Tuesday, 26 March 2019

Sinopsis Doctor Prisoner Episode 3



“Pengadilan sementara untuk penundaan eksekusi, Lapas Seoul Barat”

Seorang tahanan bernama Kim Seok Woo diinpeksi. Petugas mempertanyakan kenapa kamu melakukan kekerasan terhadap Oh Min Jung. Seok Woo mengatakan wanita tua itu membuatnya gila. Dia terus mengunjungiku dan membisikkan hal ke telingaku bahwa dia akan mencabut nyawaku jika tidak menurutinya. Petugas mempertanyakan berarti wanita tua itu menyuruhmu menyerang Oh Min Jung. Seok Woo mengatakan tidak, untuk membunuhnya. Dia menyuruhku membunuhnya, namun ia sangat mencintai Min Jung dan hanya berlagak memukulnya. Jika tidak dia akan mencabut nyawaku. Jadi ia hanya berlagak memukulnya. Ia kesal karena tidak ada yang percaya kepadanya. 

Seorang pria mengatakan seperti yang kalian lihat, sulit mengendalikan rasa marah, berkhayal, dan delirium yang disebabkan oleh kekerasan ibu tunggal yang dimulai pada masa kecilnya. Sepertinya dia tidak perlu dipenjara. Ui Sik mengatakan jadi kamu menginginkan penundaan eksekusi. Menurut petugas seperti yang ia tulis dalam laporannya. Ui Sik meminta pendapat So Geum. 

So Geum memberikan hasil penilaian Gejala Forensik Militer miliknya. Makin besar hasilnya kemungkinan subjek berbohong. Dia mendapat 16 poin, nilai batas. So Geum memberikan hasil tes untuk psikopati. Dari total 40 poin, dia mendapat 25 poin. Seorang pria mengatakan artinya dia juga mendapat nilai batas psikopati. 

So Geum mengatakan Lee Young Hak si “Ayah Molar” mendapat 25 poin. Ui Sik itu artinya psikopat itu mempermainkan kita selama ini. So Geum mengatakan dia tahu betul soal halusinasi pendengarannya. Dia tidak merasa bersalah dalam menyakiti orang lain. Selain itu jika melihat riwayat medisnya, kita tidak bisa menyimpulkan kasusnya hanya delusi. Anda bisa melakukan pemindaian otak untuk melihat apakah lobus frontalnya berfungsi penuh guna memastikan dia psikopat atau bukan. Anda dapat menjadikan itu sebagai referensi. Ia menyarankan Anda melukan MRI. Ui Sik setuju, lakukan itu dan serahkan hasilnya. 


Ui Sik berterima kasih kepada So Geum yang membantunya. Karena berkat bantuannya kami tidak perlu memberi penundaan eksekusi. Hari ini jaksa lain akan mengirim pria kaya mengerikan yang kamu benci, uruslah dia juga. So Geum mengatakan ia melakukan tugasnya bukan untuk menyenangkan jaksa dan memastikan tahanan tetap dipenjara di sini. Ia kemari untuk membebaskan orang yang butuh dibebaskan dari hukuman penjara. Ui Sik mengatakan ia tahu, namun jangan membebaskan Jae Hwan. 


Seok Woo keluar sambil didampingi petugas, ia melihat So Geum dan merasa kesal. Lalu ia menyerang Seo Geum, namun Seo Geum berhasil melumpuhkannya.  



Tiba-tiba terdengar suara alarm di penjara dan petugas berhamburan bersiap. So Geum mempertanyakan apa yang terjadi kepada Hye Soo. Hye Soo mengatakan bus yang menuju ke lapas ini terbalik. 


Bus terbalik, Jae Hwan bersusah payah mencoba keluar bus, terlihat ia terluka lumayan parah. Tiba-tiba Yi Je datang, ternyata dia membantu Jae Hwan memotong borgol. Ia memeriksa Jae Hwan, ia menduga ketegangan pneumotoraks (kurangnya sirkulasi darah karena pneumotoraks). Rusuknya yang patah menusuk salah satu paru-parunya. Yi Je mengatakan syukurlah kamu akan mati 10 menit lagi. Jae Hwan tertawa ia mengatakan kamu pikir aku akan tergeletak di sini dalam sepuluh menit. Terlihat potongan kaca menancap di perutnya. 


Yi Je mengatakan ia kemari untuk memenjarakanmu. Yi Je menusukkan jarum ke dada Jae Hwan. Jae Hwan bernapas lebih lega. 


Dalam perjalanan, di mobil Min Sik mempertanyakan kepada Cheol Min  bukankah itu ambulans rs Taekang. Cheol Min membenarkan. Min Sik merasa ada yang aneh. Ia melihat ambulans lagi dan mempertanyakan kenapa ada banyak. 


