Friday, 12 July 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 12-2



Joong Ki mengatakan tidak kusangka ia rindu saat sedang mencarinya. Di satu sisi ada yang menuntut kita. Di sisi lain komandan kita akan berhenti. Seo Yool mengatakan pasti karena petisi yang diajukan Koichi ya. Joong Ki mempertanyakan apa maksudmu. Seo Yool mengatakan petisi yang menuding Kang Woo membunuh anak-anak, bukan. Bahwa dia mungkin mengidap gangguan antisosial. Gwang Soo mempertanyakan apa maksudmu. Seo Yool mengatakan kalian tidak tahu. Ia kira kalian sudah diberi tahu Kwon Joo atau Eun Soo. Eun Soo mengatakan jangan salah paham, dia akan memberitahu setelah semuanya jelas. Joong Ki mempertanyakan di mana dia, di kantornya.
Joong Ki menemui Kwon Joo. Ia mempertanyakan benarkah Kang Woo telah membunuh. Kwon Joo meminta maaf karena tidak segera memberitahu. Kami sedang memastikan faktanya dan soal dia mengidap suatu penyakit memang benar. Joong Ki mempertanyakan kenapa ia tidak diberi tahu. Kenapa kami tidak diberi tahu. Jika Anda bilang lebih cepat. Joong Ki tidak bisa berkata-kata, ia pergi dari ruangan Kwon Joo. 


Kang Woo di atap, ia memikirkan kalau tersangka masuk ke kantor melalui ventilator. Jika tersangka mengincar Naomi, akan lebih mudah membunuhnya di bandara atau di jalan. Ia mempertanyakan kenapa pelaku bertindak sejauh ini. Dia sampai harus masuk ke kantor yang terkunci. Kang Woo teringat ia melihat seorang pria mencurigakan yang merupakan salah satu pengikut Kaneki. Ia yakin pria itu tidak ada di balai pameran. Ia juga sepertinya mencurigai Kaneki.


Pil Soo mengatakan kalau ini telat, namun ia turut berdukacita. Kaneki menerjemahkannya perkataan Pil Soo kepada Ayah Yukiko. Ayah Yukiko mengatakan jangan membahas hal yang menyedihkan, kenapa kamu ingin menemuiku. Kaneki menerjemahkannya. Pil Soo mengatakan seperti yang kamu tahu, ia menghadapi situasi sulit. Putraku tewas dan ia tersandung skandal pajak. Proyek Pusat Perbelanjaan Hanryu di Kota Oheiji Osaka yang dipromosikan oleh aliansi Korea-Jepang, tolong aku. Ayah Yukiko mengatakan belum lama ini kamu kehilangan putramu, pasti rasanya berat. Kaneki menerjemahkan kata-kata ayah Yukiko. Pil Soo berterima kasih atas pengertiannya. Ia butuh bantuan Pak Makio. 

Ayah Yukiko mempertanyakan apa imbalan yang ia dapat. Kaneki kembali menerjemahkan perkataan ayah Yukiko. Pil Soo mengatakan dengan memakai Pusat Perbelanjaan Hanryu sebagai batu loncatan, hingga Pak Makio mencapai kejayaan ia akan setia melayanimu sekuat tenaga. Ayah Yukiko mengatakan ia akan mempertimbangkan. Pil Soo mempertanyakan bagaimana menurut Kaneki. Kabarnya kamu putra dari keluarga yang berpengaruh. Kaneki mengatakan ia tidak bisa membantu dalam hal bisnis. Ia hanya pendidik di sekolah. 

Pil Soo mengatakan bicara apa kamu, ia yakin kamu akan berjasa di masa mendatang. Kaneki mengatakan jasa besar setiap orang berbeda-beda. Pekerjaanku sama asyiknya dengan bisnismu. Mempelajari manusia, membutuhkan introspeksi yang luar biasa. Ayah Yukiko mengatakan Jepang kini juga meributkan Auction atau apalah itu, mari lakukan dengan hati-hati. Kaneki mengatakan mari kita lakukan dengan hati-hati. Pil Soo mempertanyakan kenapa kamu tidak makan, tidak suka makanannya. Kaneki mengatakan kepada Ayah Yukiko kenapa aku tidak makan. Ayah Yukiko mengatakan kalau menantuku adalah vegetarian. Untuk berpolitik kita harus mampu menelan hal busuk. Kaneki memakan sayuran yang ada di hadapannya. 


