Monday, 13 July 2015

Sinopsis Orange Marmalade Episode 10



Dimulai Flashback episode 1-4. Ending Episode 4 Jae Min tenggelam dan ditolong Ma Ri terdengar suara Jae Min, Tiba-tiba aku ingat kemarin, samar-samar sepertinya seseorang memegangku, saat aku di air. Pada waktu itu selintas sangat cepat di depan mataku, aku melihatnya tapi aku tidak tahu apa yang kulihat. Saat itu pikiranku sedang kosong.


Dokter menyuruh Jae Min menjelaskan apa selintas yang dilihatnya sangat cepat.

"Itu sesuatu dari masa yang lama sekali aku tidak tahu pasti." sahut Jae Min.

Bagaimana perasaan Jae Min, "sedih." sahut Jae Min. Jae Min berkata kadang ia melihat sesuatu yang aneh, pohon.


Jae Min menatap pohon, para siswi menghampirinya. Seperti biasa dia populer, bahkan para siswi memberinya hadiah. Jae Min bergumam kalau ia tidak ingat apa-apa.

Lalu ia berhalusinasi pohon tersebut tumbuh. Yoon Jae menatap Jae Min, ia teringat kata-kata ibu Jae Min, menurut dokter ini amnesia, jika ingatannya selama 4 bulan pulih kembali, apa halusinasinya akan hilang.


Ma Ri dipenjara, ia sangat merindukan Jae Min. Team VCS membahas tentang COEXISTENCI. Staff VCS meberitahu kalau Ma Ri bebas, Ma Ri mengatakan ia mendukung COEXISTENCI.


Ma Ri bersiap-siap pergi ke sekolah. Di kereta Ma Ri bertemu dengan Jae Min. Ma Ri menyapanya. Jae Min menatap Ma Ri dan terlihat bayangan Ma Ri memakai Hanbok.

Mereka berjalan bersama menuju sekolah. Jae Min minta maaf karena tidak mengenali Ma Ri. Ma Ri mengatakan ia pindah ke sekolah yang sama untuk membantu Jae Min mengingat.

Para siswa dan siswi membicarakan Ma Ri. Lalu Ma Ri menjelaskan pada Jae Min bahwa mereka menghindariku karena aku vampir. Ah Ra melihat mereka, teman-teman Ah Ra pun membicarakan mereka.


Guru menjelaskan kalau di berita ada yang mengungkapkan jati diri mereka vampir, salah satunya Ma Ri. Ma Ri pun duduk disebelah siswi. Setelah guru pergi, kelas pun gaduh, bahkan Siswi tersebut pun pindah.


Para Staff sekolah memicarakan tentang Ma Ri, bahkan mereka tidak tahu bagaimana memperlakukan Ma Ri. Yoon Jae pun datang dan menyuruh memperlakukan sama dengan yang lainnya.


Para murid memperhatikan kelas Ma Ri, lalu Yoon Jae menyuruh mereka kembali ke kelas. Yoon Jae masuk kelas, para murid protes. Jae Min menyela kalau Yoon Jae tidak masalah dengan vampir, tapi kami tidak. Ma Ri pun akhirnya duduk di depan.


Ma Ri ke ruang musik, ternyata disana ada Jae Min. Jae Min terlihat gak suka, Ma Ri mengatakan, "jangan khawatir, aku tidak punya kesempatan dekat denganmu." Jae Min menyuruh Ma Ri tidak dekat-dekat dengannya. Ma Ri peduli pada Jae Min, Jae Min pun bergumam, "kenapa kau peduli."


Seperti biasa Ma Ri minum, ia meminum makan siangnya di toilet.

Shi Hoo terbaring, team VCS mengatakan kemampuan vampir regenerasi luar biasa. Jika kita terlambat sedikit di TKP, mungkin dia tidak bisa beregenerasi. Seperempat bagian tubuhnya terbakar, hanya dengan transfusi darah bisa pulih, vampir sungguh luar biasa.

Ma Ri menjadi bahan olokan para murid di sekolah itu. Jae Min mengajak temannya ke warnet sekalian makan ramen disana, temannya bergumam, "kau ke warnet bukan main game tapi makan ramen."


