda dalam situasi berbahaya. Ayah Soo Min mengatakan kalau istrinya sedang diperiksa, ia meminta Ki Sun pulang. Ki Sun mengatakan kalau yang Anda butuhkan bukan dokter tetapi doa. Tiba-tiba ibu Soo Min jatuh dari atas. Ki Sun berusaha menyembuhkannya dengan doa. Ibu Soo Min sadar dan memanggil anaknya, namun tiba-tiba berubah lagi. Ki Sun meminta Soo Min menutup matanya. Ki Sun menutup mata Soo Min. Ibunya terus berubah sampai-sampai ibu Soo Min tergeletak.



= Masa Kini =

Di ambulance terlihat ada seorang anak terluka, pendarahannya tidak berhenti. Pasien tersebut di UGD. Ki Sun memberi sebuah kaset untuk pendeta. Pendeta itu mengatakan ini merepotkan. Para biarawati dijadwalkan untuk mengunjungi Korea. Gawat jika terjadi keributan di Vatikan. Ki Sun mengatakan bukan itu yang penting. Ini masalah serius. Ia merasa tidak semua hal akan diizinkan sekarang. Sampai kunjungan Suster Lee Hye Min usai, biarkan 634 Regia memutuskan dan bertindak.  



Seorang laki-laki muda tertidur di ruangan itu. Karena kaget ia terbangun, ia pura-pura berdoa. Pendeta mempertanyakan kamu Soo Min bukan. Apa mentalmu kuat. Ia mempertanyakan kepada Ki Sun sudah berapa lama dia di sini. Ki Sun menghampiri Soo Min dan mengatakan kalau sudah dua tahun dia menjadi diaken. Dia masih gegabah dan bodoh. Pendeta mengatakan kalau dia pilihanmu, itu tanggung jawabmu. Ia meminta tetap hati-hati dan jaga diri. Ia meminta jangan bertindak gegabah.

Di UGD dokter melakukan CPR kepada pasien anak itu. Tiba-tiba Eun Ho datang dan menangani pasien itu. Eun Ho mengatakan kalau ia akan melakukan bedah perut darurat. Ia menduga ada pendarahan dalam. 


Mereka melakukan operasi darurat. Ternyata anak itu bernama Woo Joo. Ibu Woo Joo datang lalu menghampiri dokter. Dokter masuk dan mencegah Eun Ho melakukan operasi. Ia memberitahu kalau walinya datang. Eun Ho mengatakan tidak ada waktu, sebentar lagi jantungnya berhenti. Ia meminta Yoo Ri keluar. Yoo Ri akhirnya keluar. Eun Ho melakukan operasi, akhirnya pendarahan berhenti. Eun Ho melakukan kejut jantung, namun tidak berubah. Ia melakukan CPR, tidak ada perubahan juga. 

Eun Ho menemui ibu Woo Joo. Ibu Woo Joo mempertanyakan bagaimana operasinya. Eun Ho dan lainnya hanya diam. Eun Ho akan menjelaskannya, namun tiba-tiba lampu mati. Akhirnya lampu kembali normal. Eun Ho dipanggil masuk, mereka semua masuk. Akhirnya mereka melihat Woo Joo jantungnya kembali berdetak. 

Atasan Woo Joo menjelaskan kalau kakek Woo Joo adalah eks perdana menteri. Kamu membedahnya tanpa izin wali. Eun Ho mengatakan sudah hampir empat menit sejak jantungnya berhenti. Jika operasi dimulai setelah ada izin dari wali sesuai prosedur, pasien akan mengalami kerusakan otak serius walau berhasil siuman. Atasan Woo Joo mengatakan mungkin pikirmmu ini bukan masalah karena pasien selamat, untuk apa punya prosedur. 


Tiba-tiba direktur datang. Ia mengatakan kalau ia dihubungi perdana menteri. Katanya cucunya dirawat inap kemarin. Ia memuji Eun Ho sebagai dokter bedahnya.