Di mobil ayah Yukiko mengatakan kalau ia mendengar Naomi yang membantu Yukiko juga tewas. Apa itu ulah kaki tangan pembunuh Yukiko. Kaneki mengiyakan, ia yakin mereka membunuhnya karena takut buktinya terbongkar. Ayah Yukiko mengatakan ia tidak sabar meringkus bedebah itu.

Kwon Joo melihat berita tentang pak Choi. Ia berpikir kalau kasus ini jadi sulit diprediksi dan membesar. Ia harus menemukan petunjuk. Ia teringat suara pematik api. Ia berpikir kalau setiap pelaku muncul ada suara logam berdenting. Seperti suara dua logam yang berbenturan. Ia menerima pesan tentang hasil pemeriksaan detail pada pergelangan Koichi. Petugas menambahkan kalau dengan tomografi optik berhasil memulihkan huruf-hurufnya. Kwon Joo sadar tulisan itu pernah ia lihat di pergelangan tangan Kang Woo. Tidak, mungkin ini kebetulan. Kwon Joo mendapat telepon dari Eu Soo yang memberitahu ia menemukan informasi tentang Pil Soo. Tadi ia penasaran dan mencari tahu cara potongan tubuh dan benda aneh lainnya lolos dari bea cukai. Kwon Joo mengatakan baiklah, ia akan ke sana. 


Terlihat foto dan bagian tubuh di ruangan itu. Kaneki bergumam setelah diberi telinga, akan lengkap. Telinga paling naif sedunia. Ia lalu duduk di ruangan itu sambil minum. 


Kaneki masuk ke sebuah ruangan lalu memasangkan USB. Flashback, pria itu memberikan kamera kecil dan mengatakan kepada Kaneki kalau ada video kita pada hari itu. Kaneki melihat video itu. Kaneki mencopot USB itu. Lalu ia membakar bukti itu. 

Kwon Joo mengatakan maksudmu, Black Collection yang dibeli oleh klien disembunyikan di balik lukisan ini. Eun Soo mengiyakan, disamarkan sebagai karya seni di situs pelelangan Auction Fabre. Jika memang begitu, pastinya produk disamarkan sebagai karya seni. Kwon Joo mengatakan jika lukisan yang dibeli oleh Pil Soo adalah lukisan dari Auction Fabre, segalanya jadi terjawab. Kwon Joo meminta Seo Yool memeriksa daftar karya seni yang dibeli Pil Soo lima tahun terakhir.

Seo Yool mengatakan dia membeli tiga lukisan dalam empat tahun ini. tahun 2016, “Manusia,” karya Hwang Yung Jung, “Tangan Pelindung Keadilan,” karya Star Saige tahun 2017 dan “ Tanpa Judul,” karya Rick Cauer tahun 2018. Kwon Joo mengatakan ia yakin salah satunya ada di Auction Fabre. Eun Soo mengatakan ia menemukannya. Kwon Joo melihat lukisan yang terjual, “Tangan Pelindung Keadilan.” Ia meminta agar memeriksa identitas pengirim dan tujuannya. 

Seo Yool mengatakan ada kiriman tanggal 15 November 2017. Diterima oleh Park Jae Cheol di pelabuhan. Dia adalah sopir pribadi Pil Soo. Dia yang disalahkan atas kematian Hwang Hye Seong yang disebabkan Pil Soo. Eun Soo mengatakan ia memeriksa riyawat kartu kredit perusahaan Park Jae Cheol. Dia sempat singgah di pompa bensin saat menuju pelabuhan dari Sungjung. 

Kwon Joo menelepon Hong Soo dan memberitahu kalau kami menemukan petunjuk. Pil Soo dikirimi lukisan dari PO BOX Samchi, distrik Soka, Osaka. Lukisan itu ada di dalam daftar Doctor Fabre. Penerimanya Park Jae Chul, sopir pribadi Pil Soo. Nomor PO BOX-nya serupa dengan nomor Je Soo. Di duga kuat itu Black Collection. Hong Soo mengatakan benarkah itu, berikan alamat Jae Chul.