Yi Je berhasil menyelamatkan Jae Hwan. Seorang tahanan pria dan rekannya menghampirinya. Yi Je mengatakan rusuknya yang patah menusuk paru-parunya. Rekan tahanan itu mengatakan dia bernapas. Yi Je mengatakan dia hanya nyaris tidak bisa bernapas. Ia akan mengurusnya yang lainnya, ia meminta agar membantunya memindahkan ke mobilnya. Yi Je bersiap memberi pertolongan pertama kepada yang lainnya. Jae Hwan menatap tahanan pria itu dan mempertanyakan siapa kamu. Kalian mengenalnya, kenapa kamu bersamanya. Namun pria itu hanya tersenyum kecut.

Semua sudah sampai di TKP, sedangkan 2 pria tahanan beserta Yi Je dan Jae Hwan pergi duluan meninggalkan lokasi. Di mobil Pria itu mempertanyakan kepada Yi Je kalau rs besar adalah rs Yeongsung haruskah kita ke sana. Yi Je mengatakan tidak, Taekang pasti sudah menguasai mereka. Yi Je mengatakan mari ke rs Haeun. 


Min Sik dan Cheol Min sampai di TKP. Min Sik mempertanyakan kepada Man Cheol kenapa polisi menjaga TKP. Man Cheol mengatakan karena ini terjadi di luar penjara, kita tidak punya kendali. Min Sik mengatakan itu berlaku saat kita tiba. Mereka seharusnya dibawa ke lapas kita, rebut otoritas kita. Man Cheol mengatakan baiklah, ia pergi meninggakan mereka. 

Min Sik mempertanyakan di mana Jae Hwan. Gil Seon mengatakan kalau dia menghilang. di antara daftar tahanan, tiga orang menghilang salah satunya Jae Hwan. Dua orang lainnya Kim Sang Chun dan Tae Chun Ho yang kabur. Cheol Min mempertanyakan Jae Hwan menghilang bersama geng Sang Chun. Gil Seon mengatakan menurut penjaga penjara, ada orang luar di antara mereka. Dia pasti Yi Je yang kemarin kita wawancarai. 

Flashback, Min Sik menelepon atasan Yi Je saat di rs Taekang dulu. Atasan Yi Je mengatakan hidupnya hancur karena Jae Hwan. Surat izinnya pernah di cabut. Karena masuk daftar hitam direktur, dia tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sepertinya dia juga bekerja secara ilegal. Mungkin dia ingin Jae Hwan mati. Min Sik mempertanyakan kamu yakin. Cheol Min mengatakan menurut paramedis, di lihat dari cara mengobati dia pasti bekerja di pusat darurat. 


Di telepon bawahan Jae Joon mempertanyakan kepada Min Sik dokter macam apa yang menculik seseorang saat siang bolong hanya karena dendamnya. Min Sik mengatakan ada banyak psikopat yang juga melakukan itu karena alasan sepele. Alasannya kuat untuk melakukan itu. Bawahan Jae Joon mengatakan ia tidak peduli dia psikopat atau sosiopat. Segera cari dan kembalikan dia ke tempatnya. Selain itu kamu yang berjanji bahwa Jae Hwan tidak akan keluar dari penjara hingga rapat dewan Taekang usai. 


Jae Joon melihat berita kecelakaan itu, bawahannya menghampirinya. Jae Joon mendengarkan berita itu kalau Jae Hwan ada di bus itu. Min Sik memerintahkan agar mengirim pelat nomor mobil Yi Je ke kantor polisi dan cari dia. Kerahkan lebih banyak petugas patroli dan cari daerah ini. Gil Sun mengerti lalu pergi. Min Sik akan pergi bersiap pergi dengan Cheol Min. Tiba-tiba dr.Kim dari rs Haeun menelepon Min Sik. Min Sik mengatakan ia sedang sibuk, mari bicara nanti. Namun dr.Kim mengatakan ini mendesak, ada pasien darurat. Min Sik mengatakan beri tahu mereka tidak ada dokter. Lalu dr.Kim mengatakan dokter itu juga datang. Min Sik kesal dan mempertanyakan siapa dokternya. Tiba-tiba Yi Je berada di samping dr.Kim dan mengatakan ini aku Yi Je. 

Jae Joon masih mendengarkan berita kecelakaan itu. Ia mempertanyakan kepada bawahannya di mana Ktua Direktur Mau Yi Ra. Bawahannya mengatakan menurut pelacakan ponsel kami, dia berada di dekat TKP. Jae Joon berkomentar kamu berencana mengambilnya sebelum dia tiba di lapas. Ia mempertanyakan siapa yang kamu bilang mengambil Jae Hwan. 

Di telepon Yi Je mengatakan kami harus memeriksa hasil pindai CT-nya, namun sepertinya ini intercostal artery bleeding. Dia harus segera di operasi, ia harus bagaimana. Min Sik mengatakan kamu tidak hanya sengaja memindahkan tahanan yang sedang dipindahkan, tapi juga akan melakukan operasi tanpa persetujuan dari perwakilan hukum. Kamu tahu seberat apa kejahatan itu. Yi Je mengatakan kejahatan, berarti ia harus mengabaikan pasien ini. 