Soo Min dan Ki Sun makan bersama. Tiba-tiba hpnya bergetar, Ki Sun mengeceknya. Ia segera menyalakan tv. Terlihat di berita kalau ada guru BK menusuk seorang anak SD yang mendatanginya untuk konseling. Setelah terkuak bahwa guru BK itu mantan pastor, orang-orang makin terkejut. Jung adalah mantan pastor hingga delapan tahun lalu. Ki Sun mengatakan ia akan pergi. Soo Min akan ikut, namun Ki Sun melarangnya. Soo Min melihat berita kalau anak itu di bawa ke rs Katolik Selatan. 


Eun Ho menemui Woo Joo di ruang rawatnya. Melihat luka Woo Joo. Di luar ruangan ibu Woo Joo mempertanyakan ada apa karena Eun Ho bukan dokter penanggung jawab Woo Joo. Eun Ho mengatakan kalau ia hanya khawatir. Ibu Woo Joo mempertanyakan apa Eun Ho akan merawat Woo Joo mulai sekarang. Eun Ho mengiyakan karena direktur memintanya. 

Eun Ho mempertanyakan tentang luka di tubuh Woo Joo. Sepertinya itu bukan luka di hari Woo Joo masuk rs. Ia mempertanyakan apa Woo Joo melukai diri sendiri. Jika benar sebaiknya berkonsultasi dengan psikiater. Ibu Woo Joo mengatakan kalau dia memiliki kebiasaan menggaruki diri sendiri. Ia mengatakan Woo Joo butuh istirahat, bisakah kamu pergi. Eun Ho akhirnya pergi.

Sunday, 18 November 2018

Sinopsis Heart Surgeons Episode 30



Tae Soo mempertanyakan dia ada di daftar tunggu cangkok. Woo Jin mengatakan secepat ini. Soo Yeon menjelaskan ini belum darurat. Namun dokternya berpikir dia butuh cangkok pada akhirnya. Ye Rin mengatakan dia tidak tampak sakit. Woo Jin mengatakan kenapa cepat. Tae Soo mengatakan karena itu miokarditis akut berbahaya. dr. Moon mengatakan terutama akan sulit bagi anak-anak karena donor anak sedikit. Dong Joon mengatakan dia tidak perlu menunggu donor anak. Terkadang ada kasus anak-anak menerima jantung orang dewasa. Ada makalah menunjukkan pasien anak-anak mengatasi perbedaan 40 kilogram dan operasi cangkok berhasil. 


Hyun Il mengatakan golongan darahnya sama dengan Min Sik dan hasil tes HLA typing identik dengannya. Artinya mereka bisa menerima jantung yang sama. Seok Han melihat riwayat medisnya. Itu ternyata Yoon Seo. Hyun Il mengatakan ini miokarditis akut. Jika dia masuk ke ICU dengan ECMO, dia akan didahulukan dalam daftar tunggu. Min Sik harus menjadi yang pertama dalam daftar. 

Seok Han diruangannya, ia teringat Yoon Seo tadi memegang tangannya. Seketika ia juga teringat anaknya Yoo Bin.

Di ruang operasi Tae Soo mendengar suara pemberitahuan ada kode biru dari bangsal pediatri. Soo Yeon yang mendengar segera berlari. Dong Joon berpapasan dengan Tae Soo. Tae Soo meminta agar Dong Joon mengambil ECMO. 


Tae Soo datang, Soo Yeon sedang melakukan CPR. Soo Yeon mengatakan kepada Tae Soo kalau dia membutuhkan ECMO sekarang juga. Tae Soo mengatakan kalau itu akan segera datang. Tae Soo menggantikan Soo Yeon melakukan CPR. 


Seok Han akan masuk ke bangsal pediatri. Hyun Il menghampirinya dan melarangnya ikut campur. Hyun Il masuk ruangan dan meminta agar berhenti melakukan CPR. Namun mereka tidak mendengarkannya tetap melakukannya dan melanjutkannya memasang ECMO. Soo Yeon meminta Hyun Il keluar karena dokter yang menaganinya sedang melakukan CPR. Hyun Il berkomentar dokter yang menaganinya. 