Hong Soo menemui Jae Chul. Di dalam rumah Jae Chul terlihat berantakan. Jae Chul batuk-batuk. Hong Soo mengatakan kamu menggantikan Pil Soo masuk penjara, seharusnya hidupmu lebih baik. Apa-apaan ini. ia mempertanyakan Pil Soo tidak membantumu sama sekali. Orang yang menggantikannya masuk penjara sakit-sakitan. Jae Chul mengatakan ia tidak tahu apa-apa. Hong Soo mengatakan mana mungkin, kamu membawanya. Benda yang dia bawa itu potongan tubuh manusia yang disebut Black Collection bukan. Jika kamu mengonfirmasinya, kami bisa membekuk dia.

Jae Chul menjelaskan kalau dia selalu membawanya ke mana-mana. Hong Soo mempertanyakan apa kamu tahu isi kotak itu. Jae Chul mengatakan isinya tangan manusia yang diawetkan. Katanya itu pergelangan tangan seorang detektif dari Tim Jatanras Kepolisian Poongsan. Hong Soo mempertanyakan apa maksudmu.

Hong Soo di luar ia teringat perkataan Jae Chul. Jae Chul mengatakan dia yakin tidak akan dipenjara selama menyimpan pergelangan tangan itu. ia yakin sekarang pun benda itu ada di dekatnya. Hong Soo bergumam Oh Pil Soo, tidak akan kumaafkan. 

Hong Soo melaporkan kalau baru saja dipastikan bahwa Pil Soo adalah anggota VVIP Auction Fabre. Dia menyamarkan produk sebagai lukisan. Menurut saksi dia masih menyimpannya. Minta surat penggeledahan dan penyitaan. Lalu segera ke kantor pimpinan Grup Sungjung. 


Kang Woo masuk ke rungan Kaneki, pria itu menggunakan pakaian hitam mengawasi Kang Woo dari kejauhan. Kang Woo menggeledah kantor Kaneki. Ia menemukan berkas bertulisan, “Pengirim, Kanekist.”


Pil Soo mempertanyakan kenapa Kepolisian Poongsan kemari lagi. Anak buahnya mengatakan kalau mereka membawa surat penggeledahan dan penyitaan. Namun katanya mereka datang karena ada transaksi tubuh manusia. Hong Soo dan lainnya datang ke kantor Pil Soo. Pil Soo memerintahkan untuk menggeledah. Akhirnya Joong Ki menemukan tangan yang diawetkan itu. Hong Soo meminta agar mengajukan analisis DNA darurat, ia ingin hasilnya keluar hari ini. Pil Soo akhirnya ditangkap. Pil Soo mengelak. Hong Soo mencengkeram kerah Pil Soo dan mengatakan kalau ia benar-benar ingin membunuh Pil Soo. Namun ia berusaha menahan diri. Jika bicara lagi, ia tidak akan segan-segan lagi. Pil Soo memberontak. Hong Soo mengatakan kalau isi kotak itu pergelangan tangan adikku. 


Kaneki memainkan alat pemtik sambil memperhatikan rekaman di depan kantornya. Kwon Joo mengahmpiri mereka dan mempertanyakan bagaimana perkembangannya. Gwang Soo mengatakan baru saja dimulai. Sebaiknya Hong Soo tidak terlibat karena konflik kepentingan. Dia bilang Koichi tahu dia anggota Auction Fabre dan mengancamnya. Katanya dia terpaksa menaggil Koichi ke Blackhole. Seperti kata Hong Soo, Koichi ke sana untuk mengambil uang. 


Joong Ki menginterogasi Pil Soo. Pil Soo mengatakan saat rapat pimpinan, ada kabar tentang Dark Web yang menjual barang-barang unik. Konon kami bisa menjadi anggotanya jika mensponsori Sekolah Alternatif Sokpo. Lalu setelah sekian lama, pemiliknya menghubungiku. Ada satu lelang per bulan. Setiap tanggal 30 kami dikirimi alamat IP untuk mengaksesnya. Anggota VVIP sepertiku bisa menghadiri pelelangan premium daring yang dibuka setahun sekali. Ada rumor di antara pebisnis kaya. Memiliki pergelangan tangan polisi akan membuat kita kebal hukum. Jika hidup di dunia berbeda, keinginanmu juga pasti berbeda. Terus terang saja reaksi kalian berlebihan hanya karena ia membeli pergelangan tangan polisi. Apa bedanya jimat yang kalian beli dan benda yang ia beli ini. Ia merasa damai dengan membeli pergelangan tangan polisi. 