Min Sik mengatakan kapan ia berkata begitu, tugasmu sudah selesai dengan memindahkannya ke rs. Biarkan mereka menaganinya dan keluar dari sana. Ia mempertanyakan dr. Kim apa pengerasnya aktif. Lalu dr. Kim mengatakan ia mendengarkan. Min Sik mempertanyakan bagaimana keadaan pasien. dr.Kim mengatakan berkat pengobatan langsung tanda vitalnya normal dan dia bisa bernapas dengan lancar. Min Sik meminta agar dr.Kim menanganinya. Yi Je mempertanyakan siapa yang akan mengoperasi, ia ragu Min Sik akan melakukannya dr.Kim seorang ahli bedah saraf. Min Sik mengatakan itu tidak berkaitan denganmu, ia akan tutup teleponnya. 

Yi Je mengatakan jika kamu tutup, tamatlah riwayatmu. Yi Je mematikan pengeras suara. Yi Je mengatakan dengarkan ucapanku. Lihatlah di sekitarmu, siapa yang kamu lihat. Jae Hwan yang akan dipindahkan mengalami kecelakaan besar dan harus dioperasi. Pengajuan penundaan eksekusi bergantung pada hasil operasi. dokter yang bisa mengoperasi sekarang hanya dokter dari rs Taekang tempat ibunya menjabat sebagai pimpinan. Benarkah menurutmu ini kebetulan. Min Sik mengatakan kalau begitu, maksudmu kecelakaan ini sudah direncanakan. Yi Je mengatakan kita akan tahu kecelakaan itu direncanakan atau tidak tergantung pada pengoperasinya. Tentukan pilihanmu, ia atau dokter dari rs Taekang. Min Sik mengatakan ia paham maksud perkataan Yi Je. Namun ia tidak mempercayai orang yang mau bersepakat memakai nyawa pasien. Ia meminta agar memberikan ponsel itu ke dr.Kim. Yi Je memberikan hp itu kepada dr.Kim. Min Sik mengatakan kepada dr.Kim agar mengusir Yi Je. 


dr.Kim menghampiri Yi Je, ia minta maaf dan meminta Yi Je pergi. Lalu dr.Kim pergi meninggalkan mereka. Jae Hwan tertawa dan mengatakan sudah jelas ia katakan pecundang sepertimu tidak mungkin bisa menyentuhku. Yi Je membenarkan, kamu tahu ia tidak akan menyentuhmu hingga kamu memohon agar aku mengobatimu. Kamu tahu hasil pindai CT-mu menunjukkan bahwa kamu pasti akan mati sebelum Min Sik tiba. Bukankah kamu harusnya menanyakan alasannya dulu. Ia beritahu alasannya, ia mengobatimu agar kamu bisa dipindahkan kemari. Tapi sepertinya pecahan kaca itu akan membuat ususmu pecah. Jae Hwan kesal dan mengatakan memangnya kamu dokter yang begitu cakap. Dokter apa yang mampu memberi pertolongan pertama dengan memikirkan hasil seperti itu. 

Yi Je mengatakan ia juga penasaran seberapa berbakatnya ia menjadi seorang dokter. Yi Je pergi, ia menundukkan kepala kepada dr.Kim. Tiba-tiba kondisi Jae Hwan menurun, dr.Kim langsung menaganinya.


Ibu Jae Hwan datang ke TKP. Ia melihat ada Min Sik di sana. Min Sik dalam hati mengatakan Mo Yi Ra pimpinan rs Taekang. Yi Ra menghampiri Min Sik, ia mempertanyakan kamu ingat aku bukan. Min Sik mengiyakan. Yi Ra mempertanyakan di mana Jae Hwan. Min Sik minta maaf, tapi kami menangani pengobatan tahanan kami siapa pun orangnya. Ia pamit pergi. Yi Ra mengatakan kamu tahu siapa pemilik rs Taekang, Jae Joon bukan satu-satunya pilihanmu. Entah apa yang dia janjikan, namun ia juga mampu memberikannya padamu. 


Di mobil Yi Ra bersama Min Sik. Min Sik mendapat telepon dari Pak Choi yang merupakan bawahan Jae Joon. Pak Choi mengatakan kepada Jae Joon kalau Min Sik tidak menjawab. Jae Joon mempertanyakan di mana Yi Ra. Pak Choi mengatakan dia menuju rs Haeun. Sepertinya Min Sik sedang bersamanya. Jae Joon mendapat telepon dari nomor tidak dikenal, namun ia tidak mengangkatnya. Orang yang menelepon itu mengirim pesan kalau dia adalah Yi Je. 


dr.Kim menagani Jae Hwan, namun kondisinya terus menurun. Akhirnya dr.Kim menemui Yi Je yang sedang telpon dengan seseorang. Di telepon Yi Je mengatakan bagaimanapun itu permintaanku, tentukan tindakan yang ingin kamu ambil. Ia akan menunggu teleponmu. Yi Je menutup teleponnya.

