Tuesday, 9 July 2019

Sinopsis Voice 3 Episode 11-2



Gwang Soo mempertanyakan pimpinan Oh Pil Soo dicurigai sebagai VVIP Auction Fabre. Hong Soo mengatakan katanya kamu mendengar langsung. Menurut direkturnya, Blackhole milik Pil Soo. Dia menyewa ruang VVIP malam itu. 

Gwang Soo mengatakan Koichi akan menemuinya. Hong Soo mengatakan kalau pecandu itu pasti kehabisan uang untuk narkoba. Joong Ki mengatakan tapi jika pimpinan Oh memang anggota Aution Fabre, seharusnya namanya ada di daftar. Namun nyatanya tidak ada. Kang Woo mengatakan kalau daftar itu palsu. Dia membocorkan informasi yang salah untuk mempermainkan kita. 

Hong Soo mengatakan begitulah dugaanku. Mungkin mereka memanipulasinya untuk membingungkan kita. Kwon Joo mengatakan ia setuju. Kwon Joo membagikan berkas. Ia mengatakan sejak semalam banyak opini bertentangan, namun hari ini semua komentar menuduh Pak Choi sebagai anggota Auction Fabre. Seperti Je Soo memanipulasi media mengenai Kang Woo 10 bulan lalu. Hong Soo mengatakan ia dan Kang Woo akan mengurus Pil Soo. Ia meminta Joong Ki mencari orang yang mengajari anak-anak dengan topeng di Sekolah Alternatif Sokpo. Ia juga meminta Gwang Soo menganalisis data itu. 

Kang Woo mengatakan kalau Naomi yang bekerja di Galeri Yukiko meneleponku kemarin. Katanya Yukiko sempat memasang kamera mini di lukisannya. Bahkan dia menulis nomorku di belakang lukisan. Mungkin pembunuhnya terekam. Hong Soo mempertanyakan di mana lukisannya. Kang Woo menjawab dia akan mengantarnya ke Kaneki. Menurut Seo Yool dia sudah naik pesawat, tidak lama lagi mendarat. Pamerannya digelar di Universitas Poongsan. Kang Woo mengatakan ia akan ke sana. Kwon Joo mengatakan ia ikut. Ia bisa membantu Naomi. Hong Soo mengatakan baiklah, mari berpencar dan mulai bekerja. 


Gwang Soo mempertanyakan kepada Joong Ki apa ada masalah. Joong Ki mengatakan tentu saja tidak. Cuma masih pengar. Gwang Soo berkomentar kamu minum berapa banyak. 


Di mobil Kwon Joo menatap Kang Woo. Kang Woo mengatakan ia tidak akan mengundurkan diri, tidak perlu memelototiku. Kwon Joo mengatakan ia bisa memahami perasaanmu. Kang Woo mengatakan ia memburunya selama 10 bulan sendirian. Walau berhasil, ia perlu wewenang untuk memenjarakannya. Ia hanya perlu wewenang satuan khusus ini. Kwon Joo mempertanyakan sejak kapan kamu tahu pendengaranku setajam ini. Saat masih SMP, kepalanya cedera dalam kecelakaan mobil dan ia koma selam enam bulan. Dokter bilang pendengarannya meningkat karena efek samping operasi otak. Otak manusia masih misteri bagi kita. Jadi kadang ada keajaiban yang melampaui batas manusia. Hingga kini ia masih berpikir begitu. Sesulit dan seberat apa pun rintangannya, akan selalu ada solusi. 

Kwon Joo dan Kang Woo sampai di Universitas Poongsan. Mereka turun dari mobil. Kwon Joo mempertanyakan kenapa nomormu ada di lukisan Yukiko, bukan suami atau keluarganya. Kang Woo mengatakan kita cari tahu setelah bertemu Naomi. 