Mereka memindahkan Yoon Seo ke ruang ICU. dr. Lee mengatakan kalau kami sudah menghubungi pusat cangkok. Tae Soo mengatakan karena kondisinya kritis, dia akan naik ke posisi pertama. Soo Yeon mengatakan kita harus membantunya tetap hidup sampai dia menerima cangkok. 


Di luar Soo Yeon mengatakan kalau dia ingin Yoon Seo meninggal karena golongan darahnya sama dengan Min Sik. Ia harus memeriksa lebih jauh, tapi Hyun Il sudah tahu Yoon Seo saingan Min Sik. Tae Soo mengatakan Yoon Seo dengan ECMO akan dianggap lebih darurat daripada Min Sik yang memiliki LVAD. Soo Yeon mengatakan selama dia lebih dahulu dalam daftar tunggu, Hyun Il tidak akan tinggal diam. 


Hyun Il mencengkeram kerah Seok Han dan mempertanyakan apa yang akan dilakukan Seok Han. Seok Han mengatakan kita masih punya waktu. Hyun Il mengatakan berapa lama waktu kita, begitu putaran pertama selesai, Min Sik akan meminta jantung. Ia mengambil berkas dan melemparkan kepada Seok Han. Proposal untuk pusat kardiologi pediatri, ia akan mengajukan kepada dewan direktur bulan depan begitu operasi Min Sik selesai. Apa janji itu cukup alih-alih sekedar ucapan. Ia mengatakan ini giliranmu menepati janjimu. 

Tae Soo mengatakan kalau kita harus mengirim Yoon Seo ke rs lain. Hanya itu caranya dia bisa menerima cangkok. Jika tetap disini, entah apa yang akan menimpanya. Soo Yeon mengatakan ia akan memberitahu ibunya. 

Mereka ke ruang ICU, mereka melihat Hyun Il. Hyun Il mengatakan kepada Soo Yeon dan Tae Soo kalau ia mengganti Seok Han menjadi dokter Yoon Seo. Hyun Il lalu pergi meninggalkan ICU. Sun Young mengatakan kepada Tae Soo dan Soo Yeon kalau Hyun Il berjanji rs akan membiayai semua tagihan medisnya. Mi Ran berkomentar kenapa Hyun Il berubah pikiran. 

Tae Soo dan Soo Yeon berjalan berdua. Tae Soo mengatakan kalau dia ingin memastikan Yoon Seo tetap di Taesan. Soo Yeon mengatakan mungkin untuk saat jantung tersedia karena dia diutamakan dalam daftar. Tae Soo mengatakan alasan dia menjadikan Seok Han yang merawatnya. Soo Yeon melanjutkan kalau Seok Han juga merawat Min Sik. Jika terjadi sesuatu pada penerima cangkok, dokter yang merawat berkuasa memberikan jantung kepada orang lain. Tae Soo mengatakan mungkin mereka akan membuat masalah untuk mengubah posisi daftar tunggu. Soo Yeon mengatakan kalau yang menerima jantung sepenuhnya terserah Seok Han. Tae Soo mengatakan itu tidak akan menjadi pilihannya, melainkan perintah direktur. 


Hyun Il melihat berita kalau Min Sik memenangkan pencalonan untuk Partai Kesejahteraan Rakyat dengan cara yang luar biasa. Setelah memasuki pemilihan tahap awal, Min Sik yang memenangi putaran pertama berencana meneruskan momentum untuk pemilihan presiden. 

Di ICU dr. Moon meminta Yoon Seo bertahan sebentar lagi. Ia mempertanyakan kepada Sun Young di mana ibunya. Sun Young mengatakan kalau ibunya akan segera datang. 