Hong Soo yang kesal, ia masuk ke ruang interogasi. Hong Soo akan meumukul, namun ia menahan diri. Hong Soo mengatakan sejauh hukum mengizinkan, ia akan terus mengusut kasus ini dan memastikanmu dipenjara seumur hidup. Kenapa, pikirmu ia tidak mampu. Akan ia pastikan kamu sadar itu bukan jimat keberuntungan. Akan ia buat kamu sadar itu pembawa kutukan. Pil Soo mengatakan ia akan diberi keringanan jika memberikan informasi. Ia mengatakan kalau ia belum pernah ke sana. Hari itu ia mengutus sekretaris ke ruangan di Blackhole karena Koichi terus memerasku. Namun saat sekretarisnya kembali, dia bilang, “Perawakannya besar dan rambutnya berantakan.” Mulanya ia menduga itu polisi dan menganggapnya perangkap. Lalu saat Tim Golden Time muncul, dia terlihat panik dan menghilang. 


Di luar Joong Ki mengatakan jika dia benar berarti masih ada komplotan selain Koichi dan Sasaki. Hong Soo mengatakan saat Kang Woo menjelaskan tentang Auction Fabre, dia bilang ada kaitannya dengan Kyoudai-boong. Kyoudai berarti, “saudaraku,” dalam bahasa Jepang. Jika mereka dijaga dan sampai membunuh, berarti posisinya lebih tinggi dari Koichi dan Sasaki. Kwon Joo mengatakan kalau tim forensik mengabari dan katanya ada tato yang berarti, “Aku bangun,” di pergelangan Koichi sebelum dicabik. Ia merasa itu melambangkan solidaritas. Hong Soo meminta Kwon Joo tetap memantau pusat panggilan. Ia meminta Joong Ki memeriksa kesaksian Pil Soo secara cermat. Ia meminta Gwang Soo menyelidiki staf Blackhole yang hadir pada hari kejadian. Ia meminta Choon Byung ikut dengannya memeriksa kamera pengawas dekat Blackhole. 

Kwon Joo mengejar Hong Soo dan Choon Byung. Ia mengatakan ada yang ingin ia sampaikan kepada Hong Soo. Choon Byung mengatakan ia akan masuk ke mobil. Kwon Joo mengatakan kamu sebaiknya tahu. Sebenarnya ia punya pendengaran spesial hingga bisa mendengarkan suara terkecil yang tidak bisa di dengar orang lain. Itu sebabnya ia sering mengandalkan pendengarannya saat bekerja di pusat panggilan. Lalu saat kasus Je Soo, pelaku terlacak karena ada bunyi sarung tangan karet. Dalang kasus Aucton Fabre memiliki benda yang menghasilkan bunyi logam berdenting. Hasil analisanya itu bunyi dari pematik, namuk ia belum yakin. Ia meminta Hong Soo berhati-hati jika mendengar bunyi itu. Hong Soo berterima kasih atas petunjuk pentingnya. Kita lanjutkan setelah ia kembali. 


Kang Woo masuk ke ruangan pendukung Kaneki. Ia menemukan berkas pendukung Kaneki. Hong Soo dan Choon Byung sampai. Hong Soo meminta agar mengambil rekaman CCTV di Blackhole. Ia akan memeriksa tempat parkir. 

Hong Soo menghampiri petugas dan mempertanyakan bolehkah ia memeriksa rekaman tanggal 9 Mei. Ia menemukan seseorang masuk ke dalam mobil putih. Ia meminta salinan videonya. Hong Soo mencoba menelepon namun tidak diangkat. Ia mengirim pesan kepada Kang Woo kalau ia merasa ada yang mengawasi Koichi di Blackhole. Perawakannya besar dan rambutnya berantakan. Ia meminta Kang Woo menghubunginya setelah membaca pesan ini. 

Kaneki mendapat pesan dari pria itu. Pria itu memberitahu mereka mengetahui ia berada di Blackhole. Seo Yool menghampiri Kwon Joo dan mempertanyakan apa Hong Soo tidak apa-apa sendirian. Kwon Joo mengatakan kita sudah mendapat petunjuk penting, tunggu saja. 


Hong Soo berjalan di parkiran, ia merasa ada yang aneh. Ia memeriksa sekeliling. Tiba-tiba ia mendengar suara pematik api, ia mengambil pistol dan waspada. Namun ia tidak menemukan apa pun. Tiba-tiba seseorang menggunakan pakaian hitam dan topeng menyergapnya dengan kawat, sampai-sampai ia lemas dan tidak berdaya. Pria itu memasukkan Hong Soo ke dalam mobil. 