Seo Yool melaporkan kepada Kwon Joo kalau ia sudah menyelidikinya. Namanya Kaneki Masayuki. Dia putra tunggal keluarga pemilik ryokan paling bergengsi di Jepang. Dia profesor termuda dan pernah diserang karena pejuang HAM. Ia merasa dia orang yang berbudi. Bahkan setelah tidak sengaja meminum racun, dia menyelesaikan kuliahnya. Dia punya kelompok pendukung bernama Kanekist. Seperti klub penggemar. Ia akan mengirim datanya. Kwon Joo membaca data-data tentang Kaneki, Kang Woo juga membacanya. Kwon Joo mempertanyakan kepada salah satu mahasiswi di mana. Mahasiswi itu menunjukkan di mana kantor Kaneki. 


Kaneki selesai memberikan kuliah. Para mahasiswa memberikan semangat kepada Kaneki. Lalu salah seorang mahasiswi memberikan bunga. Mereka mengatakan akan menghadiri pameran nanti. Kaneki berterima kasih, ia mengatakan kalau kenaikan kalian dan harum bunga ini akan sampai ke Yukiko. 

Kwon Joo dan Kang Woo diantar seorang pria ke ruangan Kaneki. Pria itu mempertanyakan kalian detektif, itu begini. Sepertinya pria itu akan mengatakan sesuatu namun tidak jadi. Pria itu meminta agar menunggu sebentar. Di luar pria itu menelepon Kaneki dan memberitahu kalau detektif dari Poongsan menunggu. 


Kang Woo melihat kupu-kupu dipigura di meja Kaneki. Kwon Joo melihat foto-foto Kaneki bersama Yukiko. Ia mengatakan kalau mereka pasangan bahagia. Kang Woo hanya terdiam, Kwon Joo memanggilnya. Kang Woo menunjuk meja dan mengatakan bukankah ini bekas terbakar. Kwon Joo melihatnya dari dekat.


Hong Soo menginterogasi Oh Pil Soo. Pil Soo mengatakan setelah putranya mati mengenaskan, ia sungguh berkabung. Alih-alih berdukacita kamu memanggilku untuk interogasi konyol ini. Hong Soo meminta jangan mengalihkan pembicaraan. Ruang Vip Blackhole itu destinasi terakhir Fujiyama Koichi. Ada informan bahwa ruang itu dipesan atas namamu. Pemilik sebenarnya juga kamu. Apa yang kamu dan Fujiyama Koichi ingin bahas di ruangan itu. Dengan memasok pecandu dengan narkoba, apa yang kamu beli dari situs web gila itu. 

Pil Soo mengatakan kamu Cuma kepala unit daerah. Beraninya mengaitkanku dengan orang-orang gila itu. Hong Soo mengatakan menyangkalnya tidak bisa meloloskanmu lagi. Karena kami mengusut ulang kecelakaan Hwang Hye Seong, keras kepala tidak akan mengubah situasi. Pil Soo mengatakan jangan asal tuduh. Tanyakan saja kepada Kim Hyung Soo. Dia akan memastikan aku membelinya atau tidak. 

Hong Soo mengatakan kalau media mengincar Choi Doo Cheol. Dari mana kamu tahu Kim Hyung Soo ada di daftar itu. Menghindari ini tidak akan meringankanmu. Kamu menggelapkan donasi untuk Sekolah Alternatif Sokpo dengan rekening atas nama fiktif dan identitas palsu, kami sudah tahu. Pil Soo kesakitan. Pengacaranya mengatakan kalau dia sedang diobati akibat hepatitis akut, sekian untuk hari ini. 

Di luar pengacara mengatakan kalau dia menelepon, apa yang perlu ia sampaikan. Pil Soo mengatakan cepat kemari, bisa-bisa ia mati akibat interogasi konyol ini. Hong Soo keluar dan mengatakan jika investigasi ini membunuhmu, seharusnya kamu sudah lama mati. Pil Soo mengatakan ia akan mengingat namamu, pasti. 


Choon Byung menghampiri Hong Soo, ia minta maaf karena sudah merepotkan. Hong Soo mengatakan ia merasa kasus ini saling terkait layaknya sarang laba-laba. Mereka akan menyergap begitu ada celah kecil, jangan sampai lengah. Ia meminta agar Choon Byung menjaga kesehatannya karena baru keluar dari rs. 