Hyun Il melempar koran dan mengatakan kepada Seok Han kalau itulah yang diharapkan semua orang. Kini giliranmu, kamu sudah dengar ada jantung yang tersedia. Seok Han mengiyakan. Hyun Il mengatakan kalau itu memang belum menjadi miliknya, namun karena kamu merawat Yoon Seo kamu akan mewujudkannya. 


Soo Yeon memberitahu Tae Soo kalau ada jantung untuk Yoon Seo. Mereka ke ICU dan memberikan kabar baik itu. Yoon Seo memberitahu ibunya menggunakan bahasa isyarat. Bahkan dr.Moon sekarang bisa sedikit-sedikit bahasa isyarat. 

Tae Soo dan Soo Yeon ke pusat organ. Tae Soo kaget mendengarnya. Soo Yeon mempertanyakan itu tidak mungkin. Petugas mengatakan kalau ia memeriksa sendiri bagaimana ini terjadi. Hasil tes darah menunjukkan tingkat peradangannya tinggi. Dia didiagnosis dengan sepsis. 


Soo Yeon mengatakan kalau ini sesuai dugaannya. Tae Soo mendapat telepon dari Seok Han. Ia mengatakan tidak ada cara lain. 


Seok Han dan Tae Soo makan bersama. Seok Han meminta agar Tae Soo bergabung dengannya. Ia akan menyelamatkan Yoon Seo bagaimanapun caranya. Tae Soo mengatakan kalau Seok Han terakhir bicara seperti itu. Anda bilang akan memberikan jantung pada ibunya. Anda tidak menepati janji. Seok Han meminta agar Tae Soo memutuskannya. Ia hanya bisa menjanjikan. Di luar Tae Soo mengatakan kalau ia akan membantu Seok Han. 


-Hari operasi cangkok Han Min Sik-

Media semua berkumpul di rs tersebut. Direktur Yoon melakukan prescon. Dia mengatakan kalau rs ini akan menjalankan operasi cangkok jantung pada Han Min Sik.


Seok Han menjelaskan operasi hari ini, kami akan mengganti jantung kandidat dengan alat bantu ventrikel untuk jantung donor. Mengingat pemulihannya yang lancar setelah operasi, kalian akan menyaksikan presiden dengan cangkok jantung. 


Mereka lalu menemui Min Sik dikamarnya. Seok Han mengatakan kalau ia akan melakukan yang terbaik. Min Sik mengatakan jika operasi berhasil, ia juga akan melakukan yang terbaik. 

Setelah jantung donor diambil, mereka membawa jantung tersebut ke rs Taesan dengan menggunakan helikopter. 

Setelah sampai di rs Tae Soo meminta Dong Joon mengambilkan kacamata pembesar di ruangannya. Tae Soo segera masuk dan bersiap untuk operasi. Dong Joon masuk ruangan operasi. Mereka menanyakan di mana Tae Soo. Dong Joon mengatakan kalau Tae Soo sudah datang lebih dulu karena dia memintanya untuk membawakan kacamata pembesar. Mereka mencoba menghubungi Tae Soo, namun tidak bisa.

Tae Soo berlari dan masuk ke dalam mobil sambil membawa jantung tersebut, ia segera pergi meninggalkan rs. Seok Han menelepon, Tae Soo mengangkatnya. Tae Soo hanya mengatakan minta maaf, ia mengatakan kalau ia tidak bisa ke sana hari ini. Seok Han meminta Tae Soo kembali. Tae Soo mematikan telepon tersebut. 

Prof Koo memeriksa CCTV, ia menemukan Tae Soo pergi dengan mobilnya. Ia segera melaporkan kepada Joong Do. Joong Do segera melaporkan Hyun Il. Hyul Il ke ICU, namun ia melihat Yoon Seo sudah tidak ada di sana. 

Tae Soo mempercepat laju mobilnya, polisi mengejar Tae Soo. Akhirnya mobil Tae Soo terkepung, akhirnya mereka membawa box yang berisi jantung tersebut. 

Mereka yang membawa box sampai di rs, lalu memberikannya kepada Prof Koo. Ketika diperiksa oleh Hyun Il ternyata box itu kosong. 


