Saturday, 25 May 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 4-2

Kang Woo dan Gwang Soo akhirnya menemukan mobil yang dikendarai Ketua Song. Kang Woo melaporkan kalau kami menemukan mobil van yang dikendarai Ketua Song 30 m di depan. Ia meminta agar memeriksa apa Hyun Soo aman di dalam. Kwon Joo meminta agar memeriksa Hyun Soo di mobil itu. Seo Yool mengatakan kalau ia hanya melihat Ketua Song. Kwon Joo melaporkan kalau kami hanya melihat Ketua Song. Kang Woo meminta kepada Gwang Soo agar mendekati mobil itu. 

Mobil Ketua Song berhasil lolos karena lampu merah. Kang Woo meminta agar mengabaikan lampu merah, namun itu membuat kemacetan. Ketua Song melihat dari kaca mobil, ia ingat pernah melihat Gwang Soo. Ia mempertanyakan sedang apa dia di sana, bukankah dia detektif. Ia segera berbelok arah. Gwang Soo mengatakan kepada Kang Woo kalau kita harus menyalakan sirene. Mereka akhirnya menyalakan sirene. 

Di panti Joong Ki mempertanyakan di mana senua orang. Ia melaporkan kepada Kwon Joo kalau ia merasa mereka bersembunyi, ia akan memeriksanya. Joong Ki dan petugas lain berpencar untuk memeriksa panti.

Kang Woo mengatakan kepada Kwon Joo kalau mobil van mendadak putar balik di persimpangan Poongmi. Periksa apa itu mobil tersangka. Soo Yeol mengatakan tidak ada CCTV di persimpangan itu, mungkin butuh lama untuk memeriksa. Kwon Joo meminta agar Eun Soo melacak ponsel Ketua Song. Eun Soo mengatakan ponselnya mati lima menit lalu, kartu simnya tidak terlacak. Sepertinya dia tahu. 

Kwon Joo mengatakan butuh waktu lama untuk memeriksa mobil yang putar balik. Kami juga tidak bisa melacak ponselnya. Kemungkinan besar dia sudah tahu. Kami tidak tahu mobil yang kalian buntuti mobil Ketua Song. 

Joong Ki memeriksa ruang ketua Song, namun tidak menemukan apa pun. Kwon Joo mengatakan dia kemungkinan sudah tahu karena kabur dengan menonaktifkan ponselnya. Untuk sementara cari sukarelawan Oh In Gyun. 


Joong Ki melihat sekeliling. Di tempat lain In Gyun ke ruang bawah tanah, ia menghalangi pintu dengan kursi. Joong Ki membuka korden, ia melihat ada pintu. Ia membuka pintu itu dan melihat ada anak-anak. Joong Ki mengatakan kalau ia orang baik yang menangkap orang jahat dan menghukum mereka. Seorang anak mengatakan kalau Ketua Song bilang semua polisi adalah orang jahat. Anak lain membenarkan, dia melarang kami mengatakan apa pun pada polisi. Joong Ki mengatakan kalau ia orang baik. Ia lalu melaporkan kepada Kwon Joo kalau sepertinya keparat itu mencuci anak-anak ini dengan pikiran konyol. 

Eun Soo mengatakan anak-anak sakit yang ditelantarkan dan dianiaya orang tua mereka adalah target mudah untuk grooming. Mereka mempercayai siapa pun yang menerima dan memedulikan mereka. Ia yakin meski dia menganiaya mereka, mereka tetap mengandalkan Ketua Song. Karena mereka tidak punya pilihan lain. Kwon Joo meminta agar menanyai mereka lokasi bunga. 

Joong Ki mempertanyakan apa kalian tahu lokasi taman bunga. Kalian ingat Byul yang dahulu tinggal bersama kalian. Ia mendengar dia pergi ke taman bunga. Seorang anak mengatakan kami diberitahu bahwa taman bunga adalah surga. Orang jahat seperti paman tidak akan bisa pergi ke sana. Joong Ki mengatakan jangan begitu, beritahu paman. Anak lain meminta Joong Ki pergi. Tiba-tiba petugas datang dan meminta Joong Ki melihat ini. 

Gwang Soo dan Kang Woo mengejar mobil van itu. Mereka akhirnya membuat mobil itu tersudut. Namun ternyata yang mengemudi bukan Ketua Song. Petugas mengajak Joong Ki ke sebuah ruangan. Joong Ki melaporkan kalau kami menemukan ruang rahasia dan akan masuk. Ia lalu berteriak kalau ia tahu In Gyun ada di dalam. Akhirnya mereka bisa masuk ke ruangan itu. Ia kaget di ruangan itu ada bekas darah. Ia melaporkan kalau Ketua Song sepertinya punya ruang terpisah untuk memukuli anak-anak. 

Ia meminta In Gyun keluar. In Gyun mendorong lemari dan akan kabur. Namun Jong Ki berhasil melumpuhkannya. Petugas mengatakan obat ini untuk mengobati hewan. Ia memukuli In Gyun, petugas menenangkannya. Kwon Joo meminta Joong Ki tenang dan meminta agar menjaga lokasi hingga KCSI dan CARE tiba. Pastikan anak-anak tidak mengganti atau mencuci baju sendiri, In Gyun adalah kaki tangan. Tangkap dia dan laporkan semua yang kamu lihat. 

Joong Ki memeriksa obat-obat itu, zoletil, domitor, pentobarbital, tetrodotoksin. Semua itu obat, di bagian kemasan tertulis untuk hewan. Eun Soo mengatakan penyebab kematian Han Byul adalah pendarahan otak. Ia pernah membaca laporan autopsi yang menyebutkan tertrodoksin untuk menghancurkan pembuluh darah bisa menutupi penyebab kematian sesungguhnya dengan menjadikannya pendarahan. Kwon Joo bergumam dia tidak hanya memanfaatkan anak sakit untuk menerima subsidi, tapi juga memalsukan kematian anak-anak yang dia bunuh. 


 Ketua Song membawa Hyun Soo ke sebuah ruangan. Ia mengambil tas dan memeriksanya. Seorang wanita menggunakan pakaian dokter datang menghampiri mereka. Ia menyuntikkan sesuatu kepada Hyun Soo. Mereka lalu keluar meninggalkan Hyun Soo. 