Hong Soo mendapat telepon dari istrinya yang mempertanyakan kapan pulang. Hong Soo mengatakan bukankah ia memang jarang pulang. Istrinya mengatakan kalau ia mimpi buruk. Hong Soo mempertanyakan mimpi buruk bagaimana. Baiklah, ia akan coba pulang malam ini. 

Eun Soo mempertanyakan apa maksudmu, jadi mungkin ada bukti pembunuhan di TKP. Seo Yool mengiyakan, ia juga kaget. Ia tidak menyangka ada petunjuk yang muncul tiba-tiba. Eun Soo mengatakan jika perspektif kita tepat, kita bisa menutup kasusnya. Seo Yool mengiyakan, menangkapnya sulit tapi ini lebih baik daripada tidak sama sekali. Manusia sempurna pun bisa membuat kesalahan. Seperti kata Kang Woo, jika tahu jumlah sekongkolannya itu sudah cukup bagus. 


Kaneki ke ruangannya, ia minta maaf. Seharusnya kalian membuat janji dahulu. Kwon Joo minta maaf karena datang tiba-tiba. Kwon Joo mempertanyakan pergelangan tanganmu terluka. Kaneki mengatakan kalau ini tidak parah. Ia mempertanyakan ada apa kemari. Kang Woo mengatakan kalau kami dihubungi Naomi kemarin. Dia menemukan kamera mini di dalam lukisan Yukiko. Kaneki mengatakan kalau ia tahu itu. Ia mempertanyakan kenapa dia mengabarimu. Kang Woo mengatakan kalau Yukiko menulis nomorku di belakang lukisan. Kaneki mengatakan kalau Naomi sedang menuju kemari, kita bisa pastikan nanti. Ia tahu ada kamera di situ. Namun ia tidak yakin itu dipasang oleh Yukiko. 

Kang Woo mengatakan jika melihat berkas investigasi, mestinya kamu tahu aku dan Yukiko sempat bertelepon. Kaneki mengatakan istrinya bukan tipe wanita yang mempercayai orang sepertimu atau mengundang orang asing ke studionya. Kang Woo mengatakan bukankah pemikiran itu terlalu sempit untuk aktivis HAM. Kaneki mengatakan ia membaca testimoni Fujiyama Koichi. Kwon Joo mempertanyakan bagaimana bisa. Kaneki mengatakan kalau Kang Woo adalah yang pertama tahu lukisan istrinya terpampang di Dark Web. Ia pun curiga. Detektif dengan kemungkinan mengidap gangguan kepribadian antisosial dan banyak rekannya menderita karenanya. Sebegitu menderita, padahal dia bertindak mulia seperti menolong orang lain, itu menyedihkan. 

Kang Woo mengatakan sepertinya kamu sibuk mencari tahu tentang orang lain. Kwon Joo mengatakan promosi di kepolisian dilakukan secara internal sesuai pedoman internal. Terima kasih atas perhatiannya, tapi kami mampu atasi ini. Kaneki mengatakan baguslah, ia tahu Tim Golden Time dibentuk untuk melindungi keadilan di dunia yang kacau ini. Artinya kamu tidak akan berbaur dengan Kang Woo seperti air dan minyak. Ia penasaran kenapa kamu bersimpati terhadapnya. Kaneki mendapat pesan. Ia mengatakan kalau dia baru saja tiba, ayo ke balai pameran. 

Dalam perjalanan Kaneki mengatakan kalau Yukiko antusias menantikan pameran ini. Sayang sekali ini menjadi pameran anumerta. Keberhasilanku menggelar pameran ini adalah penghormatan terakhir untuk Yukiko. 


Kwon Joo mempertanyakan mereka para pendukungmu. Kaneki mengiyakan, ia bersyukur mereka membantuku. Kwon Joo mengatakan kamu pasti merasa puas. Kang Woo menatap sebuah lukisan mata. Ia merasa ada yang aneh dengan lukisan itu. Kaneki mengatakan kalau Yukiko suka melukis mata. Dia melihat kehilangan dan nihilisme pada mata manusia, hewan dan serangga. Ia akan menghadiahkan salah satunya jika berkenan. Kang Woo mengatakan tidak perlu, cukup selesaikan pameran tanpa masalah. Kaneki mendapat telepon. Di telepon ia meminta Naomi ke balai pameran.