Di tempat lain Jae Myung membawa box yang berisi jantung ke ruang operasi Yoon Seo. dr. Moon mengambil jantung tersebut. Soo Yeon berterima kasih kepada Jae Myung. Ia mengatakan akan meneruskan operasinya. 


Hyun Il kesal, Seok Han keluar. Tae Soo juga datang menghampiri mereka. Hyun Il berteriak, "Park Tae Soo."

Komentar:

Aa love sama drama ini...akhirnya terungkap kan kejadian yang diperlihatkan di episode pertama.

Sunday, 11 November 2018

Sinopsis Heart Surgeons Episode 28



Joong Do mengatakan kepada Hyun Il kalau ia mendengar Min Sik pergi tanpa masalah. Hyun Il meminta agar memastikan kabar ini tidak tersebar. Hal ini agar tidak merugikan kampanyenya. Ketika melihat berkas ia mempertanyakan kenapa ada banyak sekali pasien rawat inap jangka panjang. Pasti ada orang yang belum terbiasa dengan Taesan baru. Ia meminta diadakan rapat.


Joong Do menghampiri Prof Koo dan mempertanyakan kenapa tidak menjawab teleponnya. Prof Koo yang sedang pijat di kursi pijat mengatakan kalau ponselnya mode getar jadi ia tidak mendengarnya. Joong Do melemparkan berkas, Prof Koo melihatnya.


Dalam rapat Hyun Il mengatakan kalau ia merasa rs akan mulai menyediakan jasa penginapan. Ia melemparkan berkas ke Prof Koo. Ia mempertanyakan apa kalian merawat pasien yang sudah 30 hari di sini terutama Torakoplastik. pasien yang sudah selesai dengan tes dan operasi tidak perlu membayar yang lain kecuali pengobatan dan makanan. Ia meminta agar mengeluarkan mereka segera mungkin. Kirim mereka ke rs lain atau pulangkan mereka. 

dr. Moon mengatakan kepada Prof Koo kalau sudah seminggu kami menyarankan pasien dipulangkan. Pasien bilang makanannya enak dan dia berusaha tetap di sini. Prof Koo mengatakan agar menyuruh pasien puasa mulai malam ini. Lalu dr. Moon menjelaskan pasien berikutnya dia sudah dirawat 36 hari. Mereka sudah menyarankan agar pulang 20 hari lalu. Dia telah menginap di rs mengeluh nyeri di area yang tidak relevan dengan operasi. 

Prof Koo meminta agar menyuruh puasa sekarang juga. dr. Moon menjelaskan sesuai intruksi sudah sepekan dia tidak mengikuti pola makan. Namun dia membeli makanan di toserba dan restaurant. Prof mempertanyakan di mana bangsalnya. Prof Koo akhirnya berhasil meminta agar pasien pulang. Ia meminta dr. Moon memproses kepulangannya.


Mereka ke ICU, namun di sana ada Hyun Il. Hyun Il mempertanyakan kalau ini pasien Jae Myung. Prof Koo menjelaskan besok tepat satu bulan, pasien belum menunjukkan perubahan. Joong Do menambahkan kalau dia membawa pasien ke ruang operasi namun keluar dari sana karena tidak bisa melakukan apa-apa. Hyun Il mengatakan kenapa kita tidak mengirim pasien ke sanatorium. Ia meminta memanggil walinya dan proses kepulangannya. dr. Moon mengatakan walinya anak laki-laki, siswa SMP. 


Ji Na mempertanyakan kamu akan menemui putri pasien sarkoma, apa yang akan kamu lakukan. Soo Yeon mengatakan ia harus memberitahukan sesuatu. Ji Na mengatakan semua setuju dia sudah mengusahakan yang terbaik saat operasi. Pasien meninggal saat dioperasi. Soo Yeon mengatakan ia tahu, seperti itu kelihatannya. Ji Na mempertanyakan kamu tidak mempercayai Seok Han. Soo Yeon mengatakan kalau ia mempercayainya. Karena ia mempercayainya, ia tidak bisa mengakhirinya di sini. 