Ayah Ma Ri di jalan terlihat menunggu seseorang, Ma Ri datang. Ma Ri berbohong pada ayahnya kalau ia baik-baik saja. Ayahnya mengajak Ma Ri ke suatu tempat, ternyata ke toko pernik-pernik.

Di berita, team VCS menjelaskan tentang COEXISTENCI. Tahap pertama mereka dibebaskan untuk mengungkap identitas mereka, Yoon Jae melihat berita tersebut. Yoon Jae mendapat telpon dari ibu Jae Min yang memberitahu kalau ia menandatangani kontrak untuk sebuah toko, lokasinya bagus. Yoon Jae mengatakan ia akan merekomendasikan karyawan.

Jae Min di warnet, mendapat sebuah pesan berantai tentang para murid yang mengolok-olok Ma Ri, temannya khawatir, tapi ia mengalihkan pembicaraan.


Mading sekolah dipenuhi gambar Ma Ri, mereka mengolok-olok Ma Ri. Jae Min menatapnya dari jauh lalu bergumam, "dia memang aneh."

Dikelas juga hemmm pukpuk Ma Ri. Kepala Jae Min pusing, ia mendengar suara seruling.

Ibu Ma Ri bertanya, "apa kau mengkhawatirkan Ma Ri?"

"Tidak..." sahut ayah Ma Ri lalu pergi. Ayah Ma Ri ke sekolah dan melihat mading tersebut.


Kelas memasak, ketika Ah Ra akan mengambil kue dari oven, karena kepanasan loyangnya hampir jatuh mengenai Soo Ri, tapi Ma Ri menahannya.

Soo Ri mengejar Ma Ri, dan melihat luka di tangan Ma Ri sembuh sendiri.


Yoon Jae memanggil Ma Ri, mereka pun ngobrol. Yoon Jae terkejut dengan keputusan Ma Ri.

Para siswi membuat sesuatu, Jae Min menatapnya. Ah Ra menghampiri dan mengatakan, "apa ini tidak keterlaluan.?"

Ma Ri berjalan dan mengingat kata-kata Yoon Jae, "kalau tidak bisa menahan lagi, kau harus bilang."


Ketika Ma Ri akan mengambil tas, Jae min mencegahnya dan menggunting tali tas tersebut, Ma Ri sadar apa yang dilakukan Jae Min untuk melindunginya.


Ma Ri terlihat senang karena Jae Min menolongnya. Ketika Jae Min berjalan, terdengar suara seruling lagi. Ia pun terbawa ke alam bawah sadar, di hutan melihat seorang wanita memainkan seruling, belum sempat melihat wajah wanita itu temannya memanggil. Temannya protes apa yang dilakukan Jae Min, "jangan-jangan kau?" langsung Jae Min menyangkal.

Jae Min bertemu dokter, ia mengatakan kalau ia mendengar suara seruling, "aku merasa suaranya menarikku ke suatu tempat, tapi ada yang aneh, suara itu terdengar memilukan, ketika akau mendekat membuat jantungku berdebar."


Jae Min menyuruh ibunya tidak mengantarnya, "ini kencan dengan putraku." sahut ibu Jae Min.

Jae min mengajak ibunya ke toko tas dan meminta ibunya memilihkan tas. Ibunya bergumam ia ingat ulang tahun ibunya. Lalu ibu Jae Min memilih salah satu tas.


Ma Ri memainkan gitar di kamarnya. Jae Min dan ibunya sampai di rumah. Ma Ri dikamar memperhatikan tas yang talinya diputus Jae Min. Jae Min juga dikamar memperhatikan tas yang baru dibelinya.

Ayah Ma Ri terlihat khawatir, Ibu Ma Ri datang memberikan kejutan ayam dan bir untuk suaminya. Tapi suaminya terlihat tidak tertarik, lalu ibu Ma Ri meletakkan seragam di kamar Ma Ri. Ibu Ma Ri membelai rambut Ma Ri dan bergumam, "kau pasti sangat menderita." Ayah Ma Ri mengajak istrinya untuk mengungkapkan identitas mereka juga, tapi istrinya menolak menyuruh suaminya percaya pada Ma Ri. 