Di mobil Kang Woo mengatakan kalau In Gyun tidak mungkin menjadi kaki tangannya. Ketua Song berusia 60 tahun dan selama ini melakukan tindakan keji. Dia mungkin sudah siap kabur. Kaki tangannya orang lain, yaitu orang yang tidak memiliki koneksi dengannya dan bisa mendapatkan obat hewan tanpa dicurigai. 

Kwon Joo meminta Seo Yool memutar lagi video tadi hingga adegan saat anak-anak bermain dengan anjung. Kwon Joo bergumam rs hewan Eunhye Yammi-dong. Ia juga mendengar sesuatu,”namanya taman bunga.” Nama anjingnya. Ia meminta agar mencari tahu pemilik anjing itu. Eun Soo mengatakan anjing itu milik ketua rs hewan Eunhye, Yeon Mi Jung. Kwon Joo meminta agar menyelidiki ketua rs tersebut. 

Seo Yool menunjukkan data pribadi Mi Jung. Eun Soo mengatakan dia dahulu pergi ke Clear Church. Seo Yool mengatakan namanya terengar familier. Dia pemilik panti. Saat mencari tahu tentang ketua Song, ia juga mencari register pantinya. Mustahil dia membeli gedung itu dengan penghasilannya sebagai dokter hewan. 

Ketua Song kembali ke ruangan itu, ia memindahkan Hyun Soo ke dalam lemari es. Ia memeriksa tas berisi uang, namun sepertinya ada yang hilang. Joong Ki di panti menemukan kertas bertuliskan, “MAT.” Ia menduga metamfetamina, bukankah itu narkotika. 

Kwon Joo melaporkan kalau kata taman bunga mungkin rs hewan Eunhye. Ketua di sana adalah jemaat Clear Church dan dia jalin hubungan persaudaraan dengan panti. Sebagian besar obat-obatan anak yang ditemukan di rumah itu adalah obat-obatan untuk hewan. Serta ada catatan pemeriksaan. Kang Woo mengatakan kami akan menuju ke sana. 


Mereka sampai di rs hewan itu. Kwon Joo mengatakan kalau sepertinya Mi Jung dan Ketua Song adalah pasangan kekasih. Menurut Seo Yool, ada jejak tanah termasuk panti dipindahkan kepada Mi Jung. Kang Woo dan Gwang Soo turun dari mobil bersama petugas lain. Mereka memeriksa rs itu, namun tidak menemukan apa pun. 

Gwang Soo melaporkan kalau kami gagal menemukan Hyun Soo. Kami menggeledah lemari pembeku, namun hanya ada makan hewan. Mi Jung meminta semuanya pergi jika sudah selesai menggeledah. Kang Woo mempertanyakan apa yang kamu temukan saat menggeledah. Gwang Soo mengatakan ada gudang dan penyimpanan barang hewan pendamping. 

Mi Jung mengatakan kalian keterlaluan, ia meminta agar berhenti mengganggu dan pergi. Kaang Woo mengatakan dari reaksimu, sepertinya ada sesuatu di sini. Benar bukan, penyimpanan barang hewan pendamping. Mi Jung melarang mereka masuk ke ruangan itu. Kang Woo mencengkeram baju Mi Jung dan mengatakan kamu menikmati bersama pria tua dan penghasilanmu dari membunuh anak-anak itu. Ketamakan akan uang pun ada batas kewajarannya. Ia meminta petugas agar membawa wanita ini, nanti kita akan interogasi dia. Mi Jung mengatakan lepaskan aku, ketua Song bilang dia akan meninggalkan aku. Ia juga korban. 

Kang Woo dan Gwang Soo menggeledah ruangan iu lagi, mereka menemukan pintu masuk dan ditutupi barang-barang. Mereka mamsuk ke ruangan itu, Ketua Song bersembunyi. Gwang Soo mengatakan ia merasa dia gagal kabur dengan barang-barangnya. Ketua Song menyerang Gwang Soo, namun Kang Woo berhasil melumpuhkannya. Ia meminta agar mencari Hyun Soo dahulu.

Kang Woo mengambil borgol. Kwon Joo mempertanyakan di mana Gwang Soo. Gwang Soo mengatakan ia ada di lantai dua mencari Hyun Soo. Kwon Joo mengatakan radio Kang Woo tidak aktif. Tolong segera datangi dia.


Ketua Song menyerang Kang Woo dengan membawa suntikan, namun Kang Woo berhasil melumpuhkannya. Ia mengambil kain dan mencekiknya. Ia menutupi muka Ketua Song dan memukulinya dengan borgol. Sepertinya Kang Woo hilang kendali lagi. Ia membuka kain itu dan mencekik Ketua Song. Sepertinya Ketua Song menunjuk tangannya ke arah di mana Hyun Soo berada.  Gwang Soo datang dan memisahkan mereka. Gwang Soo menahan Ketua Song. Petugas membawa Ketua Song pergi. 


Kang Woo sadar ia mengatakan kalau Hyun Soo ada di sini. Mereka menemukan Hyun Soo dan mayat Byul di lemari es itu. Kang Woo memijit-mijit Hyun Soo. Gwang Soo melaporkan kalau mereka menemukan Hyun Soo. Akhirnya Hyun Soo sadar. Hyun Soo mengatakan kalau ia kedinginan. Gwang Soo melihat sesuatu di mulut Hyun Soo. Ia mengambil kertas gambar Ketua Song. Gwang Soo mengatakan ini sebabnya dia belum kabur dan Hyun Soo mengulur waktu untuk kita. Kang Woo memijat Hyun Soo. Hyun Soo memegang tangan Byul. Ia mengatakan Ketua Song orang jahat. 

Kang Woo melaporkan kami berhasil menangkap Ketua Song dan menyelamatkan Hyun Soo. Tangkap Mi Jung atas pembunuhan dan upaya pembunuhan. Cari jika ada perawat yang bersekongkol dan tangkap mereka. 


Di luar Kang Woo melepaskan atribut yang digunakan. Terlihat di berita tentang ketua Song yang tampil di televisi sejak tahun 2015 untuk pantinya. Belakangan ini diketahui dia menggelapkan subsidi senilai jutaan dolar, menganiaya bahkan membunuh anak yang dia rawat. Insiden ini mengejutkan publik. 