Wali pasien ajudan Min Sik mengatakan kalau rs lain bilang mereka tidak akan mengoperasi. Mereka bilang itu berbahaya. Namun Min Sik menghubungi kami dan bilang dia menemukan rs yang bisa mengoperasi. Ia menentangnya, namun ayahnya ingin dioperasi meski dia tidak selamat. Anda mengatakan ada yang salah dengan operasi itu. Soo Yeon mengiyakan, sejak awal seharusnya dia tidak dioperasi. 

Wali pasien mengatakan kalau Seok Han juga mengatakan hal yang sama. Ia bertemu setelah operasi. Ia mempertanyakan adakah sesuatu yang tidak ia ketahui mengenai kematian ayahnya. Soo Yeon mengatakan belum dipastikan. Namun seseorang mungkin menyuruh ayahmu dioperasi tanpa alasan. Mungkin orang yang dekat dengannya.


Seok Han mengatakan kalau ia ingin janji bukan ucapan. Pusat kardiologi pediatri, sepertinya Anda belum mulai merencanakannya. Cangkok jantung Min Sik dua bulan lagi. Hyun Il memberikan Seok Han berkas daftar tunggu cangkok jantung. Ia meminta agar persiapkan agar Min Sik mendapatkan jantung saat kita membutuhkannya. Kamu sudah pernah melakukannya, maka kamu lebih tahu daripada orang lain. Sukseskan cangkok jantung dan kamu bisa mendapat semua keinginanmu.
Soo Yeon berpapasan dengan Seok Han. Ia mengatakan kalau ia baru menemui putri pasien sarkoma. Seok Han mempertanyakan apa yang Soo Yeon cari. Soo Yeon mengatakan kalau ia mencari kebenaran. Namun ia mungkin tidak bisa menemukannya karena hanya Anda yang tahu. Jika datang waktunya saat Anda harus mengungkapkan itu, tolong beritahu aku. 


Tae Soo mengatakan Min Sik bisa menjalani putaran pertama tanpa VAD, tapi tidak demikian dengan pilpres. Soo Yeon mengatakan dia mungkin akan menerima cangkok. Tae Soo menjelaskan jendela untuk operasi adalah antara putaran pertama dan pilpres. Soo Yeon mengatakan kalau Seok Han mungkin harus menghadapi keputusan lain, seperti saat itu. Ia yakin itu satu hal yang tidak ingin dia lakukan. 

Tae Soo mengatakan jika dia menginginkan cangkok sebelum pilpres, dia punya waktu dua bulan. Soo Yeon mengatakan kalau kita harus meyakinkan Profesor sebelum itu bagaimanapun caranya. Ia ingin membantu Seok Han kembali sebelum melangkah lebih jauh. 

Mi Ran membawa kertas pemberitahuan. Ia memberitahu Sun Young kalau kita menerima pemberitahuan. Sun Young membacanya dan ternyata pemberitahuan obat tidak dibiayai oleh asuransi tidak diperbolehkan. 

Tiba-tiba kondisi ibu Jin Woo menurun. Tae Soo mendapat kabar dari ICU, ia segera ke ICU. Tae Soo datang, ia segera melakukan intubasi. Soo Yeon datang menghampiri mereka. Tae Soo mengatakan kalau dia pingsan karena kadar oksigennya sangat rendah. Sun Young memberitahu kalau saat Jin Woo datang mereka menyuruh kami mengirim ibunya ke sanatorium. 

Jae Myung mengatakan kalau fungsi paru-parunya hanya setengah sebelum operasi, maka itu ia gelisah. Namun ia tidak menduga ini memburuk dengan cepat. Soo Yeon mengatakan meski paru-parunya pernah bermasalah, ini terjadi terlalu cepat. Jae Myung mengatakan kalau ini tidak bisa diduga. Kita harus mengawasi malam ini. Ia meminta menyiapkan obat-obatan yang diresepkan.