Seorang pria menyuruh Yoo untuk mencari anak-anak orange marmalade. Para siswi membicarakan kalau vampir meminum darah.

Ma Ri mendengarnya ia pun gak jadi minum di toilet. Ma Ri minumnya, para murid melihatnya langsung mengolok-oloknya. Shi Hoo datang lalu menyeret Ma Ri ke aula. Merekapun ngobrol, Shi Hoo disuruh VCS untuk membantu Ma Ri tanpa harus mengungkapkan identitasnya.


Shi Hoo masuk kelas sama dengan Ma Ri. Para siswi bergumam, "dia keren."

Bel sekolah berbunyi, ketika membereskan buku. Ma Ri melihat notes kalau ia disuruh ke ruang musik. Jae Min memberikan tas yang dibelinya kepada Ma Ri.

Jae Min bertanya, "apa alasan Ma Ri membuka identitasnya?"  belum Ma Ri menjawab pertanyaan Jae Min, Shi Hoo masuk. Mereka berantem, Ma Ri melarang Shi Hoo berantem.

Jae Min menyuruh Ma Ri melanjutkan proyek COEXISTENCI tersebut lalu pergi. Yoo memanggil Jae Min.

Jae Min melihat vidio band mereka orange marmalade. Jae Min melihat wanita main seruling lagi, kali ini ia melihat wajah wanita itu ternyata Ma Ri.


Jae Min menelpon Yoon Jae karena penasaran dengan sesuatu, karena Yoon Jae vampir pasti anda bisa memberitahuku. Shi Hoo dan Ma Ri pulang bareng, Shi Hoo menepis tas yang dibawa Ma Ri, ia kesal dan mengatakan, "Jae Min benci vampir, kau masih suka padanya dan melakukan proyek ini karenanya." Jae Min datang, langsung Shi Hoo memeluk Ma Ri.

Komentar :
Awal part baru, walaupun semua murid sama, tapi semua berubah ya. Akhirnya team VCS keluar. Banyak juga pemain baru ya. Jae Min walaupun benci vampir, tapi ia tidak bisa membenci Ma Ri. Masih awal-awal perkenalan lagi ya, walaupun dari episode-episode sebelumnnya pengaruh, tapi aku tetep ngerasa jadi episode awal lagi.





Tuesday, 30 June 2015

Sinopsis Warm and Cozy Episode 14


 
Geun Woo diluar sambil minum mengingat saat ia melihat Jeong Joo sama pak walikota. Jeong Joo dikamarnya gelisah.  Hp Geun Woo berdering, tapi ia mengabaikannya. Jeong Joo keluar melihat Geun Woo.

Geun Woo mengatakan agar kau bersenang-senang dengan pak walikota. Jeong Joo berterima kasih, aku sudah dihibur dan nyaman. Tapi Geun Woo malah meledek pak Walikota. Dan mereka berdebat lagi, Jeong Joo kesal lalu pergi. Geun Woo menahannya, tapi Jeong Joo menyuruh Geun Woo pergi.

Geun Woo memukul mulutnya karna salah bicara lagi, Geun Woo menatap resaturantnya, sedangkan Jeong Joo didalam juga ngerasa bersalah.


Ternyata Geun Woo duduk didepan restaurant sampai pagi, lalu masuk mobil dan menatap tiket lagi lalu pergi. Geun Woo merebahkan tubuhnya di kasur. Jeong Joo keluar restaurant mencari Geun Woo.

Hee Ra melihat Geun Woo lalu menghampirinya, tapi Geun Woo menyuruh  kakaknya pergi, dan menyuruhnya jangan mengatakan pada kakaknya.

Poong San dan Jeong Joo sedang bersih-bersih, Poong San bertanya, "apa Geun Woo sudah pergi?"

"Dia tidak akan kembali." sahut Jeong Joo. Jeong Joo mengelap meja terus, Poong San memperingati agar tidak mengelap meja terus karna bisa rusak, Jeong Joo pun pergi.


Geun Woo makan bubur, ternyata sudah dua hari ia sakit, walaupun Hee Ra tidak mengatakan pada kakaknya, tapi Jeong Geun terus menanyakan, "aku akan menemuinya hari ini." sahut Geun Woo.