Yi Je mempertanyakan bagaimana tanda vitalnya. Lalu dr.Kim mengatakan denyut nadinya terus menurun. Sebelum masuk Yi Je memberikan stetoskop kepada pria tahanan itu. 


Mereka mulai bersiap untuk mengoperasi Jae Hwan. Yi Je mengatakan kepada Jae Hwan kamu bisa mendengarku bukan, bagaimana perasaanmu. Kamu pasti takut, wanita hamil itu meninggal karena kamu. Bisakah kamu membayangkan perasaannya saat itu. Memohonlah agar ia menyelamatkanmu. Kenapa kamu tidak mau, Jae Hwan menangis. Tiba-tiba kondisinya menurun. Yi Je mengatakan ia berubah pikiran, kamu harus mati.

Thursday, 21 March 2019

Sinopsis Doctor Prisoner Episode 2

Di rs pasien kecelakaan datang. Yi Je menangani salah satu pasien kecelakaan. Ia sadar kalau pria yang ia tangani seseorang yang ia kenal. Ia memanggil ayah Ha Eun agar sadar. Akhirnya pria itu sadar. Pria itu mencari istrinya. Namun Yi Je meminta agar diobati dulu, ia akan mencari dan mengobati istrinya. Pria itu mengelak akan turun. Yi Je mengatakan ia akan mencari Ha Eun dan istrimu dan mengobati mereka. Kamu harus ditangani dulu. Tiba-tiba pria itu mengalami serangan jantung, Yi Je mencoba memberi pertolongan namun nyawanya tidak tertolong. Yi Je mengatakan ia akan mengumumkan kematiannya ketika istrinya Lee Young Hee datang.


Tiba-tiba Young Hee datang, ia menangis melihat suaminya. Sampai-sampai Young Hee pingsan. Yi Je mengatakan Young Hee pingsan, ia melakukan intubasi. Yi Je melihat rekam medis Young Hee. “Edema serebral, peningkatan massa otak dengan benturan.” Ia memeriksa mata Young Hee, ia mengatakan papiledema. Ia meminta segera menghubungi ahli bedah saraf dan dokter kandungan. Namun ternyata seluruh dokter saraf sedang melakukan operasi. Yi Je meminta agar dibawa ke ruang tindakan darurat. Jika tidak melakukan EVD (External Ventricular Drainage) bukan hanya dia, tapi bayinya juga meninggal.


Yi Je mengoperasi Young Hee. Di tengah operasi tiba-tiba rekannya mengatakan kalau ada pria yang berulah ingin bertemu dengan Yi Je. Yi Je mengatakan kamu tidak lihat ia sedang melakukan operasi ventrikulostomi. Ia akan menyelesaikan ini dahulu. Tiba-tiba Jae Hwan masuk dan mengatakan kalau Jae In adalah model. Ia meminta agar mengobati adiknya karena Yi Je dokter terbaik di rs ini. Yi Je melihat rekam medis dan baik-baik saja. Ia akan melanjutkan operasi, namun Jae Hwan menarik baju Yi Je dan mengatakan kamu bercanda. Ia mengatakan kalau dahi adiknya tergores. Yi Je mengatakan kalau dia hanya luka kecil. Jae Hwan mengatakan kakeknya yang mendirikan pusat ini, ia adalah anak dari ketua direktur rs. Yi Je meminta agar keluar dari ruangan ini. 

Akhirnya mereka keluar, Yi Je melanjutkan operasi Young Hee. Tiba-tiba atasanya datang dan memintanya bicara, ia menambahkan kalau ia melihat operasinya berhasil. Yi Je meminta agar memanggilnya jika terjadi sesuatu. 

Yi Je bersama atasannya menemui Jae Hwan dan Jae In. Yi Je mempertanyakan kepada Jae In apa ada yang salah. Yi Je mengatakan jika tidak ada urusan lain ia akan kembali ke ruang operasi. Jae Hwan mengatakan jika melangkah lagi ia akan memastikan kariermu hancur. Yi Je mengatakan ganggu aku sekali lagi, maka ia akan memenjarakanmu karena melanggar hukum. 

Di ruang operasi Yi Je mempertanyakan apa yang terjadi. dokter mengatakan begitu Yi Je pergi dia mengalami serangan jantung. Yi Je kesal karena seharusnya memanggilnya jika terjadi sesuatu. Yi Je mencoba menyelamatkannya namun nyawanya tidak tertolong. 