Sun Young mengatakan ia merasa harusnya tidak memberikan obat itu. Mi Ran mengatakan kalau kami dilarang memberi obat yang tidak dibiayai asuransi. Jae Myung meminta agar dibawakan obatnya, ia yang akan bertanggung jawab. Ini bukan pertama kali kita dibatasi. Sun Young mengatakan kalau ia sudah menduga Jae Myung akan berkata demikian. Ia sudah membawakan obatnya. 


Di UGD Woo Jin mempertanyakan jadi kita tidak bisa menerima pasien yang membutuhkan operasi darurat. Atasannya membenarkan, jika rs lain menolak kita juga begitu. Woo Jin mempertanyakan jika kita tidak menerima mereka, bagaimana orang-orang itu. Atasan Woo Jin mengatakan kalau ini gara-gara Woo Jin menerima pasien operasi darurat. Woo Jin mengatakan kalau ia tidak bisa melakukan ini, ia akan mengurusnya. 


Soo Yeon, dr. Moon dan Dong Joon melihat Ji Na di ruangan mereka. dr. Moon mempertanyakan apa di kardiologi memakai obat yang tidak dibiayai asuransi.  Ji Na mengatakan kita harus menuruti perintah mereka, akan segera ada banyak biaya. Rumah sakit kan mendirikan pusat kardiologi pediatri. Ia mendengarnya saat Joong Do bertelepon. Dia hampir mati karena iri hati. Mungkin ini kabar buruk untuk pasien, tapi bagi Taesan ini baik karena rs berkembang seiring waktu. 


Tae Soo mengatakan kepada Seok Han kalau ia merasa Taesan juga  banyak berubah. Seok Han mengatakan tidak ada yang tetap sama. Tae Soo mengatakan Anda tahu perintah yang diberikan direktur bukan. Jika ini terjadi sebelumnya, Anda mungkin tidak melihatnya terjadi. Seok Han mengatakan jika masih seperti dulu, pasti sudah ia hentikan. Tae Soo mengatakan Min Sik akan menerima cangkok jantung. Seperti yang Anda lakukan kepadaku, akankah melakukan yang sama kepada orang lain. Itu sulit untuk Anda. 

Ia tidak pernah bertemu dengan Yoo Bin. Namun ia tahu satu hal, dia memiliki ayah terbaik yang bisa diinginkan siapa pun. Namun saat ini Anda bukan seorang ayah yang diingat oleh Yoo Bin. Soo Yeon memberitahuku jika Anda memutuskan, dia akan membantu mengembalikan segalanya seperti dulu. Ia juga akan membantu. Anda memanggilku kemari karena ingin ia mencegah Seok Han. Sebelum melangkah lebih jauh, kembalilah. 

Di ICU mereka berusaha mengeluarkan ibu Jin Woo. Tae Soo datang mencegahnya. Hyun Il mengatakan kalau walinya sudah setuju. Joong Do mengatakan suaminya datang. Dong Joon mengatakan kalau Jin Woo tidak bisa menghubungi ayahnya. Joong Do mengatakan kalau mereka menemukannya. 

Prof Koo juga datang ke ICU. Ia mengatakan akan mengurusnya. Soo Yeon datang dan mengatakan kalau operasi Seok Han bisa ditunda. Seok Han datang dan mengatakan kalau ia harus mengoperasi hari ini. 

Jin Woo datang bersama Jae Myung. Ia memegang tangan ibunya. Ibunya sadar, ia menangis memanggil ibunya. Tiba-tiba serangan jantung. Tae Soo segera melakukan CPR. Hyun Il meminta Prof Koo mengumumkan kematiannya. Ia mengatakan kepada Seok Han kalau ini akan memakan waktu. Umumkanlah kematiannya, keluarkan dia dari sini. 

Komentar:

Makin kesini makin kelihatan konfliknya...makin gemes sama Seok Han.