Hee Ra menyangka kalau Geun Woo sakit karena Jeong Joo tentu saja Geun Woo mengelak.

"Ji Won keluar dari pekerjaanya dan akan pergi ke New York apa dia pergi denganmu?" Tanya Hee Ra.

Geun Woo dengan kesal, "aku akan makan bubur dan mengumpulkan energi, harus aku selesaikan sebelum pergi."


Geun Woo berbicara dengan Ji Won. Geun Woo kesal setelah tau apa yang diucapkan Ji Won pada Jeong Joo. Ji Won mengatakan ia tahu tentang ayah Geun Woo, tapi aku membiarkannya, aku menyukaimu, kau tidak bisa mengatakan padanya.

Lalu Geun Woo berkata, "aku tidak bisa mengatakan padanya karena aku suka padanya, mana ada pria yang mengungkap kelemahannya pada wanita yang disukainya."

Ji Won mengajak pergi bersama, tapi Geun Woo menolak.


Geun Woo berbicara dengan kakaknya. Geun Woo mengatakan kalau cuma Jeong Geun yang tahu kan, Hee Ra belum tahu kan, Jeong Geun mengiyakan.

Jeong Geun minta waktu untuk masalah ini. Geun Woo mengiyakan. "Kalau kau membuat bibi bahagia, bebanku sedikit berkurang."

Jeong Geun bertanya bagamana soal pernikahan, "aku akan hadir sebelum pergi," sahut Geun Woo. Dan dia sendiri yang akan membuat makanan untuk pernikahan kakaknya.


Poong san mendapat telpon, lalu ia mengatakan pada Jeong Joo sepertinya Geun Woo akan tinggal di resort sampai ia pergi. Poong San menyarankan agar Jeong Joo mengemasi barang Geun Woo dan mengantarkannya sebagai alasan, "kenapa harus menemuinya? tapi ide yang bagus." sahut Jeong Joo.

"Tapi kau yang mengantarkannya, jadi tidak punya alasan untuk menemuinya," Poong San hanya mendesah mendengarnya.


Jeong Joo membereskan barang Geun Woo dan memasukkan ke dalam koper, sambil bergumam "jangan kembali." Tapi saat membereskan baju dan melihat krim muka, ia teringat saat-saat bersama Geun Woo. Lalu bergumam, "jahat, kita tidak bisa bicara dengan benar bahkan dia tidak datang."


Geun Woo berbicara pada Hee Ra, ia mengatakan akan ke restaurant karena akan mempersiapkan pernikahan kakaknya. Hee Ra menjelek-jelekan Jeong Joo, tapi Geun Woo membelanya membuat Hee Ra jengkel wkwkkwkw.

Geun Woo mendapat telpon dari Poong San yang memberitahu kalau ia akan kesana karena Jeong Joo sudah mengepak barang-barang Geun Woo, "tidak usah aku akan mengurusnya sendiri." sahut Geun Woo.


Wkwkkw langsung Geun Woo ke resaturant, ia manggil-mangil Poong San tapi yang datang Jeong Joo. Geun Woo kesal karena Jeong Joo mengepak barang-barangnya. Lalu Jeong Joo menyuruh Geun Woo pergi, tapi Geun Woo berbalik dan mengatakan kalau Jeong Joo bermuka tebal.

Geun Woo mengatakan ia sakit demam karena menunggu Jeong Joo dan Hwang Wook diluar. Jeong Joo malah mengatakan, "sekarang sudah baikan?

Lalu Jeong Joo mengatakan ia bermuka tebal dan tidak tahu malu, lalu menyuruh Geun Woo pergi. Lalu Geun Woo dengan kesal pergi.


Hwang Wook ke restaurant, hemm Geun Woo malah manas-manasin Hwang Wook, dan mengatakan kalau Hwang Wook pengecut. Lalu Hwang Wook bertererima kasih dan mengatakan, "akan beli cincin." lalu pergi. Poong San lalu menghampiri Geun Woo dan mengatakan kalau Hwang Wook bisa melamar Jeong Joo. Wkekke dengan pd mengatakan, "Hwang Wook akan ditolak, selama aku disini dia akan menolak cincin Hwang Wook, atau mungkin dia akan menerimanya."