Pelaku yang melakukan grooming menipu dan mendapatkan kepercayaan korban dengan berjanji akan melindungi dan merawat hingga akhir. Sebagian besar korban adalah remaja yang sangat ingin diakui oleh orang lain. Namun kenyataan yang menyedihkan kejahatan semacam ini tidak bisa dicegah karena kurangnya undang-undang terkait kejahatan ini.

“Undang-undang saat ini berisi daftar kejahatan seksual. Beserta hukumannya. Namun undang-undang ini tidak bisa dipakai untuk kejahatan grooming sampai sekarang. Undang-undang harus diubah agar pelaku grooming dan yang mengeksploitasi anak secara seksual bisa dihukum. “

Joong Ki di panti melaporkan kami berhasil menyelamatkan semua anak asuh. 


Petugas mengatakan kepada rekannya kalau Je Soo tidak berulah, kita bisa tenang. Bedebah seperti dia harus di kurung di toilet. Rekannya mengatakan kalau begitu buatlah laporan soal itu. Tiba-tiba mereka melihat baju yang terlilit di sel Je Soo, mereka melihat kalau Je Soo gantung diri. Ketika sel dibuka, terlihat Je Soo sudah terkapar.


Kwon Joo bersama timnya minum-minum bersama namun tanpa Kang Woo. Eun Soo mempertanyakan Kang Woo benar-benar tidak datang. Kwon Joo mengatakan mari tidak memaksa dia melakukan sesuatu hingga akhirnya tenang. Seo Yool mengatakan kita tidak bertemu selama 8 bulan, ia pikir dia akan datang karena merasa bersalah. Joong Ki mengatakan tidak ada yang bisa kita lakukan untuk mengubah wataknya. Anggaplah dia merasa kurang sehat dan pahami dia. Gwang Soo mengatakan setelah melihatnya hari ini, ia kembali sadar kalau dia sangat kompeten. Dia menemukan ruang rahasia dengan tepat. Kwon Joo mengatakan Tim Golden Time, ia selalu bersyukur dan kasihan kepada kalian. Malam ini mari bersantai dan memulai dari awal besok. Mereka akan bersulang, Kwon Joo mengatakan sebelum itu. 


Kang Woo di rumahnya, ia mendapat video call dari Seo Yool. Kang Woo mengangkatnya, Seo Yool mempertanyakan kenapa tidak bergabung. Sudah lama kita tidak makan malam bersama. Kami tidak akan membiarkan Anda melewatkannya lagi. Joong Ki meminta mendekatkan ponselnya, ia menggodanya. Kwon Joo meminta Kang Woo berikan ucapan bersulang untuk kami. Kang Woo mengatakan sudah ia bilang ia tidak butuh campur tangan kalian, sudah cukup. Joong Ki mengatakan dia mulai lagi. Kang Woo menutup Video Callnya. Tim Golden Time bersulang tanpa Kang Woo. Tiba-tiba ponsel Kang Woo berdering, sepertinya ia menerima pesan. Ia segera pergi.


Di dalam ambulance dokter melakukan CPR, dokter meminta agar membuka borgolnya. Petugas mengatakan kalau sipir melarang kami membuka borgolnya. Dokter mengatakan kamu akan membuat dia mati karena borgol ini. Petugas akhirnya membuka borgol itu. Tiba-tiba Je Soo yang tadinya tidak sadar bangun. Je Soo menyerang petugas. Ia berkomentar sudah lama ia tidak merasakan ini. Dokter ketakutan dan mengatakan mohon ampuni aku. Je Soo mendekat dan mengatakan tidak apa, ini akan segera berakhir. Ia menyerang dokter itu. Je Soo mengambil pistol lalu menyerang sopir ambulance hingga membuat ambulance terguling. 


Je Soo keluar dari mobil ambulance. Ia berjalan, terlihat tangannya penuh darah. Je Soo sudah berganti pakaian petugas polisi. Ia menatap mobil ambulance yang terguling. 

Komentar:

Je Soo aohh Je Soo kenapa psikopat ini makin ganteng.... huaa makin kece dramanya voice 3 ini

Sinopsis Voice 3 Episode 4-1



Hyun Soo terjatuh, ia terjatuh mengenai kanopi dan di bawah ada kardus. Ketua Song menghampiri Hyun Soo. Ibu Hyun Soo akan menghampiri Hyun Soo, namun petugas melarangnya. Ketua Song mengatakan kalau Hyun Soo jadi begini karena wanita itu. Kamu tahu penderitaan yang kamu sebabkan padanya. Kamu hanya ingin mendapatkan subsidi pemerintah untuk pasien penyakit langka agar bisa mabuk-mabukan. 


Kang Woo dan lainnya turun, Joong Ki mengatakan dia jatuh di atas kardus, jadi guncangannya teredam. Petugas medis datang dan membawa Hyun Soo. Petugas meminta walinya agar ikut. Ibu Hyun Soo terus mengamuk. Kang Woo meminta agar petugas polisi membawa ibu Hyun Soo ke mobil patroli dan dampingi dia ke rs. Kang Woo melaporkan kasus ditutup dengan penyelamatan Hyun Soo. Ia kembali ke kantor polisi setelah memeriksanya di rs. 

Kwon Joo meminta agar Seo Yool memeriksa identitas ibu Hyun Soo. Seo Yool mengatakan namanya Pyo Eun Mi. Dia bekerja di karaoke atau bar di pinggiran kota dan selalu dipecat karena penyalahgunaan alkohol. 

-Episode 4, Lagu Pinokio-

“Semua kekejaman terdiri dari pemaksaan orang lain. Terancam menderita atau mati, untuk bertindak di luar kehendaknya. <Tolstoy>”

“Rumah Sakit Poongsan”

Dokter mengatakan kepalanya baik-baik saja dan lengan kirinya retak ringan. Ada memar parah di punggungnya, namun penghalang di tanah meredam sebagian besar guncangan. Dilihat dari ketinggian tempat dia jatuh, dia beruntung. 


Ibu Hyun Soo menghampiri Hyun Soo. Ia mempertanyakan apa yang kamu pikirkan, dasar bodoh. Ia mempertanyakan kenapa kamu menatap ibu seperti itu. Kenapa, kamu juga meremehkan ibu. Gwang Soo menenagkan ibu Hyun Soo. 

Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo kalau polisi setempat menerima soal ibu Hyun Soo melakukan penganiayaan anak, KDRT, dan mengganggu ketenangan. Dia juga lama menjalani pengobatan untuk penyalahgunaan alkohol. Ia juga memeriksa CCTV di sekitar. Pada pukul 11.40, dia membeli sebotol soju. Dia pasti menemui seseorang, dia lari ke suatu tempat dan kembali sambil geram. Dia mengambil pisau buah dari meja terbuka. Sepertinya Hyun Soo lari dari ibunya dan begitulah dia akhirnya bergantungan di pagar. 

Ibu Hyun Soo mengatakan ia bilang akan mengurus anakku sendiri, kenapa kamu peduli. Menyingkirlah, ia akan mengajaknya pulang. Joong Ki mencegahnya dan mengatakan kamu sadar menganiaya anakmu. 

Hyun Soo mengatakan Byul, taman bunga. Ketua Song memeluk Hyun Soo. Ibu Hyun Soo mencoba untuk membawa Hyun Soo, namun dicegah. Joong Ki mengatakan November tahun lalu, kamu setuju pengalihan hak sebagai wali. Kamu akan ditangkap jika membawa anak itu pergi tanpa persetujuan. Gwang Soo mengatakan selain itu, tahun ini Hyun Soo sah sebagai orang dewasa, dia akan menentukan tempat tinggalnya. 

Kang Woo mendekati Hyun Soo. Hyun Soo mengatakan kenapa kamu melakukan ini padaku. Kang Woo mengatakan kepada Hyun Soo lakukan semaumu. Ketua Song membenarkan, bicaralah semaumu. Apapun pilihanmu, semoga langit akan mengarah ke taman bunga di surga.

Kwon Joo merasa ucapan suara Song Soo Cheol memiliki hipnotis. Dia terdengar agak memerintah. Ketua Song mengatakan kamu paham Hyun Soo. Hyun Soo mengatakan ia akan pergi bersama Ketua Song. Kwon Joo menduga apa ini embedded commend (perintah tertanam, teknik dalam hipnosis yang mengandung kata perintah dalam ekspresi sehari-hari). 

Ibu Hyun Soo mempertanyakan kamu bilang apa, baiklah kita berdua akan mati hari ini. ibu Hyun Soo tiba-tiba muntah. Ketua Song mengatakan Hyun Soo perlu istirahat, ia akan membawanya ke panti. Ia lalu membawa Hyun Soo. Hyun Soo mengatakan sirkus, byul, taman bunga, domba, publik. Mereka akhirnya pergi.

Kwon Joo mengatakan kepada Kang Woo kalau ia merasa Ketua Song mencurigakan. Kang Woo mengatakan kalau ia sepemikiran. Hyun Soo bisa bermain sambung kata, tapi mendadak mengulangi kata Byul dan taman bunga. Hanya dua kata itu yang menyalahi aturan. Eun Soo mengatakan ia tahu sedikit tentang sindrom asperger karena salah satu teman sekelasnya mengidapnya. Dahulu dia mengulangi kalimat, “aku benci payung.” Itu artinya kekerasan dalam rumah tangga. Kwon Joo meninta Seo Yool mencari informasi alasan Hyun Soo memakai kata Byul dan taman bunga. 


Di mobil Ketua Song mengatakan kamu melakukannya dengan baik. Kamu juga menurut kepadaku. Ibumu adalah wanita jahat. Jika kembali ke sana, kamu akan memunguti botol alkohol seumur hidupmu dan dipukuli sampai mati. Hyun Soo mengatakan domba, publik, sirkus, Byul, taman bunga. Ia terus mengulangi kata-kata itu. Ketua Song memberikan Hyun Soo permen dan meminta memakannya. Hyun Soo terus mengulang kata-kata itu hingga membuat Ketua Song kesal. Ia mengatakan berapa kali ia katakan, dia hanya tidur. Karena terus bicara Ketua Song memukuli Hyun Soo. 

Ketua Song mengatakan sudah ia katakan di dalam mobil itu berbahaya. Lihat kamu terluka karena tidak mendengarkanku. Ia mendapat telepon. Ia mengatakan ada masalah, jika tidak lekas menagani ini, ia merasa polisi akan segera tahu. Ia sedang membawanya, segera persiapkan. Hyun Soo berkata, “permen.” Ketua Song tertawa dan membenarkan, permen. Permen enak yang bisa segera mengusirnya. 


Seo Yool mengatakan kalau usia murid bisa beragam dari 10 hingga 18 tahun. Namun tidak ada yang berkaitan dengan Byul atau taman bunga. Ia mempertanyakan Anda ingin memeriksa vidio buatan Kota Poongsan dahulu. Ia menunjukkan vidio. Seo Yool mengatakan ini mirip organisasi amal lain. Vidio dimulai dengan anak-anak bermain anjing terlantar, lalu dilanjutkan ke rehabilitasi dan diakhiri dengan kelas seni. Kwon Joo mempertanyakan anak di samping Hyun Soo. Ia meminta diperbesar dan keraskan suaranya. Terlihat dalam vidio itu anak perempuan itu mengajarkan Hyun Soo menggambar bintang seperti pita rambut yang dikenakannya. Kwon Joo meminta agar mencari tahu siapa anak perempuan itu. 

Seo Yool mengatakan namanya Han Byul, dia tidak ada dalam daftar. Dia ada dalam daftar murid yang meninggal. Dia dilaporkan meninggal tiga hari lalu dan mengidap Atrofi Otot Tulang Belakang. Itu penyakit langka yang menyebabkan kerusakan otot. Dalam dokumen ini tertulis penyebab kematiannya adalah pendarahan otak karena jatuh. Wali hukumnya Cho Mal Soon, ada di Sanatorium Hanmaum tempat Dok Ki meninggal. Kwon Joo ingat ia melihat Ketua Song menemui nenek Han Byul di sanatorium itu. 