Kang Woo membaca pesan dari Hong Soo. 

Komentar:

Huaa Hong Soo diculik......

Sinopsis Voice 3 Episode 12-1



Flashback, saat terjadi ledakan ternyata di dalam mobil itu adalah Kaneki. Kaneki memegang alat yang tersambung untuk meledakkan gedung itu.

-Episode 12, Rahasia Sameta-

“Surga, neraka dan dunia ada di dalam diri kita. Manusia adalah jurang tanpa dasar. <Henri Frederic Amiel>”


Naomi masuk ke sebuah ruangan. Ia mendengar rekaman suara, ia membuka kardus itu. Gwang Soo mempertanyakan jadi angka-angka ini tidak ada artinya. Seo Yool mengatakan benar, ia kira dokumennya adalah kode. Ia mencoba dekode dengan steganografi, namun tidak ada hasilnya. Sepertinya ada yang memodifikasi failnya. 


Ternyata isi paket itu hanya paket biasa. Kaneki mengatakan kalau ini mungkin dari anak asing yang ia sponsori. Ia minta maaf sudah mengejutkan. Ia meminta anak buahnya yang ternyata bernama Pak Kim jangan panik. Pak Kim minta maaf. Kotaknya terlalu mirip dengan paket beberapa hari lalu.

Naomi menlihat ada alat perekam, lalu seseorang menyergapnya. Kwon Joo terdiam seperti mendengar sesuatu, ia segera berlari. Mereka menggedor-gedor pintu ruangan itu. Kwon Joo mengatakan ia mendengar suara terdistorsi di dalam. Kang Woo merusak gagang pintu dengan alat pemadam. Mereka melihat Naomi sudah seperti gambar di lukisan. Kaneki membantu melepaskan ikatan Naomi. Mereka membaringkan Naomi. Kaneki mengatakan kalau dia masih bernapas. Sedangkan Kang Woo hanya terdiam, ia merasa pusing. Terlihat wajah Kang Woo menakutkan. 


Kwon Joo melaporkan kepada Eun Soo kalau ia merasa tersangka kabur melalui jendela, tapi bisa jadi dia masih di gedung. Eun Soo mengatakan kalau ada korban terluka di Balai Pameran, ia meminta agar mengirimkan ambulance. Kwon Joo melakukan CPR. Ia meminta Kaneki mengangkat kakinya dan memijat tubuhnya. 

Eun Soo membunyikan alarm. Situasi Kode Zero, saksi yang akan menyerahkan bukti terkait pembunuhan Yukiko terluka parah. Kondisi korban sangat parah. Seluruh petugas diharap memakai alat pelindung diri demi keamanan. Tim lapangan, tim patroli Youngsul segera meluncur. Gwang Soo mempertanyakan di mana kamu, ada yang mencoba membunuh saksi. Joong Ki mengatakan bagaimana, Guru Bahasa Jepang saksi dari sekolah alternatif hanya luang saat ini. Gwang Soo mengatakan ia akan ke sana dahulu, menyusullah saat sempat. 

Eun Soo meminta semua agen memeriksa CCTV di dekat gedung. Kang Woo keluar dari ruangan itu, ia berpapasan dengan seseorang. ia melihat orang itu berubah menakutkan. Ia ke parkiran untuk menenangkan diri. Ia melihat ada serbuk di lantai, ia menatap ke atas. 

Kwon Joo mengatakan kepada Kaneki kalau tampaknya dia akan syok akibat pendarahan. Ia meminta Kaneki melakukan CPR. Kaneki mengambil alih. Kwon Joo mempertanyakan apa Seo Yool sudah kembali. Eun Soo mengiyakan, baru saja. Kwon Joo meminta memeriksa CCTV lantai satu, cari orang yang mencurigakan sebelum kejadian. Seo Yool mengatakan baiklah. Kwon Joo menghampiri Kaneki. ia mengatakan menyerahkan  kepada Kaneki. Kaneki mengatakan baiklah. Kwon Joo lalu pergi. Para pendukung Kaneki keluar dari ruangan itu mengikuti Kwon Joo. Kaneki mengentikan CPRnya. 