Geun Woo kembali ke dalam restaurant, lalu menatap kalung dan tiketnya.  Jeong Joo mengatakan, "kenapa kau kembali?"
Lalu Geun Woo berkata, "aku putus asa akan sesuatu, tapi kuputuskan untuk meninggalkannya," lalu Geun Woo minta maaf soal tadi.

Jeong Joo mengatakan, "jangan sakit, itu menggangguku."

Geun Woo mengatakan kau tahu kakakku akan menikah disini, Jeong Joo mengiyakan ia mendengar dari Poong San. "Aku akan menyiapkan pada saat itu, dan juga pergi pada hari itu." Sahut Geun Woo.


Hae Sil mencoba gaun pengantin, wkwkkw Jeong Geun mengatakan ini penampilan kedua tercantik setelah pertemuan pertama lalu Jeong Geun teringat saat pertama bertemu. (saat Hae Sil jadi putri duyung). wkwkkwkkwkw. Lalu Hae Sil minta maaf karena sudah menampar Jeong Geun sambil memegang pipi Jeong Geun.

Lalu Jeong Geun mengatakan ia akan mengucapkan ikrar sekarang, aku akan olahraga tiap hari agar perut tidak buncit, aku akan memijat kepalaku agar rambut tidak rontok, aku akan mempertahankan keindahan  layaknya mutiara  hitam, saat kau membeciku maafkan aku sekali saja bisakah kau berjanji, baiklah sahut Hae Sil “


Hwang Wook mengambil cincin pesanannya. Hwang Wook kembali ke kantor, para staff menyapanya. Lalu para staff membicarakan Hwang Wook yang membawa cincin.

Jeong Bae bertanya, "apa yang terjadi?"

"Pak walikota membawa cincin dan juga dia ke salon sahut staff tersebut." Lalu Jeong Bae bergumam, "keberhasilan proyek lama di depan mata, tapi kenapa hatiku merasa berat."


Pesanan bahan-bahan untuk memasak makanan acara pernikahan datang, Jeong Joo pun mengecek semuanya. Poong San mengatakan Geun Woo akan datang besok pagi, "Haruskah kita buat perpisahan?" Jeong Joo mengatakan ia punya janji dengan Hwang Wook.


Hwang Wook meminta Jeong Bae memersiapkanya, ia akan melamar Jeong Joo. Jeong Bae mengatakan Jeong Joo sibuk mempersiapkan pernikahan Hae Sil, diundur saja. Tapi Hwang Wook mengatakan ia sudah siap jika ditolak, dan memohon Jeong Bae mempersiapkannya.

Lalu Jeong Bae berfikir ia sudah menyemangati Hwang Wook selama ini, bagaimana dengan Geun Woo. Pesdir Jin sangat baik, haruskah kubayar kebaikannya.

Geun Woo didepan restaurant, hpnya berbunyi ternyata dari Poong San lalu berkata ia sudah dijalan. Poong San menyuruh Geun Woo tidak datang ke restaurant, "aku mau mempersiapkan pesta persisahan tapi Jeong Joo bilang tidak, Jeong Joo ada janji dengan Pak Walikota." wkwkkw. Geun Woo bohong kalau ia sedang dijalan mengatakan pada Poong San ia akan datang besok.


Jeong Bae mengirim pesan pada Geun Woo mengajak ketemuan di rumah Jeong Joo.

Jeong Joo menerima telpon dari Hwang Wook, Poong San mendengarnya. Wkwkkw Poong San mengometari pakaian Jeong Joo, tentu Jeong Joo merasa gak aneh dengan pakaian biasanya.

Jeong Bae kerestaurant dan mengatakan pada Jeong Joo bahwa ada orang yang akan membeli rumahnya.

Dan mereka ternyata mereka dijebak dikurung di  rumah Jeong Joo. Jeong Bae mengunci dari luar dan bergumam, "ini dari hatiku, kesempatan terakhirmu lakukan yang terbaik."