Yi Je duduk terdiam sendirian. Tiba-tiba Jae Hwan menghampirinya. Ia mempertanyakan apa yang terjadi jika pasien meninggal karena malapraktik, surat izin kedokteranmu akan dicabut bukan. Yi Je mempertanyakan kamu tahu orang yang menyebabkan kematiannya. Jae Hwan mengatakan ia tidak peduli. Yang jelas kamu tidak menyelamatkan siapa pun. Entah itu pasienmu atau dirimu. Tiba-tiba polisi datang menangkap Yi Je atas tuduhan malapraktik. Jae Hwan mengatakan ia juga tidak mau bertindak sejauh ini, tapi kemarin ia geram karena orang gila. Ia juga mengetahui kakak sialanku itu mengincar yayasan rs ini yang seharusnya ia warisi. Lantas ia harus bagaimana, setidaknya ia harus menyelamati kakaknya. Yi Je mengatakan pikirmu bisa mengalahkanku semudah itu. Jae Hwan mengatakan bagaimanapun tidak ada orang yang sempurna. Kamu bertindak dan mengubah tanggal operasi ibumu. Kamu juga melakukan banyak operasi yang tidak dizinkan rs. 


-2019-

Yi Je di mobil mendengarkan berita direktur pelaksana Lee Jae Hwan telah dijatuhi hukuman tiga tahun karena memiliki dan menggunakan sabu-sabu dan dipindahkan ke Lapas Seoul Selatan. Yi Je menerima telepon dari Jung Hee. Jung Hee mengatakan kamu pasti sudah melamar untuk posisi direktur medis karena Jae Hwan. Yi Je mengatakan mari bekerja sama jika kamu penasaran. Jung Hee mempertanyakan kamu membebaskanku untuk melakukan ini. Yi Je mengatakan ia harus mengurus sesuatu, ia akan menghubungimu lagi. 


Yi Je sampai di lapas, ia disambut oleh Ham Gil Seon dari perawatan medis dan Bok Hye Soo apoteker di perawatan medis. 


Jae Hwan dalam perjalanan menuju lapas. Di kantor Cheol Min mengatakan kalau Yi Je direktur medis berikutnya pengganti dokter Sun. Ia memperkenalkan diri sebagai ketua keamanan. Terlihat di sana juga ada Kim Man Cheol. Cheol Min mempertanyakan Anda bukan Choi Do Hoon. 


Di sana terlihat ada direktur medis Sun Min Sik. Cheol Min mengatakan banyak dokter langsung berhenti karena mengira gaji dari kami sesuai harapan mereka. Yi Je mengatakan ia melamar pekerjaan ini bukan karena uang. Kalian tidak bisa memperkerjakan aku sebagai direktur medis karena kalian sudah memilih orang lain secara internal, atau ada alasan lain. Cheol Min mengatakan bukan itu masalahnya. Yi Je mengatakan ia lega mendengarnya, sepertinya hanya ia yang melamar. Tidak ada alasan ia tidak mendapatkan pekerjaan ini. Ia pamit pergi. Ketika Yi Je akan pergi Min Sik mempertanyakan apa kita pernah bertemu, namamu sangat familier. Yi Je membenarkan, ia pernah dipenjara di sini. 


Tiba-tiba bus yang membawa Jae Hwan dan tahanan lain berhenti di depan lampu merah. Namun petugas merasa ada yang aneh dengan lampu merah itu. Terlihat waktu beberapa detik lagi, seorang tahanan pria bersama rekannya di samping bersiap memakai sabuk pengaman. Sepertinya mereka sudah tahu apa yang akan terjadi.


Tiba-tiba sebuah truk akan menabrak bus tersebut. Dan mereka tabrakan tepat pukul 14.00. Jae Hwan bersusah payah keluar dari bus. Tiba-tiba Yi Je datang. Jae Hwan yang belum jelas melihat siapa orangnya mempertanyakan kenapa lama sekali baru datang. 


Yi Je mendekati Jae Hwan, ia mengatakan kamu ingat aku. Jae Hwan mengatakan, “Na Yi Jae.” Yi Je menusukkan sesuatu ke badan Jae Hwan. 

Komentar:

Aa NGM akhirnya lihat drama yang kece lagi yang diperanin NGM setelah The Girl Who Sees Smells......

Sinopsis Doctor Prisoner Episode 1



Terlihat seorang tahanan wanita bernama Oh Jung Hee masuk ke sebuah ruangan. Seorang pria menyiapkan makanan yang mewah. Na Yi Je datang menghampiri Jung Hee. Jung Hee mempertanyakan apa dia yang akan membantuku bebas. Pria yang sepertinya bawahan Jung Hee mengiyakan. Jung Hee mengatakan begitu menerima surat penangkapan ia mengajukan semuanya seperti jaminan sakit, penangguhan eksekusi tahanan dan penundaan eksekusi. Ia mengajukan semuanya namun ditolak. Menurut jaksa yang bertugas, status kejahatanku terlalu buruk. 

Yi Je mengatakan jarang ada wanita memperkerjakan orang untuk membunuh wanita simpanan suaminya. Selain itu, memberikan penundaan eksekusi kepada orang seperti itu melanggar hukum nasional. Jung Hee tertawa, ia mengatakan karena itu ia membusuk di penjara ini. Katakan bagaimana kamu akan mengeluarkan aku dari sini. 