Seo Yool mengatakan kalau sepertinya pria bertopi pancing ini mencurigakan. Dia memasuki pameran 20 menit lalu dan hanya semenit di sana. Eun Soo meghampiri Seo Yool dan memeriksa CCTV. Seo Yool menambahkan kalau sepertinya dia mencari seseorang di dalam lalu keluar karena tidak menemukannya. Saat Kaneki masuk dengan Kwon Joo dan Kang Woo, dia kabur menuju lorong kiri. Ada yang bergerak di dalam tasnya. Eun Soo mempertanyakan ada apa di sebelah kiri lobi. Seo Yool mengeceknya dan mengatakan tangga menuju basemen. 

Eun Soo melaporkan kalau ada seseorang mencurigakan. Dia pria dan bertopi pancing. Dia masuk dan keluar pameran sebelum Kaneki datang. setelah melihat Kaneki, Anda dan Kang Woo memasuki lobi dia lari menuju tangga sebelah kiri. Mungkin dia bukan pelakunya, namun itu mencurigakan.

Kwon Joo memanggil-manggil Kang Woo, namun tidak ada jawaban. Pak Kim mengatakan kalau kami akan membantu. Petugas datang bersama pendukung Kaneki yang lain. Kwon Joo mengatakan kalau saksi penting terluka parah. Ada pria mencurigakan menuruni tangga kiri. Kwon Joo mengatakan di mana Gwang Soo. Gwang Soo mengatakan kalau ia baru saja tiba. 


Gwang Soo menghampiri Kwon Joo dan mempertanyakan di mana Kang Woo. Kwon Joo mengatakan kalau radionya tidak aktif. Kwon Joo memperkenalkan Gwang Soo. Ia mengatakan kepada Gwang Soo kalau mereka sukarelawan yang menawarkan bantuan. Kwon Joo mengatakan kalau ia akan memeriksa kondisi Naomi. 


Kaneki berbisik ke telinga Naomi mengatakan jika ke surga, sampaikan salamku kepada Yukiko. Ia memeriksa napas Naomi. Gwang Soo memeriksa sebuah ruangan di parkiran. Tim medis dan Kwon Joo sampai, tim medis menggantikan Kaneki yang melakukan CPR. 

Gwang Soo masuk ke ruangan itu, mereka memeriksa ruangan itu. Pak Kim mengatakan ada ular. Gwang Soo melaporkan kalau ada ular berkeliaran di sekitaran basemen. Eun Soo mengatakan ular. Gwang Soo maju melewati ular-ular itu, tiba-tiba seorang pria bertopi menyerang, namun Gwang Soo berhasil melumpuhkannya. 


Gwang Soo mengatakan kalau kamu ditangkap atas percobaan pembunuhan. Pria itu mengatakan untuk apa aku membunuh. Istrinya dirampok oleh WNA bedebah, dia masih terbaring sakit. Tapi bedebah itu masih mengoceh soal hak asasi WNA. Itu memuakkan, jadi ia berencana melepaskan ular di sini. ularnya tidak berbisa, mereka jinak. Gwang Soo mengatakan jika itu alasanmu ke galeri, kenapa kamu lari kemari dan kenapa pergelangan tanganmu begitu. Ia keluar dari galeri karena dia tidak ada. Lalu dia muncul dengan para polisi itu. Tangannya di gigit ular saat ia menangkap mereka. Gwang Soo melaporkan kalau pria yang mencurigakan ini tampaknya bukan penyerang Naomi. Tangannya di gigit ular, mustahil bisa memakai kawat itu. Katanya dia hanya berniat melepaskan ular di galeri. Petugas menghentikan CPR dan mengatakan kalau dia sudah tiada. 


Petugas memeriksa TKP. Hong Soo mengatakan jadi korban sendirian di sini hanya selama lima menit. Kwon Joo mengiyakan, paket untuk Kaneki yang dicurigai berisi bom. Dalam kepanikan itu, Naomi diserang sendirian di sini. Hong Soo mempertanyakan pengirim paket itu bukan pelaku. Kwon Joo mengiyakan, paket itu dikirim oleh anak WNA yang disponsori oleh Kaneki. Hong Soo mengatakan hanya lima menit pelakunya masuk, mengikat dengan kawat dan membunuhnya secara keji. 

Hong Soo mempertanyakan kepada petugas apa penyebab kematiannya. Petugas mengatakan serangan jantung akibat syok dan sesak napas. Bayangkan saja, dia diikat dengan kawat dan bibirnya dipotong hidup-hidup. Rasa sakit dan syoknya tidak akan tertahankan. Kondisi jasad korban pun serupa dengan lukisan itu. Hong Soo mengatakan ini ulahnya, dia memakai kawat dan memperlakukan tubuhnya seperti pajangan. Kwon Joo mengatakan pelaku mungkin tidak menyangka akan ada polisi. Mungkin dia terburu-buru masuk dan ada bukti tertinggal. 