Lalu mereka akan menelpon untuk minta bantuan, tapi hp mereka tidak ada, hp Geun Woo di mobil. Sedangkan hp Jeong Joo dipinjam Jeong Bae.  

 Hp Jeong Joo berbunyi, ternyata dari Hawang Wook. wkwkkw Lalu Jeong Bae bersuara mirip perempuan mengatakan, "maaf terjadi sesuatu, aku tidak dapat datang."

Geun Woo mengatakan, "kau kira bahaya bersama dengan ku."

"Tentu tidak kau hanya Geun Woo." wkkwkwkwk. Geun Woo menyuruh Jeong Joo duduk untuk pesta perpisahan.


Hwang Wook terlihat sedih, Jeong Bae menghampiri dan mengatakan sepertinya Jeong Joo tidak datang hari ini, dan menyuruh Hwang Wook pulang.


Wkkeke mereka makan sate buah yang dicelup coklat, wkwkkw. Geun Woo tetep ya goda Jeong Joo. Jeong Joo menceritakan kisah rumah seram. Geun Woo memeluk Jeong Joo dan berkata, "kau yang membuat takut, dan menyuruhnya tanggung jawab, aku takut jadi seperti ini untuk sementara, sekarang kau luka dan marah karenaku, aku akan melepaskanmu." Pesta perpisahan selesai, "kita pergi sekarang pasti ada celah dibelakang."

Jeong Joo mengatakan, "bersihkan ini, aku duluan keluar."

Jeong Joo ke restaurant, Poong San mengembalikan ponsel yang dititipkan Jeong Bae.

Pak walikota menelpon terus, "kau tidak bertemu dengannya?" Jeong Joo mengiyakan.

"Jadi ia tidak melamarmu," Jeong Joo kaget.

Hwang Wook didepan restaurant menerima telpon Jeong Joo, "kita tidak perlu bertemu malam ini, aku sudah dirumah."

Jeong Joo keluar, Hwang Wook kaget. Jeong Joo minta maaf, "aku menyukaimu." sahut Hwang Wook.

Hwang Wook mengatakan melanjutkan besok sambil memberi bunga pada Jeong Joo. Jeong Joo mengatakan ia akan memikirkannya malam ini.

Jeong Bae mengatakan ia sudah menyiapkan semua  ini, kenapa tidak mengatakan apa-apa. Apa yang lakukan sia-sia, "kita tidak akan bertemu lagi."

Jeong Bae menambahkan, "bisa jadi ayahmu bukan orang jahat, kurasa kau dan ayahmu harus bertemu. Aku berfikir selama setahun, jika dua orang ini benar-benar bertemu, aku akan menghubungimu, saat kau datang akan kuberikan masalah yang harus kau pecahkan."

"Apa melibatkan ayahku?" sahut Geun Woo.

"Aku akan berikan pemikiran serius dan membawa masalahnya padamu, kalau ku rasa tak apa bagi kalian untuk tidak bertemu, maka akan kuhentikan masalahnya." Seru Jeong Bae.


Jeong Geun dan Hae Sil ngobrol, Jeong Geun mengatakan, "kalau tidak hujan bagus, kalau hujan beruntung."

Hae Sil berkata, "beruntung saat hujan bila bertemu seseorang."

Lalu Jeong Geun teringat saat ke Jeju pertama turun hujan. Flasback Jeong Geun meihat seseorang di pesisir pantai, punggung seorang wanita. Jeong Geun menduga kalau wanita itu Hae Sil.

"Kalau begitu takdir." sahut Hae Si.


Hari pernikahan Hae Sil. Hae Sil bersama Hee Ra. Hae Sil mengira Geun Woo pergi karena tidak nyaman dengannya, tentu Hee Ra menyangkalnya.

Jeong Geun menyuruh Geun Woo menyapa Hae Sil. Jeong Geun minta maaf.

Geun Woo mengatakan, "hentikan. aku harus pergi sebelum upacaranya selesai."

Jeong Geun mengira Geun Woo ke New York.

"Aku membatalkannya, aku pergi ke HK."

Jeong Geun mengira Geun Woo akan terus berhubungan dengan Jeong Joo, "tidak." sahut Geun Woo.