Yi Je mengatakan ia melihat diagnosis yang ditolak, “kanker hati, asma, penyebab stroke yang tidak diketahui, osteoporosis, refluks esofagus, berbagai penyakit saraf karena diabetes dan insomnia.” Mari tambahkan satu lagi. Jung Hee mempertanyakan apa itu. 

Yi Je mengatakan, “Fanconi Anemia.” Ini adalah anemia yang tidak bisa disembuhkan sejak lahir. Sederhananya gen bermutasi ini terkadang turun menurun. Ini menyebabkan kerusakan sel induk dan mungkin bisa menyebabkan leukemia. Jung Hee mengatakan sayangnya keluarga kami tidak punya penyakit turunan. Yi Je mengatakan bukankah kamu punya kerabat yang meninggal karena penyakit jantung. Seperempat pasien yang mengidap anemia ini bisa menderita penyakit jantung bawaan. Andai terlambat menjalani pengobatan, mereka pasti meninggal. 

Jung Hee mempertanyakan bagaimana kamu yakin kerabatku mengidap penyakit itu. Yi Je mengatakan kenapa ia harus yakin, siapa yang menyelidiki kematian seseorang yang meninggal 40 tahun lalu. Ia melihat jari Jung Hee dan mengatakan kelainan bentuk ibu jari itu juga merupakan gejala anemia ini. Jung Hee mengatakan ini karena ia bermain golf. Yi Je mengatakan itu tidak penting, entah karena penyakit keturunan atau bermain golf berlebihan. Kelainan bentuk tetap kelainan bentuk. 

Jung Hee mengatakan ia baik-baik saja selama setengah abad, bagaimana kamu akan menjelaskan ia mengidap kelainan bawaan. Yi Je mengatakan rupanya kamu menjalani pengobatan untuk kanker hati, 25 persen dari pasien semacam itu didiagnosis mengidapnya setelah mengetahui mereka menderita kanker. 

Jung Hee mengatakan maksudmu, selagi ia menjalani pengobatan kanker hati ia juga mengetahui bahwa ia mengidap penyakit ini. Ia mempertanyakan apa yang harus ia lakukan. Yi Je mengatakan tentu saja menghancurkan tubuhmu. 

Jung Hee mulai melakukan apa yang diperintahkan Yi Je. Yi Je mengatakan kalau mengidap katarak dan nistagmus adalah beberapa gejalan anemia. Yi Je memerintahkan agar mengurangi vitamin, beta-karoten, suplemen, dan makanan. untuk menekan jantung mengurangi mineral. Berhentilah mengonsumsi obat hipotiroidismu dan minumlah obat hipertiroidisme. Meningkatkan hipotiroidisme dan mengalami gangguan sistem endokrin. 


Jung Hee berjemur. Yi Je mengatakan bintik-bintik cokelat pada tubuhmu juga gejala utama. Kamu harus berjemur. Bekas berjemurnya harus bulat. Penderita juga mengalami memar dan mimisan. Tidurlah dua jam dalam sehari, turunkan jumlah trombositmu dengan menyiksa tubuh. Jung Hee mengikuti saran itu bahkan ia memukul-mukulkan kepala ke tembok dan menyiksa tubuhnya. Jung Hee akhirnya mimisan dan misinya berhasil. 


Jung Hee mengatakan kepada Yi Je ia sudah mengikuti semuanya, apa rencanamu soal inspeksi resmi. Yi Je memberikan pil dan mengatakan ini B-blocker. Ini akan menurunkan detak jantungmu seakan-akan kamu mengalami serangan jantung. Jung Hee mengatakan ia tidak akan mati bukan. Yi Je mengatakan kondisi itu akan aman asalkan kamu sadar tepat waktu. Jung Hee meminum pil itu. Jung Hee diinpeksi. Kepala departemen kriminal Jung Ui Sik memeriksanya. Ia berkomentar kamu berusaha keras bukan, sekarang apa penyakit turunan. Jung Hee diperiksa. Tiba-tiba ia mengalami mimisan. Petugas mengatakan kalau dia sudah pasti menderita penyakit itu. Ui Sik mengatakan ia tetap melarangnya keluar. Tiba-tiba Jung Hee terkapar mengalami serangan jantung. 


Jung Hee akhirnya ke rumah sakit. Ia di sebuah kamar rs dan terlihat sehat. Seorang dokter mengatakan kalau ia dan timnya senang melayani Jung Hee. Jung Hee merasa senang dan bebas. Ia melihat berita kalau direktur pelaksana Lee Jae Hwan didakwa atas penggunaan dan kepemilikan sabu-sabu dan akan di pindahkan ke lapas. Pengacaranya bersikeras bahwa dia harus dibebaskan karena pikirannya tidak waras, namun pengadilan tidak menerimanya. 