Hong Soo mempertanyakan apa ada bukti lain. Petugas mengatakan banyak aktivitas keluar masuk di kantor ini. ada ratusan sidik jari. Hong Soo mempertanyakan di mana Kang Woo. Kwon Joo mengatakan tampaknya kondisi Kang Woo sangat buruk. Tadi semuanya berusaha menolong Naomi, namun dia malah pergi. 

Gwang Soo menghampiri mereka dan mengatakan kalau ia memeriksa tersangka di mobil, namanya Jaegal Tae Suk. Dahulu dia pemilik kebun buah di Sokpo-gu, Sokpo-dong. Ada karyawan WNA saat itu, namun karyawan itu memukuli istri tersangka saat akan merampok. Tampaknya istrinya luka parah. Ia merasa itu asal mula kebenciannya terhadap WNA. Kebetulan dia menghadiri kuliah Kaneki dan membencinya. Saat tahu ada pameran untuk tenaga kerja asing digelar, dia mau melepaskan ular karena marah. Hong Soo mengatakan jadi dia tidak terkait dengan kematian Naomi. Gwang Soo mengiyakan, perlu investigasi lebih lanjut. Namun pergelangan tangannya digigit ular tempo hari. Tidak mungkin dia mampu mengikat orang lain dengan kawat. Hong Soo meminta menyelidiki cara pelaku masuk dan kabur. Setidaknya coba temukan sehelai rambut pelaku. Ia meminta Kwon Joo ikut dengannya menemui Kaneki. 


Hong Soo dan Kwon Joo menghampiri Kaneki. Hong Soo mengatakan sayang sekali kami tidak menemukan petunjuk di kamera. Namun ini membuktikan Koichi punya komplotan. Kami pasti menangkapnya. Soal Naomi membawa kamera itu, kamu tidak memberitahu orang lain bukan. Kaneki mengiyakan, itu berhubungan dengan Yukiko jadi ia waspada. Hong Soo mempertanyakan kenapa kamu tidak meminta bantuan polisi. Kaneki mengatakan jujur saja ia salah karena tidak mempercayai Naomi. Yang ia tahu dia hanya bawahan Yukiko. Ia tidak tahu banyak tentangnya, ia kurang hati-hati. Hong Soo mengatakan pembunuhnya berlagak seperti seniman. Padahal dia hanya pembunuh gila dan hina yang memiliki situs web busuk. Jika menemui bahaya lagi, tolong hubungi kami. Setelah Kwon Joo dan Hong Soo pergi, Kaneki pun tersenyum. 


Hong Soo mempertanyakan siapa orang-orang berkaus kuning itu. Kwon Joo mengatakan itu pendukung Kaneki. Tujuan mereka mengampanyekan HAM di sini. Mereka menghadiri semua acara yang dihadiri Kaneki. Hong Soo meminta agar memeriksa identitas para pendukungnya juga. Terlihat seorang pria yang mencurigakan di antara pendukung Kaneki. 

Hong Soo menghampiri Kang Woo. ia mengatakan tidak perlu gusar karena kehilangan kamera. Pembunuhnya jadi terungkap akibat kekejiannya itu. Kang Woo mengatakan ia mengundurkan diri. Ia memberikan pistol dan kartu identitasnya. Ia mengatakan kalau ia tidak tahan lagi. Ia akan memburu pembunuhnya dengan caranya sendiri. Kwon Joo yang melihatnya menghampiri mereka. Kang Woo mengatakan ia akan memenuhi keinginan Kwon Joo. Ia lalu pergi meninggalkan mereka. Kwon Joo akan mengejarnya, namun Hong Soo meminta agar Kwon Joo tunggu di sini. 