Kwon Joo melaporkan kepada Kang Woo gadis yang bernama Han Byul tinggal bersama Hyun Soo mendadak meninggal karena kecelakaan tiga hari lalu. Ia merasa wali hukum gadis itu adalah nenek yang ia lihat di Sanatorium. Ia merasa kata Byul berarti Han Byul. Video itu menunjukkan mereka berdua akrab. Ia menambahkan akta kematiannya diajukan tiga hari lalu, tapi dia bilang Han Byul meninggal sehari sebelumnya. Mungkin dia merahasiakan sesuatu. 


Kang Woo menghampiri ibu Hyun Soo. Ia mengatakan jika ingin putramu kembali, katakan apa yang terjadi tadi. ibu Hyun Soo mengatakan kamu tidak akan mempercayaiku. Untuk apa kamu bertanya. Kang Woo mengatakan lakukan saja semaumu, namun jika tidak memberitahuku sekarang putramu bisa menghilang selamanya. Ibu Hyun Soo mempertanyakan apa maksudmu. Kang Woo mengatakan jika memang ibunya, kamu pasti tahu hal aneh yang sedang terjadi. Ibu Hyun Soo mengatakan ia ke sana memang untuk subsidi, namun bukan itu alasannya. Bagaimanapun dia putraku, ia juga merindukan anaknya. Ia berjalan-jalan di lingkungannya, mendadak ia melihat Hyun Soo melintas. Bahkan setelah melihatku, dia mengabaikanku jadi. 

Joong Ki mempertanyakan kamu tidak menikamnya dengan pisau itu bukan. Gawng Soo mempertanyakan apa Hyun Soo pernah membahas temannya bernama Byul. Ibu Hyun Soo mengatakan ia tidak yakin, dia tidak punya teman. Ia mempertanyakan Hyun Soo akan baik-baik saja bukan, ia juga ibu. Ia tidak ingin anak yang ia lahirkan meninggal. Ia meminta agar memastikan Hyun Soo tidak mengalami hal buruk. Ia hanya bisa menangis.

Kang Woo mengatakan jika menyatukan dengan kesaksian ibu Hyun Soo dan bau busuk pada Hyun Soo ada kemungkinan Hyun Soo dikurung karena menyaksikan kematian Byul. Punggungnya memar saat berusaha kabur. Kwon Joo mengatakan maksudmu ketua Song melakukan ini demi subsidi. Kang Woo mengatakan kemungkinan begitu. Kwon Joo mengatakan Hyun Soo mengulangi kata Byul dan taman bunga untuk meminta tolong. Kang Woo mengatakan jika ia benar, ketua Song bisa melukai Hyun Soo. Segera periksa dia dan lacak lokasinya melalui ponselnya. 

Kang Woo meminta Joong Ki memeriksa anak di panti. Para sukarelawan mungkin terlibat, jadikan mereka saksi. Kang Woo mengajak Gwang Soo pergi bersama. 

Di mobil Hyun Soo melihat jepit rambut milik Byul. Flashback, ternyata Hyun Soo melihat Byul terbaring, Ketua Song mengatakan kalau dia hanya tidur. Ketua Song langsung membuang jepit rambut itu. Ia meminggirkan mobilnya. Ia lalu memukuli Hyun Soo dan mengatakan kalau Byul berandal seperti ibumu. Dia bertingkah dan itulah sebabnya dia dihukum. Hyun Soo mengatakan Byul bukan berandal, ibuku juga bukan berandal. Ketua Song memukuli Hyun Soo sampai Hyun Soo terkapar, ia memindahkan Hyun Soo ke bagasi mobil.

Seo Yool mengatakan kepada Kwon Joo kalau ia merasa dia menyogok dengan uang agar menjadi menteri. Informasi pribadinya berbeda dengan yang ada di situs web. Dia juga memiliki catatan penipuan dan penggelapan dana. Dia tidak mempelajari teologi, tapi membeli gelar dari gereja yang menjual sertifikat ilegal. Dia bahkan diusir dari Clear Church karena pelecehan seksual saat menjadi asisten pendeta. 

Eun Soo mengatakan bukan hanya itu, lebih dari sepuluh anak meninggal selama masa jabatannya di panti. Penyebabnya komplikasi atau kecelakaan. Mereka akhirnya menemukan mobil yang dikendarai Ketua Song. Kwon Joo melaporkkan kepada Kang Woo kalau Ketua Song tidak berlisensi dan ada catatan kriminal. Serta ada hal-hal yang mencurigakan soal kematian anak-anak itu. 

Kwon Joo membunyikan alarm. Ia mengatakan kode satu. Saat ini di dekat rs Poongsan di Nampyeon Jungang-ro daerah Nampyeong Poongsan ada kemungkinan ketua Song akan melakukan kejahatan terhadap Hyun Soo. Lacak dan interogasi dia. Mobil van putih pelat nomor 55K2725, tim lapangan polisi setempat dan patroli sekitar mohon segera melacaknya. Kang Woo meminta agar terus melacaknya. Gwang Soo mengatakan jika ini benar, dia bukan manusia. Kang Woo meminta agar mengebut. 

Pak Oh menelepon Ketua Song. Pak Oh mengatakan kalau satu mobil polisi menuju panti. Ia merasa mobilnya akan segera tiba, kapan Anda datang. Ketua Song mengatakan bukankah sudah ia katakan bahwa kelak iblis akan menguji kita, inilah harinya. Polisi datang untuk menggantikan kita dan kamu bersikap lemah. Lakukan apa pun untuk mencegah mereka.

Joong Ki dan petugas lainnya sampai di panti. Joong Ki melaporkan kalau mereka akan masuk. Kwon Joo mengatakan nama sukarelawannya Oh In Gyun. Dia juga dibesarkan di sana. Kemungkinan besar dia telah dipersiapkan. Ia meminta agar pastikan memakai perlengkapan keselamatan. Pak Oh mengendap-ngendap masuk ke dalam panti.

Tuesday, 21 May 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 3-2



Di lapas, Je Soo bicara dengan seorang pria. Pria itu sepertinya seorang pengacara karena menggunakan lencana pengacara. Pria itu mengatakan kalau dia tidak bisa dihubungi sejak pagi tadi. Jadi ia menelepon Sanatorium Hanmaum. Kabarnya dia bunuh diri semalam. Setelah Jangkrik, kini Belalang Sembah mati. Ini aneh sekali. Saat ia hubungi kemarin, dia tidak terkesan akan bunuh diri. Jangan-jangan, orang itu memburu kita mustahil bukan. Je Soo menarik dasi pria itu. Ia mengatakan jika kamu takut dan cemas mati saja sekalian. Pria itu minta maaf, ia salah bicara. Je Soo melepaskan pria itu. Ia mempertanyakan barang itu.