Kwon Joo mempertanyakan kepada Kang Woo kenapa menatap lukisan ini terus. Kang Woo mengatakan ada sesuatu di pupilnya. Naomi berlari menghampiri Kaneki. Kaneki mempertanyakan di mana kameranya. Naomi mengatakan di sini sambil menunjukkan tasnya. Ia menambahkan kalau lukisannya juga ia bawa. 

Kwon Joo dan Kang Woo menghampiri mereka. Kaneki mengatakan kalau mereka polisi yang akan membantu kita dari Tim Golden Time. Ia mempertanyakan jika kamu menghubungi Kang Woo seharusnya kamu mengabariku, ia kaget. Naomi minta maaf, kemarin ia panik. Kaneki mengatakan ayo kita masuk dan melihat isinya. Tiba-tiba ada paket untuk Kaneki. Kaneki mengatakan tidak ada pengirimnya. Ia akan mengeceknya, tunggulah. 

Anak buahnya mengatakan tunggu sebentar, jangan bergerak. Mungkin isinya berbahaya. Kang Woo meminta Naomi menunggu di dalam bersama Kwon Joo. Kwon Joo mengatakan pendengarannya dibutuhkan jika isinya bom. Kwon Joo meminta Naomi menunggu di dalam, di sana aman. 

Kang Woo mempertanyakan apa isinya. Anak buahnya mengatakan kemungkinan isinya bom. Kwon Joo mempertanyakan apakah ada mengancammu baru-baru ini. Anak buah Kaneki mengatakan sebenarnya Kaneki menjadi korban serangan teror beberapa hari lalu, itu kali ke tiga dalam beberapa bulan ini. seseorang mengancam lewat telepon akan meledakkannya jika orang Jepang terus berulah di Korea. 

Flashback, anak buah Kaneki membawa paket. Anak buah Kaneki mengatakan karena ada simbol hati di samping nama wanita, mungkin dari penggemar Anda. Ketika dibuka paket itu meledak kecil. 


Kwon Joo mengatakan bagaimana ini. Naomi menunggu di dalam ruangan, ia mendengar sebuah suara rekaman di dalam dus, ia membuka dus itu. Kang Woo melihat ada bubuk dan menciumnya. Ia mengatakan kalau itu bukan bubuk mesiu. Ia membuka paket itu dan isinya paket biasa. Kaneki mengatakan kalau ini mungkin dari anak asing yang ia sponsori. Ia minta maaf sudah mengejutkan. Ia meminta anak buahnya yang ternyata bernama Pak Kim jangan panik. Pak kim minta maaf, kotaknya terlalu mirip dengan paket beberapa hari lalu. 


Kwon Joo mengatakan ayo temui Naomi. Naomi melihat ada alat perekam, lalu seseorang menyergapnya. Kwon Joo terdiam seperti mendengar sesuatu, ia segera berlari. Mereka menggedor-gedor pintu ruangan itu. Kwon Joo mengatakan ia mendengar suara terdistorsi di dalam. Kang Woo merusak gagang pintu dengan alat pemadam. Mereka melihat Naomi sudah seperti gambar di lukisan. Kaneki membatu melepaskan ikatan Naomi. Mereka membaringkan Naomi. Kaneki mengatakan kalau dia masih bernapas. Sedangkan Kang Woo hanya terdiam melihatnya ia merasa pusing, terlihat Kang Woo wajahnya menakutkan. 

Komentar:

Aa kaneki.......

Sinopsis Voice 3 Episode 11-1



Kaneki memperkenalkan diri. Kwon Joo memperkenalkan diri, ia juga memperkenalkan Kang Woo sebagai Komandan dari Tim Golden Time. Kaneki mengatakan ia profesor tamu di Universitas Poongsan. Dahulu ia pernah lama berkuliah di Korea. Kwon Joo mengatakan ia turut berduka atas kematian Yukiko. Kaneki meminta agar menangkap pembunuh Yukiko sebenarnya. Menangkap mereka yang membunuh Yukiko memang penting. Namun menyaksikan kekejian seperti itu pedihnya tidak tertahankan. Ayah Yukiko memnggil, lalu Kaneki segera pergi.