Hong Soo mengejar Kang Woo. ia mempertanyakan kenapa kamu tiba-tiba melakukan ini. Bagaimana caramu menangkapnya jika berhenti menjadi polisi. Pikirmu aku tidak mengenalmu. Kang Woo mengatakan barusan ia hampir membunuh orang lain. Dia bukan kriminal dan tidak ada yang menghasutku, ini naluriku. Jika tidak sanggup menembakku, jangan ganggu aku. Hong Soo mengatakan ayo berobat. Akan ia tangkap bedebah itu. Kang Woo mengatakan mestinya kamu tetap seperti dulu. Bersikaplah seperti saat kamu membenci dan muak terhadapku. Jangan ucapkan omong kosong tentang utang budi kepadaku. Hong Soo mengatakan cukup, bedebah. Kang Woo mengatakan pergilah selagi ia bisa menahan diri. Ia pun tidak tahu bisa berbuat apa nantinya. Kwon Joo menghampiri mereka. Kang Woo mengatakan kepada Hong Soo tolong minggir. Kang Woo pergi. 

Kwon Joo menghampiri Hong Soo dan mempertanyakan kamu tidak apa. Hong Soo mengatakan ia tidak apa. Ketika akan mengejar Kang Woo, Hong Soo mendapat telepon dari Komisaris. 


Choi Doo Cheol mengatakan kepada media kalau ia menuntut pembubaran satuan tugas khusus Kepolisian Poongsan, sebagai pimpinan Yayasan Asia Dream. Satuan tugas khusus Kepolisian Poongsan membocorkan bukti yang ditemukan saat investigasi kepada media sebelum terbukti benar. Saya dituduh sebagai anggota VVIP situs web kriminal Auction Fabre dan dituding sebagai sosok tidak manusiawi yang terlibat tindakan ilegal dan pembelian barang-barang mengerikan. Saya akan menuntut semua petugas yang terlibat. 


Kwon Joo dan lainnya melihat berita itu. Kwon Joo mengatakan kalau Hong Soo sedang menemui Komisaris, tunggu saja. Choon Byung mengatakan baiklah. Hong Soo datang menghampiri mereka. Choon Byung mempertanyakan apa kata Komisaris, dia mendukung kita bukan. Hong Soo mengatakan situasinya pelik. Mengenai Naomi, selama ini mantan pacarnya menguntitnya, bahkan ke negara ini. Ini di luar dugaan. Joong Ki mempertanyakan lalu kita harus bagaimana. Hong Soo mengatakan kita harus tetap berkepala dingin. Ia mempertanyakan bagaimana penyidikan di Sekolah Alternatifnya. Joong Ki mengatakan saksinya keliru. Ia dapat semua daftar sponsor sejak sekolah didirikan. Setelah ia cocokkan, ada lima nama fiktif termasuk Oh Pil Soo. Kini ia mencari mereka. Ia mendengar di jalan, benarkah Kang Woo berhenti. Choon Byung mengatakan ia mendengar itu sudah dikonfirmasi, katanya alasan kesehatan. Hong Soo mengatakan padahal kasus ini belum selesai. Penjualan Aution Fabre jauh lebih besar dari dugaan kita dan kejahatan ini sangat terorganisasi. Selama dia menunjukkan taringnya, kita harus mencabutnya atau kita bisa tergigit. Mulai sekarang mari saling menjaga dan membawa senjata kalian di luar jam kerja sekalipun. 

Di luar Gwang Soo menghampiri Choon Byung dan Joong Ki. Ia mengatakan kalau ada jejak orang melewati ventilator dan tim forensik akan mengirimkan hasilnya malam ini. Ia mempertanyakan kenapa ekspresi kalian begitu. Joong Ki mengatakan ceritanya panjang. 

Hong Soo mengatakan kamu pasti sadar, namun kondisi Kang Woo sangat serius. Apa kamu menyadari kejanggalan pada ucapan atau tindakannya. Kwon Joo mengatakan saat di pameran kami memandangi lukisan berjudul, “Mata Biru Orang Asing,” karya Yukiko. Katanya ada sesuatu di mata orang lukisan itu. Lalu dia memandangi spesimen kupu-kupu di meja Kaneki. Hong Soo mengatakan ia perlu mengajaknya bicara. Kwon Joo mengatakan izinkan ia ikut. Hong Soo mengatakan tidak perlu, sebaiknya ia pergi sendirian. Kwon Joo mengatakan ia mendengar ucapan Kang Woo. Dia hampir membunuh orang lain. Hong Soo membenarkan, ia merasa dia kehilangan kesadaran saat berusaha membendung naluri membunuhnya. Makin buruk gejalanya, makin berat usahanya menolong orang lain. Sekeras apa pun usaha kita, mustahil kita memahami penderitaannya. Pokoknya mari kita pikirkan solusinya.