Pria itu mengatakan dia pulang ke Korea kemarin. Menyelamatkan turis Korea di Jepang memengaruhi sentimen publik. Ia menunjukkan artikel tentang Knag Woo yang menyelamatkan turis. Pria itu mengatakan jangan-jangan Kang Woo. 


Hong Soo mempertanyakan dia gantung diri di langit-langit. Petugas forensik mengatakan diduga itulah penyebab kematiannya. Tulang lehernya patah. Ini seperti TKP bunuh diri pada umumnya. Ia merasa talinya putus setelah dia tergantung. Namun dia pasti sangat kesakitan sebelum kematiannya. Ada banyak bekas air mata. Kami harus mengautopsi untuk detainya, tapi tidak jauh berbeda dari penjelasannya tadi. Ia akan mengabarkan jika hasilnya keluar. 

Kang Woo mengatakan Dok Ki tidak bunuh diri, ada yang mematahkan tulang lehernya dengan kawat di luar pakaiannya. Karena itu dia mati lemas. Lalu si gila itu, sengaja menusuk kelenjar air matanya agar air matanya menetes. Ia kenal betul Dok Ki. Dia kabur dari polisi untuk menyelamatkan diri. Dia tidak akan pernah bunuh diri. Kwon Joo mengatakan maksudmu pembunuhnya sama dengan pembunuh Yukiko. Kang Woo membenarkan, hanya membicarakannya saja percuma. Kita harus mencari bukti, menemukan saksi mata adalah tujuan utama kita. Kwon Joo mengikuti Kang Woo untuk mencari bukti di sekitar TKP. 


Anak buah Hong Soo mempertanyakan apa tim kita akan berpartisipasi di unit investigasi khusus. Sejak kapan kita membereskan pekerjaan orang lain. Hong Soo mempertanyakan kenapa kamu tiba-tiba bicara begitu. Kamu jangan bertele-tele, bicara yang jelas. Anak buah Hong Soo yang lain mengatakan jujur saja, memang benar. Saat Kang Woo terlibat di kasus Je Soo, banyak yang mati di tusuk atau luka parah. Hong Soo mengatakan detektif macam apa yang mencari aman sebelum memulai. Jika sayang nyawa, lebih baik kalian menilang orang saja. Setelah Hong Soo pergi Choon Byung mengatakan jika bisa, jangan bicara soal ditusuk di depanku. 


Kwon Joo mengatakan kameranya kemarin mati, petugas mengiyakan. Lalu Kwon Joo mempertanyakan apa ada pasien yang melihat orang di tangga atau koridor antara pukul 20.00 hingga 21.00 kemarin. Petugas mengatakan itu waktu sembahyang, jadi kebanyakan pasien pasti berada di kapel. Kang Woo berkeliling namun tidak menemukan hal yang aneh.


Kwon Joo mendengar sauara nenek yang ketakutan dan mengatakan dia pasti kemari untuk membawaku. Kwon Joo segera melaporkan kepada Kang Woo kalau ia menemukan saksi. Kwon Joo sampai di kamar nenek itu, ia melihat nenek di bawah ranjang. Ia membantu nenek ke atas ranjang. Kang Woo datang ke kamar nenek itu. Kwon Joo mempertanyakan kepada nenek, namun nenek itu mengatakan ia tidak tahu apa pun. Kang Woo mengatakan ia merasa kalau nenek itu demensia. Kwon Joo mengatakan pasien demensia terkadang kembali sadar. Tapi dia menggumamkan kata-kata sejak tadi. 

Kwon Joo mengatakan kalau ia sedang mencari malaikat maut itu. nenek itu mengatakan jangan berani-beraninya melakukan itu. Malaikat maut membawa orang itu. Dia berdiri di situ. Saat perawat itu pergi, dia membuntuti perawat. Kang Woo mempertanyakan kenapa Anda berpikir dia Malaikat Maut. Nenek mengatakan ia juga tidak tahu. Wajahnya putih, hanya matanya yang terlihat. Matanya mirip Cheon, si pejudi yang membunuh anaknya sendiri. Dia berubah menjadi malaikat maut. 

Di luar Kwon Joo mengatakan kalau nenek itu tidak mengarang. Namun aneh dia hanya bisa melihat matanya. Kang Woo mengatakan pelakunya memakai topeng. Kwon Joo mengatakan pembunuhannya direncanakan, dia mempersiapkan segalanya. Kang Woo mengatakan karena itu dia mencolok mata Dok Ki dan membuatnya seolah menangis darah. Yang dia mau adalah eksekusi. Hukuman atas kesalahan. Tidak hanya menyingkirkan bukti, dia juga sengaja menyiksa Dok Ki. Kwon Joo mengatakan kalau begitu Je Soo target selanjutnya. Setelah dia tahu Dok Ki dibunuh, dia akan bicara. 


Kwon Joo mengatakan kepada Eun Soo kalau kemungkinan besar Dok Ki dibunuh tidak bunuh diri. Mintakan izin mengunjungi Je Soo. Eun Soo mengatakan baiklah. Ketika akan pergi Kwon Joo tidak sengaja bersenggolan dengan seorang pria. Kwon Joo minta maaf. Pria di sampingnya mengatakan direktur tidak apa-apa, ia mengatakan kepada Kwon Joo hati-hati kalau jalan. Direktur mengatakan tidak apa jangan cemas.  

Setelah mereka masuk ke sanatorium Kang Woo berkomentar dia asistennya atau pengikut fanatik. Kwon Joo mengatakan kalau ia pernah melihatnya di televisi. Dia mengelola panti untuk anak yang menderita penyakit yang sulit disembuhkan. Tampaknya dia pria baik. Kwon Joo mengatakan mari pergi, waktu kita tidak banyak. 