Mereka bertungkar cincin. Hee Ra membuang sampah, Hwang Wook melihatnya langsung mengambil sampah dan mengembalikan ke Hee Ra. Jeong Geun juga memasangkan kalung mutiara hitamnya.


Geun Woo pergi, dan mengatakan kalau semua sudah selesai, nanti para ahjumma akan membantu.

Lalu Geun Woo pamit pada Jeong Joo.

Geun Woo mengirim pesan, "kau sedih kan?" lalu Jeong Joo mengejar taxi.

Suara hati Geun Woo “tidak ada jaminan aku kembali, dan kita tidak berjanji saling menunggu, tapi ku harap kau terus menyukaiku dan menungguku”. Jeong Joo lalu bergumam, "pria jahat, aku sudah gila."


Pengantin memotong kue, MC mengatakan kalau pengantin pria akan bersorak 3 kali di depan penonton. Jeong Geun kesal karena tidak ada dalam acara. Lalu Jeong Geun bersorak, "pengantin wanitaku imut, pengantin wanitaku tersayang, dan pengantin wanitaku manis." Wkwkkw. Hee Ra bergumam, "si bodoh itu."  Poong San melihat Ji Won. 


Ji Won menyapa Poong San, menanyakan, "Geun Woo sudah pergi?" Poong San mengiyakan,

"Apa Jeong Joo didalam?" Poong San membenarkan.

Ji Won menghampiri Jeong Joo, lalu bergumam Geun Woo pergi.

"Katamu Geun Woo meminta pergi bersamamu." sahut Jeong Joo.

Ji Won berkata, "maksudku akau akan mengikuti kemana Geun Woo pergi."

"Aku salah paham karenamu.."  sahut Jeong Joo.

Ji Won mengatakan, "aku tidak suka Geun Woo akan menahanmu."

Jeong Geun menemui Jeong Joo, "aku tak mau menyuruhnya pergi dalam kesendiriannya,"

"Dia pergi tapi tidak mengatakan alasannya." sahut Jeong Joo. Jeong Geun berkata, "itu hal yang tidak boleh diceritakan pada siapapun, aku memberikan beban yang harus dipikulnya, dan jangan salahkan Geun Woo."

Jeong Joo teringat meninggalkan sesuatu di restaurant. Poong San melihat Jeong Joo mencari sesuatu. Jeong Joo menemukan 2 tiket dan kalung. Poong San mengambil tiket yang jatuh di salah satu tiket tertulis nama Jeong Joo, lalu bergumam, "tanggalnya sudah lewat, kurasa dia sudah memesannya dan membatalkan karena Jeong Joo tidak mau ikut, lihat Geun Woo ingin pergi bersamamu." Jeong Joo pun tertunduk lemas.


Hwang Wook menatap cincin, Poong San datang menyuruh Hwang Wook melihat Jeong Joo.

Hwang Wook menghampiri Jeong Joo, ia mengatakan semua kebenarannya kalau Geun Woo yang menjemput Jeong Joo saat mabuk, ia pun lega telah mengatakannya.  Lalu menyuruh Jeong Joo pergi, dan mengejar Geun Woo.


Jeong Joo dibandara berkeliling dibandara. Suara hati Jeong Joo, karena kau pergi, aku rasanya mau gilla (mengingat saat Geun Woo mengajaknya dan menahannya). Aku tak percaya yang kau katakan, untuk percaya kata-kata itu aku tidak percaya diri, kau juga putus asa seperti ku kan, Geun Woo kau dimana, apapun yang kau pikirkan, aku akan terus menyukaimu.

Komentar :

Huaaa aku kangen jailnya Geun Woo, akhirnya Hwang Wook jujur. Yang pasti Hubungan Jeong Geun dan Hae Sil yang aku suka.

Kayaknya bakal ada couple baru HeeWook ya insiden buang sampah  sembarangan mendapat jodoh wkwkkwkkw.

Untuk episode 15 dan 16 di blog mb Put ya Heart Beat , thanks buat partner Mb Put gak kerasa ya minggu ini Warm and Cozy akan tamat. Buat para pembaca love all