Jung Hee berkomentar bukankah dia putra pimpinan Lee Deok Seong bersama aktris itu. dokter membenarkan, dia menerima hukuman tiga tahun dan ditangkap di ruang sidang. Jung Hee berkomentar putra yang pengertian. Ia mempertanyakan dia dikirim ke mana. dokter lain mengatakan kalau lapas Seoul Selatan. Flashback, Jung Hee mempertanyakan kepada Yi Je apa yang Yi Je inginkan. Yi Je mengatakan ia ingin surat rekomendasi. Jung Hee membaca berkas yang diberikan, ia mengatakan perekrutan terbuka untuk direktur medis di Lapas Seoul Selatan. Ia hanya tertawa dan mempertanyakan kamu ingin melamar posisi ini dengan kemampuanmu yang hebat itu. Sebenarnya apa yang kamu inginkan. Yi Je mengatakan ia harus bertemu seseorang di lapas itu. Jung Hee mengatakan salah satu tahanan di sana. Yi Je mengatakan belum, tapi dia akan segera dipenjara di sana. Jung Hee sambil melihat berita itu berkomentar rupanya dia mengincar pria itu. 


-Tiga Tahun Lalu-

Seorang pria dan wanita di dalam truk. Pria itu memberikan makanan kepada wanita disampingnya. Wanita itu mengirim pesan kepada Yi Je kalau ia akan mengirimkan USG Ha Eun yang diselamatkan oleh Yi Je. Wanita itu menambahkan kalau Hae Eun akan lahir sebulan lagi. Yi Je membalas pesan wanita itu. Ia memuji kalau wajahnya seperti ibunya. Wanita itu menjelaskan kepada suaminya dengan menggunakan bahasa isyarat. Suaminya membalas dengan bahasa isyarat. Mereka terlihat bahagia. Yi Je meminta agar melahirkan di rsnya. Bahkan Yi Je mengatakan kalau bisa menggunakan diskon pegawai sehingga mereka tidak perlu membayar. Wanita itu mengatakan kepada suaminya dengan bahasa isyarat kalau Yi Je akan membantu mereka saat melahirkan Hae Eun. Suaminya mengatakan haruskah kita mampir ke rs membawa buah-buahan. 


Seorang dokter wanita menghampiri Yi Je dan mengatakan pembohong tidak ada penawaran keuntungan pegawai, kamu akan membayar tagihan mereka. Yi Je mengatakan jangan mengintip ponselku. So Geum membawa pasien ke UGD rs itu. ia mempertanyakan apa yang kamu minum dengan modafinil. 


Yi Je mempertanyakan siapa dia. Dokter wanita itu mengatakan sepertinya dia psikiater. Sepertinya pasien itu overdosis obat. Yi Je mengatakan kalau ia akan memeriksanya. Ketika akan memeriksa tiba-tiba atasannya datang dan memintanya bicara. Yi Je meminta dokter lain menaganinya. So Geum menyapa Yi Je. Yi Je membalasnya. Dokter wanita menyeret Yi Je dan mempertanyakan apa operasi gratis untuk tunawisma lagi. Atasan Yi Je meminta agar mengikutinya. So Geum hanya menatap dari kejauhan. 


Atasan Yi Je meminta agar menandatangani berkas itu. Yi Je mengatakan ini bukan operasi tunawisma kemarin. Atasan Yi Je mengatakan itu diagnosis untuk Anggota Kongres Jung. Kita harus mengirimnya nanti malam. Sudah kubilang sidang penundaan eksekusi akan diadakan besok pagi. Yi Je minta maaf tidak bisa menandatangani ini, Jung Min Je memang menderita kanker paru-paru. Namun jika dia mengidap kanker paru-paru stadium 3B sesuai diagnosis dokter lainnya seharusnya ditemukan tumor kanker pada kelenjar limfatik mediastinum. Tumor kankernya hanya ada di paru-paru jadi ini stadium 3A. Dokter lain kesal karena hanya Yi Je yang tidak setuju dan akhirnya atasan Yi Je meminta agar mereka keluar dari ruangan. 


Yi Je akan pergi, namun atasan Yi Je mempertanyakan mau ke mana. Kamu dengan senang hati membayari korban kecelakaan industri, mereka yang tidak punya asuransi dan tunawisma. Kita kuliah bersama-sama dan hanya meminta kamu menandatangani itu. Yi Je memanggil atasannya dengan sebutan kakak. Ia mengatakan ini berbeda. Pria ini berusaha mendapatkan penundaan eksekusi yang diberikan dengan diagnosis palsu ini. Atasan Yi Je mengatakan jika kita menandatangani ini, dia akan dirawat di kamar VIP kita. Dia akan membantu kita mengganti semua pengeluaran karena kamu mengoperasi tunawisma secara gratis. Yi Je mengatakan tetap saja ia merasa ini salah. 