Di dalam mobil Kwon Joo mengatakan kita harus membujuk Je Soo. Kang Woo mempertanyakan bagaimana telingamu, apa sudah membaik. Kwon Joo mengatakan tentu saja. Kang Woo mengatakan mustahil baik-baik saja setelah ledakan besar itu, apa kamu menahannya. Kwon Joo mengatakan mana mungkin ia kembali bertugas jika telinganya belum membaik. Fokus saja membuat Je Soo buka mulut. Kang Woo teringat ketika di Jepang ia melihat Kwon Joo memegang telinganya seperti kesakitan. 


Seo Yool mempertanyakan Kwon Joo akan menemui Je Soo, Eun Soo mengangguk. Seo Yool mengatakan ia ragu bedebah itu mau bicara. Ia berharap Kwon Joo tidak emosi setelah dari sana. Membayangkan itu membuatnya emosi. Ia mempertanyakan mau minum-minum sepulang kerja. Eun Soo mengatakan belakangan ini kamu sering mengajakku minum-minum, benarkah karena jarimu atau karena kamu baru putus dengan pacarmu. Seo Yool mengatakan kami sudah putus sejak lama. Ia hanya berpikir kamu paham yang ia rasakan. Maksudnya dalam arti persahabatan antara rekan kerja. Ia berharap kamu tidak salah paham. Eun Soo menatap jari-jari Seo Yool.


Kwon Joo dan Kang Woo menemui Je Soo di Lapas. Kang Woo menunjukkan foto Dok Ki dan mengatakan kalau Dok Ki meninggal, siapa dalangnya. Je Soo mengatakan saat mati pun dia terlihat menyedihkan seperti saat hidup. Kang Woo mengatakan kamu pasti sudah tahu. Wire Shun adalah orang yang membunuhnya bukan. Orang dari Secret Net bukan. Ia mendengar dia sedang di Korea. Je Soo mengatakan omong-omong beginikah cara kalian meminta tolong. Ia menunjukkan tangan yang diborgol dan mengatakan ini rasanya tidak nyaman. 

Kwon Joo meminta agar bicara saja. Orang yang menerima potongan tubuh darimu dengan dalih mengubah dunia menjualnya ke orang-orang gila di Dark Web. Dia hanya orang gila yang memanfaatkanmu dengan berpura-pura akan mengubah negeri ini. Je Soo mengatakan kamu seharusnya tidak mencemaskan orang lain. Kamu sangat cerdas, tapi lalai. Kwon Joo mempertanyakan apa maksudmu. Je Soo mengatakan kamu tidak tahu, tanyakan ke dia. 

Je Soo mengatakan kepada Kang Woo bukankah sulit untuk menekan hasratmu, luapkan saja. Jika mengaku mengalami kegilaan sesaat, kamu akan dibebaskan bukan. Kang Woo mengatakan kamu bilang apa. Ia mencengkeram kerah Je Soo dan mengatakan jangan bertele-tele dan langsung ke intinya. Petugas mencoba melerai mereka, Je Soo melihat tato di tangan Kang Woo. Je Soo mengatakan ternyata benar, kamu kehilangan kesempatanmu. Jika kamu ingin tahu sesuatu, cari tahu saja sendiri. Je Soo melepaskan tangan Kang Woo yang mencengkeramnya. Ia mengatakan akhiri saja kunjungan ini. Kwon Joo mengatakan ini belum selesai. Je Soo mengatakan dia bukan pergi ke Jepang demi penyelidikan. Dia ke sana untuk menjadi pembunuh. Ia tahu betul apa yang disukai Kousuke. Sejak kecil dia menyukai keindahan. Seperti gadis itu, Miho. 

Dalam perjalanan kembali ke sel Je Soo mengatakan, “Kousuke, kamu berani-beraninya.” 

Kang Woo mengatakan jangan anggap serius ucapannya, itu omong kosong. Kwon Joo mengatakan kalau suaranya hari ini tidak biasa, serasa. Kwon Joo tidak melanjutkan ucapannya dan mengatakan lupakan, jangan terusik olehnya. 

Eun Soo mengabarkan kepada Kwon Joo kalau ada Kode Zero. Pelapor bernama Jung Soo Ja. Seorang anak SMP bergantung di pipa gas di antara lantai empat dan lima di vila Hwangyong. Kwon Joo mempertanyakan pipa gas, 911 bagaimana. Eun Soo mengatakan truk tangga mmaupun ambulance tidak bisa masuk karena ada yang parkir ilegal. Penelepon bilang korban melompat dari jendela lantai lima atau beranda dan secara refleks meraih pipa gas. 

Kwon Joo mempertanyakan ini kecelakaan atau kejahatan. Eun Soo mengatakan sebaiknya Anda bicara dengan penelepon. Kwon Joo meminta agar menyambungkannya. Kwon Joo mempertanyakan kepada Soo Ja kalau Anda bilang seorang muris bergantungan di pipa gas. Soo Ja membenarkan. Anak dari panti bergantungan di pipa gas. Katanya dia ingin bunuh diri. Yang bergantungan itu bernama Hyun Soo. Kwon Joo mendengar ada suara besi bergetar. Kwon Joo mempertanyakan nama korban dan walinya. Walinya adalah orang yang membantu anak yang sakitnya sulit disembuhkan. Semua anak-anaknya baik, tapi hanya anak ini yang bertingkah. Ia merasa namanya Hyun Soo, tampaknya dia masih SMP. 

Kwon Joo meminta agar mendekat agar ia bisa bicara dengannya lewat pengeras suara. Soo Ja meminjam tongsis. Kwon Joo mengatakan kepada Eun Soo ia akan menuju lokasi, kabari semuanya. ia meminta Seo Yool mencari informasi tentang panti itu. 

Eun Soo membunyikan alarm dan mengatakan pelapor bernama Jung Soo Ja. Seorang murid bernama Hyun Soo bergantung di pipa gas di Vila Hwangyong di 39 Seongjin Joongang-ro, Seongjin-gu, Poongsan. Ia meminta tim lapangan dan Divisi Patroli segara bergegas. Joong Ki mengatakan kami segera berangkat. 

Kang Woo mengatakan untung lokasinya tidak jauh, ia meminta Kwon Joo kembali ke pusat. Ia akan ke lokasi dengan petugas di sini. Kenapa menatap begitu, Golden Time harus berjalan lancar agar bisa menjalankan satgas khusus. 