Ayah Yukiko mengatakan kalau ia mendengar masih ada pelaku yang bebas. Kepolisian Korea sedang mencarinya. Ia tidak suka ini, khususnya dia. Tangkaplah pelaku yang bertanggung jawab dan lindungilah kehormatan Makio dan keluarga Kaneki. Kaneki mengatakan ia mengerti. Ayah Yukiko mengatakan jangan lupa rapatmu dengan pimpinan Oh. Kanenki mengatakan baiklah. 

Hong Soo berpapasan dengan Kaneki. Lalu Hong Soo berpapasan dengan Kwon Joo. Ia mempertanyakan kamu baik-baik saja. Kwon Joo mengiyakan. Hong Soo mengatakan Kaneki baru saja tiba. Kwon Joo mengatakan kami pernah bertemu berpapasan di rs tadi pagi. Hong Soo mengatakan dia profesor dan aktivis hak asasi manusia ternama di Korea. Dia selalu berjuang membela yang lemah. 


Kang Woo menghampiri mereka dan mempertanyakan sejak kapan kamu percaya kepada orang lain. Dari kejaksaan datang. Hong Soo mempertanyakan ada perlu apa kalian. Pria itu mengatakan kamu lupa orang yang membantumu mendapatkan hasil autopsi Kaneki Yukiko secepat ini. Hong Soo mengatakan kamu sengaja ke rs untuk bersumbar. Pria itu mengatakan ini namanya mengawasi investigasi, itu tugas jaksa. Ia mendengar kinerja kalian dari Kepolisian Jepang. Astaga, benar-benar anarki. 

Kang Woo mengatakan seperti biasa mulutmu sungguh berbisa. Terserah saja jangan bertindak melebihi kemampuanmu. Kang Woo pergi meninggalkan mereka. Pria itu mengatakan ayo bertemu lagi saat kamu bukan detektif, mereka lalu pergi. Hong Soo mengatakan dia jelas tahu sesuatu. Hong Soo mendapat telepon dari Komisaris Yoo yang memberitahu kalau sebagian data USB berisi daftar nama VVIP Auction Fabre bocor dan viral di medsos. Jurnalis berkerumun di depan kantor polisi. Ia meminta agar cepat kembali. 

Hong Soo mengatakan kepada Kwon Joo kalau sebagian daftar VVIP Auction Fabre bocor. Hong Soo menelepon Choon Byung dan mempertanyakan kamu yang membocorkannya. Choon Byung mengatakan mana mungkin, ia sudah lama menjadi polisi. Ia kira daftar itu sudah diserahkan ke markas besar. Jika bocor merekalah yang patut dicurigai. 


Eun Soo melaporkan tentang daftar VVIP yang bocor. Kwon Joo mengatakan kalau ia sudah mengetahuinya. Ia akan ke pusat panggilan, jangan panik bertugaslah seperti biasa. Eun Soo mengatakan kepada Seo Yool setelah bekerja mari bicara. Seo Yool mempertanyakan apa ia melakukan kesalahan. Media membicarakan tentang daftar VVIP itu. 


Kaneki mempertanyakan kepada dokter mereka para pembunuh istriku. Terlihat luka di tangan Fujiyama. Kaneki mengatakan apa hukumanmu cukup untuk menebus dosa-dosamu. Dokter meninggalkan ruangan. Kaneki mengelus wajah Fujiyama dan mengatakan ia cukup cerdas dalam memilih hadiah. Ia mengatakan kalau temanmu akan segera menyusul, jadi perjalananmu ke alam baka tidak sepi. Selamat tinggal, sepertinya aku akan sangat merindukanmu. Ia menjentikkan jarinya. 