Atasan Yi Je mengatakan bagaimana dengan ibumu, kamu akan membiarkannya meninggal. Ia mendengar kamu menunggu untuk dioperasi oleh dokter Jang kenapa tidak bilang. Kamu tidak tahu tumor dasar otak sangat berisiko. Bagaimana jika terjadi sesuatu selama kamu menunggu. Yi Je mengatakan setiap pasien harus segera ditangani. Atasan Yi Je mengatakan kamu sungguh gila. Ia sudah bicara dengan dokter Jang, segera bawa dia kemari. 

Yi Je memikirkan kata-kata atasannya sambil menatap berkas itu. Atasannya mengatakan dia masih masih menjabat pimpinan Komite Kesehatan dan Kesejahteraan dan dia akan dibebaskan sebelum pemilihan berikutnya. Dia berjanji akan membuat rs kita pusat trauma lintas wilayah sehingga kamu bisa mengobati tunawisma dan orang miskin sebanyak mungkin. 


Dokter wanita menghampiri Yi Je. Ia mengatakan apa pun isinya tandatangani saja. Tingkatkan saja jabatanmu maka kamu bisa memutuskan hal yang lebih besar. Kamu tidak bisa selalu memakai uangmu untuk mengobati mereka. dokter wanita itu pergi meninggalkan Yi Je.

Yi Je mendapat telepon dari adiknya Yi Hyun. Yi Hyun mengatakan kalau Min Seok menelepon dan bilang menentukan tanggal untuk operasi ibu, benar bisa bawa ke sana. Yi Je membenarkan dan meminta agar membawa ibunya kemari. Yi Je akhirnya menandatangani berkas itu.


Jae Hwan mengendarai mobil dengan ugal-ugalan, terlihat Jae In disampingnya. 


Terlihat di berita kalau Direktur pelaksana Lee Jae Joon baru-baru ini dipromosikan sebagai direktur setelah Ketua Lee dinyatakan menderita Alzheimer, Jae Joon bertindak sebagai pimpinan resmi grup itu. sementara itu Jae Hwan diabaikan dari promosi baru-baru ini. 

Jae Hwan mempertanyakan berapa lama lagi rapat dewan akan berlangsung. Jae In mengatakan kepada kakaknya kalau rapat sudah selesai, Jae Joon sudah ditetapkan sebagai direktur. Jae In mengatakan selagi kakak mabuk-mabukan di New York, ia belajar di Universitas. Berani sekali kakak menyalahkan adik kakak. Ia memukuli Jae Hwan karena kesal. Jae Hwan bertambah kesal dan semakin ugal-ugalan. 

Di lampu merah pasangan suami istri mengerem mendadak. Jae Hwan mengatakan dia mendadak menghentikanmu bekerja sebagai model dan menguliahkanmu lalu ia mendadak di kirim ke New York. Pria di mobil truk terus membunyikan klakson, Jae In menoleh ke belakang. Jae Hwan menambahkan anggap saja ayah kebetulan jatuh, bagaimana dia sakit selagi ibu berlayar. Jae In mengatakan kalau kakaknya yang tampak tidak wajar. Ia ingin kuliah hukum, kakak dikirim ke New York karena berbuat onar. Benarkah kakak mengemudi seperti ini. Jika ingin mati bunuh diri saja.

Jae Hwan kesal membawa pukul dan meminta pria di truk turun. Jae Hwan memukul truk itu.

Jae In menelepon ibunya untuk meminta bantuan. Namun ibunya mengatakan kalau Jae Hwan cukup membuatnya marah. Ibunya mempertanyakan di mana sekarang.


Jae Hwan mengamuk dan memukuli truk itu. Di dalam mobil istrinya mencoba menenangkan suaminya demi bayi mereka. Jae In berteriak kalau lampu hijau dan meminta kakaknya kembali. Akhirnya mereka kembali jalan. Jae Hwan yang kesal mengejar truk itu. Jae In mendapat telepon dari Jae Joon. Jae In mengatakan kalau mereka menuju hotel, dia menghancurkan mobil dan berulah. Ia meminta kakaknya melakukan sesuatu. 


Jae Joon mengatakan kepada bawahannya kalau Jae Hwan dalam perjalanan dari bandara. Sering terjadi kecelakaan saat terjadi hujan. Tiba-tiba memang cuaca berubah. Jae Joon mengatakan jika seseorang mengalami kecelakaan mobil situasinya bisa fatal bukan. Bawahannya mengatakan kalau ia akan mengurusnya. 


Jae Hwan masih kejar-kejaran dengan truk itu. tiba-tiba ia memotong dan menghentikan truk. Ketika truk akan jalan, Jae Hwan menghentikannya. Tiba-tiba ada mobil akan menabrak mobil Jae Hwan. Jae In berteriak cepat pergi. Akhirnya Jae Hwan berhasil menghindar selamat, Namun mobil itu menabrak truk pasangan suami istri yang menyebabkan kecelakaan beruntun. Jae Hwan melanjutkan perjalanannya, namun tiba-tiba ada truk ke arah mereka.