Hyun Soo masih bergelantungan di atas, Soo Ja segera naik ke lantai atas agar bisa mendekati Hyun Soo. Seo Yool mengatakan kepada Kwon Joo kalau panti itu yang dikelola oleh Song Soo Cheol. Dia memiliki 15 anak asuh. Ada anak yang bernama Pyo Hyun Soo, tahun ini umurnya 19 tahun. Namun dia terlihat lebih muda karena tubuhnya yang kecil. Karena panti dan vila dekat, dia pasti mampir saat pulang. Lantai lima kebetulan kosong. Karena itu insiden ini terjadi. 

Kwon Joo sampai kantor, ia bergumam artinya dia sengaja masuk ke kamar kosong itu. Kwon Joo mengatakan ia sudah di depan kantor. Soo Ja mengatakan berkali-kali ia memanggil, dia tidak menjawab. Kwon Joo sudah berganti pakaian dan mengambil alih pusat. Ia meminta agar mendekatkan ponselnya kepadanya. 


Dengan menggunakan tongsis, Soo Ja mendekatkan ponselnya. Soo Ja mengatakan di punggungnya ada luka sayat. Di pusat mereka bisa melihatnya, Kwon Joo meminta jangan membentaknya. Kwon Joo bergumam dia mengulang kata-kata apa. Dia terus mengulang serangkaian kata dan fokus di dunianya sendiri. Serta tidak bisa mendengar di sekitarnya. Ia menduga dia mengalami sindrom Asperger. Ia meminta Seo Yool menghubungi Ketua Song. 

Ketua Song mendapat telepon tentang Hyun Soo, ia mengatakan akan segera ke sana. Kwon Joo mempertanyakan apa dia mengidap sindrom Asperger. Ketua Song mengiyakan, yang dia alami cukup parah. Gejalanya muncul sejak dia kecil. Sudah sekitar enam bulan sejak dia keluar dari panti kami. Padahal belakangan ini dia membaik. ini gara-gara wanita itu. Kwon Joo mempertanyakan bagaimana cara membuatnya tenang. Ketua Song mengatakan dia suka bermain sambung kata.

Joong Ki dan lainnya sampai berbarengan. Kang Woo meminta Joong Ki agar naik ke tangga dan mencoba menyelamatkannya. Ia meminta Gwang Soo naik ke atap. Ia juga meminta petugas menyiapkan bantalan udara. 

Kang Woo masuk dari kamar dan mempertanyakan kamu baik-baik saja. Hyun Soo mengatakan taman bunga, bintang itu taman bunga. Ia menanyakan kepada Joong Ki bagaimana dari situ. Joong Ki mengatakan mustahil bisa meraihnya. Kang Woo mempertanyakan kepada Gwang Soo. Gwang Soo mengatakan ia juga tidak bisa, tidak ada tempat mengikat tali. Hyun Soo terus mengatakan bintang itu taman bunga. Kang Woo meminta semuanya kemari.

Ketua Song datang dan memanggil Hyun Soo. Kwon Joo mengatakan kalau ia harus mencari cara. Kwon Joo mempertanyakan tadi Anda bilang kondisinya memburuk gara-gara seorang wanita. Ketua Song mengatakan ibu Hyun Soo, dia buruk sekali. Dia menyerahkan anaknya kepadaku agar dirawat, namun saat tahu soal tunjangan, dia ingin Hyun Soo kembali. Dia wanita jahat. Saat Hyun Soo tahu ibunya akan menjemputnya, dia menusuk lengannya sendiri. Wanita itu pecandu alkohol. 


Flashback, sehari sebelum kejadian ibu Hyun Soo minum-minum. Hyun Soo terus bicara, ibunya meminta agar Hyun Soo diam. Hyun Soo ketakutan. Ibu Hyun Soo mengatakan jangan, jika mereka tahu ia tidak akan mendapatkan uangnya. Ini sulit dipercaya. Ia mengatakan mati saja, mati. Ia lalu mengeluarkan Hyun Soo dari rumahnya, padahal di luar turun hujan. 


Hyun Soo berjalan ketika ketika pria yang bersama Ketua Song mengejarnya. Ia akhirnya sampai ke vila ini. Pria itu berlawanan arah dengan Hyun Soo sehingga mereka tidak bertemu. 

Ketua Song mengatakan ia merasa wanita itu melakukan sesuatu kepada Hyun Soo. Mustahil dia melakukan ini tanpa sebab. Joong Ki dan Gwang Soo sampai, Kang Woo memanggil-manggil Hyun Soo. Ia melaporkan kepada Kwon Joo kalau Hyun Soo sudah dalam jangkauan kami, tapi dia tidak menatap kami meski dipanggil berulang kali. 


Kwon Joo mengatakan dia mengidap sindrom Asperger yang cukup serius. Dia akan tenang jika di ajak bermain sambung kata. Kang Woo akan mendekati Hyun Soo, Joong Ki mengatakan pagar ini sudah usang dan tampak berbahaya. Kang Woo mengatakan apa ada cara lain. Ia meminta agar memeganginya. Kang Woo merangkak, ia meminta Hyun Soo menatapnya. Ia mengatakan akan mengajaknya bermain sambung kata. 

Hyun Soo mengulurkan tangannya, namun tiba-tiba ibu Hyun Soo datang dan berteriak Hyun Soo. Ketua Song bersembunyi. Ia mengatakan kalau wanita itu datang dan berteriak. Bisa-bisa dia jatuh jika melihat wanita itu. Wanita itu memicu Hyun Soo memberontak dan memperburuk sindrom Asperger. 


Kwon Joo meminta agar jangan sampai Hyun Soo melihat ke arah jalan. Kwon Joo mendegar kalau pipanya mulai lepas dari dinding. Hyun Soo menoleh ke arah ibunya. Kang Woo meminta Hyun Soo meraih tangannya. Hyun Soo mencoba meraih tangan Kang Woo, namun pipanya lepas dan Hyun Soo terjatuh. 

Komentar:

Je Soo makin aaa, psikopat kece. Wkwkkw. Tapi tetap penasaran sama Kang Woo. Kenapa pria yang bersama Ketua Song mengejar Hyun Soo ya.