-Episode 11, Rahasia Sameta-

“Surga, neraka, dan dunia ada di dalam diri kita. Manusia adalah jurang tanpa dasar. <Henri Frederic Amiel>”


Komisaris mempertanyakan maksudmu ada yang mencuri dan membocorkan data itu. Hong Soo mengatakan seorang pemimpin redaksi bilang sumbernya berupa gambar. Saat dibawa ke markas besar, sepertinya data itu bocor ke orang luar. Dewasa ini foto hoaks yang diunggah ke medsos bisa cepat viral. Rumor yang poluler ada tokoh-tokoh berkuasa di daftar itu. Karena tidak dikonfirmasi atau disangkal, rumor itu cepat meluas dan dilebih-lebihkan. Komisaris mengatakan markas besar menyalahkan kita atas kebocoran ini. Bahkan ada kecurigaan besar terhadap Kang Woo. Hong Soo mengatakan bukan Kang Woo, Kang Woo yang pertama kali menduga ada kaki tangan. Ia akan berusaha menangkap kaki tangan itu untuk mengungkap faktanya. 

Komisaris mengatakan tidak hanya itu, tiba-tiba begitu daftar itu diperbincangkan publik, kejaksaan ingin memimpin investigasi. Hong Soo mengatakan tadi Jaksa Ha datang ke ruang autopsi. Mereka juga meminta kerja sama kepolisian Jepang. Komisaris mengatakan padahal petinggi bilang sebaliknya. Lakukan investigasi ketat agar kita tidak kehilangan yurisdiksi akibat daftar VVIP yang bocor ini. 


Gwang Soo mengatakan jadi informasi itu dibocorkan orang dalam. Hong Soo mengatakan daftar itu bocor orang-orang curiga Choon Byung menyangkal melakukannya, jangan-jangan. Joong Ki mengatakan bukan kami juga, mana mungkin kami bocorkan. Unit Jatanras lebih mencurigakan. Anak buah Hong Soo mengatakan kalian lebih sering menjadi biang kerok. Selalu saja ada masalah sejak tim Golden Time bergabung. Joong Ki meminta agar bicara hati-hati. Anak buah Hong Soo mengatakan apa ucapannya salah. Jujur saja apa gunanya bekerja mati-matian. Para petinggi tidak akan memihak kita selama Kang Woo ada di tim ini. Joong Ki dan anak buah Hong Soo berkelahi. Hong Soo mengatakan hentikan, bukan saatnya berkelahi. Ia meminta anak buahnya minta maaf. Kalian bereskan investigasinya. 


Di telepon Kwon Joo mempertanyakan jadi tidak ada pilihan selain meninggalkan profesinya. Dokter mengatakan ada bawaan sejak lahir, ada yang sakit kemudian. Tapi kamu tahu penyakit seperti itu makin umum bukan. Penyebabnya mungkin masalah pribadi, tapi ini juga masalah masyarakat. Masyarakat kita terlalu fokus pada berkembang dan bersaing. Itu sebabnya kita gagal menemukan solusi dari tragedi yang menjalar. Hak asasi manusia itu penting. Tapi gagal mencegah kejahatan dan membahayakan orang banyak akibat keputusan yang salah adalah tragedi juga. Kwon Joo mengatakan Kang Woo bersusah payah menghadapinya sendirian. Benarkan tidak ada solusi lain. Dokter minta maaf karena tidak bisa menjawabnya. Kwon Joo mengatakan tidak apa, ia berterima kasih. 


Seo Yool mengatakan ada apa ini, ia jadi takut. Eun Soo mengatakan sekarang jangan berbohong menjawab pertanyaanku. Kamu menemukan sesuatu ketika menyelidiki Auction Fabre dengan Cho Rong bukan, pasti ada kaitannya dengan Kang Woo. Seo Yool mengatakan ia tidak paham maksudmu. Eun Soo mengatakan beberapa hari lalu Kwon Joo tiba-tiba menemuimu setelah membaca pesan. Seo Yool mengatakan soal itu ada yang ingin ia tanyakan kepada Kwon Joo. Eun Soo mengatakan jangan bohong, kamu juga mendengarnya saat itu, Kang Woo seperti mencekik Kwon Joo. Bagaimanapun jika terjadi sesuatu pada Kwon Joo nanti akibat yang kamu rahasiakan ini, ia tidak akan memaafkanmu. 

Seo Yool mengatakan sebenarnya Cho Rong menemukan testimoni Fujiyama Koichi pada kasus pembunuhan Miho. Dia bersaksi Kang Woo membunuh Miho. Di kedua testimoni saat berumur 10 dan 20 tahun dia menyalahkan Kousuke. Eun Soo keluar ruangan. Ia teringat Se Yool mengatakan ia membaca sesuatu soal itu, orang bisa lupa perbuatannya saking takutnya. Kadang keluarganya bisa membantu mengendalikan naluri mereka. Eun Soo hanya bisa menghela napas. 

Kang Woo di rumah, ia teringat perkataan dokter tentang kemungkinan tato di tangan Fujiyama. Ia melihat catatan tertulis, “Antara 20 dan 26 Oktober 2018. Tidak ingat. Bekas siksaan, tato” 



Flashback, setelah bertemu Tomoyuki, Kang Woo pingsan karena diserang di gang Woochibori. Lalu ingatannya kabur selama sepekan. Ia siuman di hutan berjarak 40 km dari sana. Meski telah ia selidiki, ia tidak menemukan petunjuk. Ada bekas diikat di pergelangan tangannya. Tubuhnya merasa di siksa. Bahkan ada bangkai serigala. Ia juga melihat ada tato baru di tubuhnya.


Kang Woo menatap tato di tangannya. Ia mempertanyakan siapa dia, kenapa dia gigih menyiksaku. Ia lalu menggigit tato di tangannya. Sampai-sampai tangannya bercucuran darah. 


Joong Ki yang mabuk memanggil-manggil Kang Woo dan meminta agar membukakan pintu. Ia mengatakan barusan minum-minum, namun sendirian itu tidak asyik. Ia mengajak Kang Woo minum bersama. Kang Woo hanya diam saja. Joong Ki mengatakan kalau ia mampir karena ingin bicara. Joong Ki duduk di luar. Ia mengatakan kalau ia tidak sepintar Kang Woo atau Kwon Joo. Ia ditolak masuk Akademi Kepolisian, juga bukan dari jurusan olahraga seperti Gwang Soo. Ilmu bela dirinya tidak sehebat dia. Ia akan meyakini yang ia tahu dan melupakan yang lain. Ia tidak peduli kata orang lain. Itu sebabnya ia merasa bersalah dan ingin minta maaf. Ia meminta Kang Woo membuka pintunya. Anda pura-pura tidak ada di rumah lagi. Baiklah ia akan pergi. Ketika akan pergi ia mengatakan lain kali ayo minum bersama. ia pamit pergi.


Kang Woo berdiri, ia merasa pusing. Ia teringat perkataan Kaneki tadi. ia terjatuh, namun tiba-tiba ia mengepalkan tangannya. Tatapannya berubah menyeramkan. 


Falshback, Fujiyama minta maaf. Ia tidak menyangka Kang Woo akan ke kelab. Ia sudah menghapus jejak. Kaneki muncul dan mengatakan kamu mengecewakan. Kenapa kamu pergi ke kelab itu. Apa kamu berniat meminta kepada pimpinan Oh Pil Soo. Bukankah sudah ia tegaskan, kamu harus lepas obat-obatan. Fujiyama minta maaf. Kaneki memainkan pematik api. Ia mengatakan kamu harus bertanggung jawab atas kecerobohanmu. Kebencian menambah keindahan pada manusia. Siapa pun yang menghalangi akan mati. Kamu akan lupa akan penderitaanmu dan tertidur sejenak. Ia memberikan Fujiyama sesuatu, Fujiyama meminum itu. Tiba-tiba keluar busa di mulutnya. Kaneki menggigit tato di tangan Fujiyama, seperti orang brutal. Ia lalu menyeret Fujiyama. 


Kaneki di ruangannya, ia memukul-mukul. Sepertinya itu daging, entah daging apa. ia memanggang daging itu. 


“Osaka, Jepang”

Seorang wanita menerima paket lukisan. Wanita itu memeriksa lukisan itu, ia menemukan seperti kamera di dalam lukisan itu. 


Kaneki memakan daging itu. Ia mendapat telepon dari Naomi. Naomi mengatakan menemukan sesuatu di lukisan Yukiko, namun itu. Kaneki meminta Naomi menjelaskannya. Naomi mengatakan ia menyimpan lukisannya, “Gadis Tanpa Bibir.” Lukisan yang dipakai di Dark Web. Ada kamera dalam lukisan yang kumodeli. Ia melihat vidio pembunuhan Yukiko dalam video itu. Naomi mengatakan setelah mengirim lukisannya ke Korea untuk pameran, ia berniat menyimpan lukisan lainnya di studioku. Kaneki mempertanyakan apa isi kameranya. Naomi mengatakan tidak jelas karena gelap. Setelah ada mobil hitam berhenti di luar jendela, ada tiga orang bertopeng yang turun. Setelah itu Yukiko tewas. 

Kaneki meminta Naomi tenang. Kamu tahu ia belum bisa kembali ke Jepang bukan. Besok ada pameran Yukiko, ia meminta agar membawa lukisan itu ke Korea. Ia akan mengirim mobil dan asisten ke bandara besok. Mereka punya koneksi polisi, jangan beri tahu siapa pun.
Naomi membalik lukisan itu, ia menemukan tulisan, “Do Kang Woo, Jika terjadi sesuatu padaku, hubungi nomor ini.” Naomi sadar kalau itu tulisan Yukiko. Kang Woo sedang mengobati tangannya, ia tiba-tiba mendapat telepon dari Naomi.

Kwon Joo berpikir munculnya daftar nama VVIP sama dengan kejadian yang menimpa Kang Woo tahun lalu tentang Kang Woo membantu ayahnya memotong telinga Miho. Kwon Joo saat itu salah paham terhadap Kang Woo. Ia bergumam kalau dia membingungkan kami dengan memberikan info yang belum jelas kebenarannya. Seperti saat dia mencoba memecah belah tim kami dengan masalah Kang Woo. Jika dia berniat merusak kepercayaan publik ke tokoh ternama demi suatu tujuan maka.


Eun Soo menemui Kwon Joo dan membawakan kopi. Kwon Joo mengatakan ada yang ingin kamu bahas ada apa, katakan saja. Eun Soo mengatakan ia tahu tentang Kang Woo dari Seo Yool. Anda tahu gangguan kepribadian itu sangat berbahaya. Dia harus segera mengambil cuti sakit. Mana bisa bekerja seperti itu. Ia mengatakan ini bukan karena membencinya, kita polisi. Tugas kita menyelamatkan masyarakat. Kwon Joo mengatakan ia paham perasaanmu. Namun untuk sekarang, makin jelas Fujiyama punya kaki tangan lain. Modus operandi mereka sama seperti kasus Doctor Fabre. Bantuan Kang Woo akan diperlukan. 

Eun Soo mengatakan ia suka dan kagum cara kerja Kwon Joo. Namun ini bukan saatnya. Jika Kang Woo benar-benar pelakunya dan mengidap. Kwon Joo mengatakan kalau ia juga sepikiran. Saat Komandan Jang meninggal dan Kang Woo masuk dia bertanya padaku apakah ia pernah menganggap telinganya sebagai kutukan. Kubilang ia tidak menganggapnya kutukan. Namun itu bohong. Saking takutnya kepada orang lain, rasanya ia ingin mati. Ia sering mendengar umpatan yang memuakkan. Karena itu rasanya ia bisa memahami perasaannya saat ini. Meski penyakitnya bisa makin berbahaya, jangan sampai kita mengasingkannya dengan cara menekan dan kasar. Tentu saja ia akan berusaha menjauhkan tim kita dari bahaya. Akan ia cari solusi yang tepat untuk Kang Woo. Jika gagal, sebagai kapten ia akan mengambil keputusan yang adil.